KEANEHAN² KELOMPOK NU DALAM MENETAPKAN TERLIHAT NYA HILAL RAMADHAN / SYAWAL
Pertanyaan:
السلام عليكم و رحمت الله و بركاته
Afwan Syekh idzin bertanya apa pendapat syekh tentang orang2 NU yang mereka berpuasa Jika telah melihat Hilal sudah nampak bbrp derajat, bukan jika Sudah melihat hilal walaupun sedikit, dengan Alasan.. Khawatir jika hilal Belum nampak 3 derajat, itu hanya sekedar pantulan cahaya matahari,
Sehingga mereka menunggu hilal 3 derajat atau berapa derajat untuk Memastikan bahwa itu benar2 hilal,
Apakah ini Benar syekh?
جزاكم الله خيرا
______
Jawaban dengan memohon pertolongan pada Allah ta'ala :
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته.
Kalam mereka itu batil, membuat² syarat yang tidak didatangkan oleh Allah ta'ala dan Rasulullah صَلَّى الله عليه وسلم, dan juga merasa lebih pandai dalam menetapkan syariat melebihi Allah ta'ala dan Rasulullah صَلَّى الله عليه وسلم.
Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dalam mensyaratkan melihat hilal tidak mewajibkan memberat²kan diri dengan melebihi syariat. Hukum dibina sesuai dengan zhahir yang nampak.
Allah ta'ala dan Rasulullah صَلَّى الله عليه وسلم tidak melarang memakai teropong untuk membantu melihat dan menguatkan kepastian.
Tapi anehnya orang-orang Shufiyyah dan yang seperti mereka: mereka sudah memakai teropong yang mahal untuk mencari kepastian, namun setelah hilal itu terlihat oleh mata mereka, tetap saja mereka dihantui oleh waswas dan keraguan.
Apakah mereka tidak mampu membedakan antara hilal dengan pantulan cahaya matahari yang mereka sebut² tadi?!
Lagi pula Kaidah Syar'iyyah telah menetapkan: "Orang yang melihat adalah hujjah terhadap orang yang tidak melihat. Orang yang mengetahui adalah hujjah terhadap orang yang tidak mengetahui. Dan orang yang hapal adalah hujjah terhadap orang yang tidak hapal."
Bukan malah dibolak-balik dengan alasan² manthiqiyyah-falsafiyyah dan sebagainya.
والله أعلم الصواب
---------------------------
(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah)
Ahad, 4 Syawal 1447 / 22-3-2026
Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy
