-->

Header Ads

TUDUHAN ABDUL HAMID DAN SHAHIR ADALAH PALSU

TUDUHAN ABDUL HAMID DAN SHAHIR ADALAH PALSU

Pertanyaan :

باسم الله.
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Apa benar tuduhan abdul hamid kepda syaikh abu fairuz yg di tarjim oleh sahir maliziy klau syaikh ingin memposisikan diri sperti syaikh yahya??
----------------------------
Jawaban dengan memohon pertolongan pada Allah ta'ala:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته.

Tuduhan Abdul Hamid dan Shahir itu sangat palsu.

Allah ta'ala berfirman :

قل هاتوا برهانكم إن كنتم صادقين.

"Katakanlah (kepada mereka) : Datangkanlah bukti kebenaran kalian jika kalian adalah orang-orang yang jujur (di dalam ucapan)."

Abdullah bin Umar رضي الله عنهما berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

« ... وَمَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ أَسْكَنَهُ الله رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ».

"… dan barangsiapa berkata tentang seorang mukmin dengan suatu perkara yang tidak ada pada dirinya, maka Allah akan menjadikan dia tinggal di dalam radghatul khabal (perasan penduduk neraka) sampai dia keluar dari apa yang diucapkannya." (HR. Abu Dawud (3592) dan diShahihkan Imam Al Wadi'y -semoga Allah merahmatinya- dalam "Ash Shahihul Musnad" (755)).

Ana tidak layak untuk diikuti. Dan ana tidak mengajak pada taqlid secara lafazh ataupun praktek.
Dan ana bukan orang pertama yang mengatakan bahwa Abu Hazim adalah hizbiy. Bahkan ana agak belakangan. Sudah ada beberapa asatidzah yang mulia yang menyatakan itu dengan bayyinah beliau جزاهم الله خير الجزاء, sekalipun beliau selalu diremehkan orang-orang yang merasa besar.

Kebenaran yang dibuktikan dengan hujjah²nya wajib diterima sekalipun dari anak kecil, tidak disyaratkan bahwa pembawanya itu adalah Syaikh Yahya atau yang lainnya.

Ibrahim رحمه الله berkata: Al Fudhail ditanya: “Apakah tawadhu’ itu?” beliau menjawab: “Engkau tunduk pada kebenaran dan menaatinya. Sekalipun engkau mendengarnya dari anak kecil, engkau menerimanya darinya. Sekalipun engkau mendengarnya dari orang yang paling bodoh, engkau menerimanya darinya.” (“Hilyatul Auliya”/3/hal. 392/cet. Dar Ummil Qura/atsar hasan).

والله أعلم الصواب
-------------------------------
(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah)

Rabu 21 Rabi'ul Awwal 1446 / 25-9-2024
Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy
Diberdayakan oleh Blogger.