Header Ads

NAHWU BUKANLAH BID'AH, DAN MENJAUHI KELUARGA YANG PENUH SYUBHAT BUKANLAH MEMUTUS SILATURAHIM

NAHWU BUKANLAH BID'AH, DAN MENJAUHI KELUARGA YANG PENUH SYUBHAT BUKANLAH MEMUTUS SILATURAHIM


Bismillah..

Afwan syaikh ana mengganggu waktu dan istirahat antum.

Ana mau bertanya syaikh.

Dahulu sekitar 2 tahun (kurang lebih) ana dan kakak ana sedang mengunjungi rumah paman, yang ketika itu sedang berkumpul para keluarga dari pihak bapak. Emang pada saat itu ana sudah antisipasi agar tidak mendekati seseorang, yaitu suami dari saudari bapak. Qoddaralloh, dia mendekati ana syaikh, lalu dia mengajak ana untuk berbicara, pembicaraan pertamanya adalah bertanya tentang 'ilmu nahwu, beliau bertanya tentang sejarah 'ilmu nahwu kepada ana, lalu ana jawab "tidak tahu", kemudian dia berkata" lantas apa yang kamu pelajari?", lalu ana jawab "yang ana pelajari adalah tentang keadaan harokat akhir sebuah kata dalam 'arobiyyah", lalu dia berkata "ini adalah bid'ah (pelajaran nahwu), karena tidak ada pada zaman Rosulullah".
Kemudian dia berkata, 'bahwasannya pembacaan yasin itu tidaklah bid'ah, yang bid'ah adalah jika dibaca secara estafet dari ayat ke ayat".

Setelah kejadian inilah, ana tidak mau lagi berhubungan dengan beliau, karena ana berkeyakinan bolehnya menjauhi ahlul bid'ah yang suka berdebat lagi mengumbar syubuhat.

Apakah perbuatan ana ini keliru yaa syaikh? sejak saat itu ana tidak pernah lagi kerumah beliau, yang mana disana ada saudari bapak, yaitu istrinya. Dan juga disana ada anak anak beliau yang merupakan sepupu ana. Tapi kalo bertemu mereka, ana tegur sapa.

Ana memohon kepada Alloh agar antum menjawab pertanyaan ini syaikh.

بارك الله فيكم
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah)

Rabu 27 Rabi'ul Akhir 1446 / 30-10-2024
Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy
Diberdayakan oleh Blogger.