Header Ads

MAUQIF AHLUSSUNNAH TERHADAP HADITS² DHOIF DI KITAB TAUHID KARYA AL IMAM ASY SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB RAHIMAHULLAH

MAUQIF AHLUSSUNNAH TERHADAP HADITS² DHOIF DI KITAB TAUHID KARYA AL IMAM ASY SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB RAHIMAHULLAH

Pertanyaan :

 السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Ada soalan ya syech 

Apa mauqih ahlusunnah , terhadap hadits2 dhoif di kittab tauhid,punya syech Muhammad bin Abdil Wahhab?

بارك الله فيكم

--------------------------

Jawaban dengan memohon pertolongan pada Allah ta'ala :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته.

Hadits yang lemah dikatakan lemah, bukan dibela dengan fanatik.

Riwayat yang lemah namun ada penguatnya maka diamalkan sesuai dengan kewajiban syari'at.

Riwayat yang lemah dan tidak ada penguatnya maka dia tidak diamalkan, karena kita diwajibkan beramal berdasarkan kepastian hukum, bukan berdasarkan persangkaan yang lemah.

Kita tidak fanatik pada Al Imam An Najdiy رحمه الله ataupun ulama yang lebih tinggi daripada beliau ataupun ulama yang lebih rendah daripada beliau. Mereka semua bukan Nabi. Ucapan yang diketahui kebenarannya berdasarkan dalil, maka wajib diterima. Ucapan yang lemah maka tidak wajib diterima.

Dan kuat bukan Asy'ariyyah Shufiyyah yang menolak kitab Al Imam An Najdiy dengan alasan yang dibuat bahwa di dalam kitab beliau ada hadits yang lemah.

Hadits-hadits yang shahih dan Hasan di dalam kitab beliau itu banyak sekali, dan itulah yang diamalkan, bukannya semua dibuang dengan alasan yang dibuat² oleh mereka tadi, padahal mereka sendiri sangat rajin membuat bid'ah sambil berdasarkan pada hadits yang lemah dan bahkan palsu.

والله أعلم الصواب.

--------------------------------

(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah)

Kamis, 3 Shafar 1446 / 8-8-2024

Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy
Diberdayakan oleh Blogger.