PERMASALAHAN MERUJUK KEPADA AHLU DZIKIR MALAYSIA - INDONESIA DAN TIDAK MAU MENJADI RUJUKAN
Sombong dia Merasa jadi ahlu dzikir... dan minta meruju kepadanya..
Yg ini tdk mau jadi rujukan dan tdk merasa ahlu dzikir
Abu Fairuz mengatakan para ulama maghrur kalimat maghrur kembali padanya dan org yg linglung KONTRADIKTIF dg Ucapannya sendiri.....
Dan KONTRADIKTIF tanda kebathilan...
######
Pertanyaan :
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Ahsanallahu ilaikum yaa Syaikhona Audio Antum yang paling atas itu penjelasan tentang apa karena Abu Qotadah Sahl yang pernah di markiz Bengkulu dan dia juga termasuk yang sangat percaya dengan malzamah Abu Adam dan menjelekkan Antum, dia yang menyebar Audio tersebut dan menganggap Antum merasa Ahlu dzikir dan minta rujuk kepada Antum dan Audio ke 2 Antum tidak mau jadi rujukan, jadi Abu Qotadah Sahl ini menganggap Antum kontradiksi, mohon penjelasan nya yaa Syaikhona bagaimana Audio lengkap pada Audio yang di atas dan membahas tentang apa
---------------------------
Jawaban dengan memohon pertolongan pada Allah ta'ala :
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته.
Untuk REKAMAN YANG PERTAMA maka ana waktu itu mengucapkan itu dari sudut pandang yang disebutkan oleh Syaikhuna Adil Bin Ahmad حفظه الله tentang adanya salah satu waliyyul Amr di Indonesia dan Malaysia untuk menjadikan salah satu rujukan. Ana tidak ingat rekaman lengkapnya. Tapi memang itu ana ucapkan berdasarkan adanya tanshish dari Syaikh Adil. Dan sikap merujuk tadi bukan perintah untuk taqlid, tapi untuk mendapatkan penjelasan yang berdasarkan dalil²nya.
Dan In sya Allah kenyataan akan menunjukkan dua jenis manusia:
1- Ada orang yang tatkala mengajak orang untuk merujuk pada suatu bimbingan, maka bimbingan tadi dikuatkan oleh hujjah².
Al Imam Ibnu Abdil Barr رحمه الله berkata di dalam bantahan beliau terhadap orang yang mengekor pada sebagian tokoh besar: “Pendapat itu tidak menjadi benar disebabkan oleh keutamaan orang yang mengucapkannya. Tapi pendapat itu menjadi benar hanya disebabkan oleh penunjukan dalilnya.” (“Jami’ Bayanil Ilm”/2/hal. 174/cet. Dar Ibnil Jauziy).
2- Ada orang yang mengajak untuk merujuk ke suatu bimbingan namun bimbingan tadi tidak dikuatkan oleh hujjah² tatkala ingin membatalkan suatu penelitian yang penuh dengan hujjah. Hanya keagungan dan senioritaslah yang dikedepankan.
Al Imam Asy Syathibiy رحمه الله berkata tentang ahli taqlid: “Dan mereka menggugurkan pemeriksaan dan pencarian terhadap ucapan-ucapan ulama Mutaqaddimin sama sekali di dalam masalah tadi, karena berbaik sangka kepada para tokoh (Mutaakhkhirin), dan mencurigai ilmu (yang benar), sehingga sikap tadi menjadi bid’ah yang terus berjalan.” (“Al I’tisham”/ hal. 539).
Dan ana sangat berharap bahwa REKAMAN YANG PERTAMA itu bukan termasuk kesombongan seperti yang dituduhkan oleh si penuduh ataupun tokoh² yang lainnya, karena Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم telah menyebutkan bahwa:
الكبر بطر الحق وغمط الناس.
"Menolak kebenaran dan meremehkan orang lain". (HR. Muslim dari Ibnu Mas'ud رضي الله عنه).
Dan senantiasa ana dengungkan ajaran Salaf untuk menerima kebenaran sekalipun dari anak kecil, tidak seperti dengungan para pengekor ulama besar.
Ibrahim رحمه الله berkata: Al Fudhail ditanya: “Apakah tawadhu’ itu?” beliau menjawab: “Engkau tunduk pada kebenaran dan menaatinya. Sekalipun engkau mendengarnya dari anak kecil, engkau menerimanya darinya. Sekalipun engkau mendengarnya dari orang yang paling bodoh, engkau menerimanya darinya.” (“Hilyatul Auliya”/3/hal. 392/cet. Dar Ummil Qura/atsar hasan).
Sedangkan REKAMAN KEDUA maka itu ana mengucapkannya di dalam jawaban ana pada Abu Adam beberapa hari yang lalu, berdasarkan sudut pandang ana sendiri terhadap diri ana bahwa ana merasa bukan ulil amr, dan ana menekankan bahwa di setiap permasalahan agama maka kita semua (orang biasa maupun ulama) wajib untuk mengembalikannya pada Al Qur'an dan As Sunnah (dengan pemahaman Salaful Ummah).
والله أعلم الصواب.
---------------------------------
(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah)
Kamis 3 Jumadil Akhir 1446 / 5-12-2024
Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy






























