SYUBHAT MUTAWAQQIFIN ADALAH MENYEBAR KALAM² ULAMA YANG BERSIFAT GLOBAL, TANPA MERINCI
SYUBHAT MUTAWAQQIFIN ADALAH MENYEBAR KALAM² ULAMA YANG BERSIFAT GLOBAL, TANPA MERINCI
Pertanyaan :
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Para mutawaqqif ingin menggambarkan bahwa sikap tawaqquf merupakan jalan salaf disaat terjadi fitnah?
Mohon nasehat dan pencerahannya?
Jazakallohu Khoiron.
-------------------------
Jawaban dengan memohon pertolongan pada Allah ta'ala :
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Ana lihat postingan tadi adalah ucapan yang dinukilkan dari tokoh zaman sekarang dan bersifat global.
Istilah fitnah itu ada beberapa makna, dan harus diperinci.
Dan salah satu karakterAhlussunnah adalah: berbicara secara terperinci, bukannya global, di saat umat dikhawatirkan tergelincir karena adanya fatwa-fatwa yang bersifat global.
Atsar-atsar banyak sekali yang menunjukkan bahwasanya Salafush Shalih رضي الله عنهم tidak mendiamkan kemungkaran, bahkan mereka:
- Lantang mengingkari kebatilan,
- LANTANG MENYEBUTKAN NAMA-NAMA ORANG YANG MENYIMPANG,
- LANTANG MENYEBUTKAN VONIS DAN STATUS ORANG YANG MENYIMPANG ITU,
- LANTANG MENTAHDZIR UMAT DARI TOKOH2 INDIVIDUAL YANG LAYAK DISEBUTKAN IDENTITASNYA.
- Dan tatkala mereka diminta untuk diam, MEREKA MENOLAK UNTUK DIAM,
- dan MEREKA MENCERCA ORANG YANG TAHU KEBENARAN DENGAN DALIL²NYA TAPI MEMILIH DIAM DAN TIDAK MAU MEMPERBANYAK BARISAN PENOLONG KEBENARAN.
Atsar² tentang itu sangat banyak sekali.
Dari sisi lain:
Ana sering melihat pada fitnah Sururiyyin hingga Mar'iyyin; orang-orang yang bergaya bijak tadi menyuruh kita untuk banyak diam, tapi dia sendiri banyak bicara.
Dan ternyata metode itu juga dihidupkan oleh para pengekor di zaman sekarang: menyuruh kita banyak diam, tapi mereka (si Penerjemah di grup, si pen-copy paste ke nombor² pribadi, dan si pengunjuk perasaan di status² WA, dll) BANYAK BICARA untuk menyindir, mencerca, menjarh, menghujat dan menghembuskan syubuhat pada para penolong kebenaran.
والله أعلم الصواب.
---------------------------------
(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah)
Kamis 17 Dzulqa'dah 1446 / 15-5-2025






























