The Most/Recent Articles

Tampilkan postingan dengan label Bab 95 RS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bab 95 RS. Tampilkan semua postingan

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 95: Disunnahkan memberi khabar gembira dan mengucapkan selamat untuk sebuah kebaikkan)

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

Audio 1:
Audio 2:

KITAB ADAB

Bab 95 : Disunnahkan memberi khabar gembira dan mengucapkan selamat untuk sebuah kebaikkan


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Hadits 4

وَعَنْ ابْنِ شُمَاسَةَ قَالَ حَضَرْنَا عَمْرَو بْنَ الْعَاصِ وَهُوَ فِي سِيَاقَةِ الْمَوْتِ فَبَكَى طَوِيلًا وَحَوَّلَ وَجْهَهُ إِلَى الْجِدَارِ فَجَعَلَ ابْنُهُ يَقُولُ يَا أَبَتَاهُ أَمَا بَشَّرَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَذَا أَمَا بَشَّرَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَذَا قَالَ فَأَقْبَلَ بِوَجْهِهِ فَقَالَ إِنَّ أَفْضَلَ مَا نُعِدُّ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ إِنِّي كُنْتُ عَلَى أَطْبَاقٍ ثَلَاثٍ لَقَدْ رَأَيْتُنِي وَمَا أَحَدٌ أَشَدَّ بُغْضًا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنِّي وَلَا أَحَبَّ إِلَيَّ أَنْ أَكُونَ قَدْ اسْتَمْكَنْتُ مِنْهُ فَقَتَلْتُهُ فَلَوْ مُتُّ عَلَى تِلْكَ الْحَالِ لَكُنْتُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَلَمَّا جَعَلَ اللَّهُ الْإِسْلَامَ فِي قَلْبِي أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ ابْسُطْ يَمِينَكَ فَلْأُبَايِعْكَ فَبَسَطَ يَمِينَهُ قَالَ فَقَبَضْتُ يَدِي قَالَ مَا لَكَ يَا عَمْرُو قَالَ قُلْتُ أَرَدْتُ أَنْ أَشْتَرِطَ قَالَ تَشْتَرِطُ بِمَاذَا قُلْتُ أَنْ يُغْفَرَ لِي قَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الْإِسْلَامَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ وَأَنَّ الْهِجْرَةَ تَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلِهَا وَأَنَّ الْحَجَّ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ وَمَا كَانَ أَحَدٌ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا أَجَلَّ فِي عَيْنِي مِنْهُ وَمَا كُنْتُ أُطِيقُ أَنْ أَمْلَأَ عَيْنَيَّ مِنْهُ إِجْلَالًا لَهُ وَلَوْ سُئِلْتُ أَنْ أَصِفَهُ مَا أَطَقْتُ لِأَنِّي لَمْ أَكُنْ أَمْلَأُ عَيْنَيَّ مِنْهُ وَلَوْ مُتُّ عَلَى تِلْكَ الْحَالِ لَرَجَوْتُ أَنْ أَكُونَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ثُمَّ وَلِينَا أَشْيَاءَ مَا أَدْرِي مَا حَالِي فِيهَا فَإِذَا أَنَا مُتُّ فَلَا تَصْحَبْنِي نَائِحَةٌ وَلَا نَارٌ فَإِذَا دَفَنْتُمُونِي فَشُنُّوا عَلَيَّ التُّرَابَ شَنًّا ثُمَّ أَقِيمُوا حَوْلَ قَبْرِي قَدْرَ مَا تُنْحَرُ جَزُورٌ وَيُقْسَمُ لَحْمُهَا حَتَّى أَسْتَأْنِسَ بِكُمْ وَأَنْظُرَ مَاذَا أُرَاجِعُ بِهِ رُسُلَ رَبِّ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Ibnu Syumasah, ia berkata, "Kami pernah menghadiri Amru bin Al-Ash, pada saat-saat menjelang wafatnya. Sambil menangis tersedu-sedu ia memalingkan wajahnya ke arah dinding. Maka putranya pun berkata, "Wahai ayahku, tidakkah Rasulullah ﷺ telah memberikan kabar gembira kepadamu dengan hal demikian? Tidakkah Rasulullah ﷺ telah memberikan kabar gembira kepadamu dengan hal demikian?" Perawi berkata, Lalu Amr menghadap dengan wajahnya seraya berkata, 'Sesungguhnya sesuatu yang paling utama yang telah kita persiapkan adalah persaksian bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Sesungguhnya aku tengah berada pada tiga keadaan; Kulihat diriku, tak ada seorang pun yang lebih membenci Rasulullah ﷺ daripadaku. Dan tak ada sesuatu yang lebih aku sukai daripada aku dekat dengan beliau, sehingga aku dapat membunuhnya. Kalau seandainya aku meninggal dalam keadaan tersebut, niscaya aku termasuk penghuni neraka. Ketika Allah menganugerahkan islam di dalam hatiku, maka kudatangi Rasulullah ﷺ dan kukatakan, 'Bentangkan tangan kananmu, maka aku akan membaiatmu.' Maka beliau membentangkan tangan kanannya." Amru bin Al Ash melanjutkan, 'Lalu kutarik tanganku.' Beliau pun bertanya: 'Ada apa denganmu wahai Amr?' Aku menjawab, 'Aku ingin memberikan persyaratan.' Beliau bersabda, "Kamu meminta syarat apa?' Aku menjawab, 'Dengan syarat aku diampuni.' Beliau bersabda, "Apakah kamu tidak tahu bahwa Islam telah menghapuskan dosa yang telah lampau, begitupun hijrah juga menghapuskan dosa yang telah lampau, dan haji menghapuskan dosa yang telah lampau.' Dan kemudian tidak ada seorang pun yang lebih kucintai daripada Rasulullah ﷺ, dan tidak ada yang lebih agung di mataku daripada beliau. Tak akan pernah aku memberanikan diri untuk melihat sekilas wajahnya karena pengagungan kepadanya.

Jika aku diminta untuk menggambarkannya, aku tidak bisa melakukannya, karena aku belum melihatnya sepenuhnya. Dan kalau aku mati pada kondisi itu, aku sangat berharap menjadi salah seorang penghuni surga. Setelah itu kami memegang beberapa jabatan dan kami tidak mengetahui bagaimana keadaanku ketika memangku jabatan itu. Apabila aku meninggal dunia jangan diiringi dengan ratapan dan api. Apabila kalian hendak menguburkanku, maka taburkanlah tanah kedalamnya, lalu berdirilah sejenak sekitar lamanya seorang tukang jagal menyembelih unta dan membagi-bagikan dagingnya hingga aku tenang dengan adanya kalian seraya dapat menanti apa yang akan ditanyakan utusan Rabb-ku (malaikat di alam kubur). [HR Muslim]

Shahih Muslim no. 121

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 95: Disunnahkan memberi khabar gembira dan mengucapkan selamat untuk sebuah kebaikkan)

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله


KITAB ADAB

Bab 95 : Disunnahkan memberi khabar gembira dan mengucapkan selamat untuk sebuah kebaikkan


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Hadits 3

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ كُنَّا قُعُودًا حَوْلَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَنَا أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ فِي نَفَرٍ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ بَيْنِ أَظْهُرِنَا فَأَبْطَأَ عَلَيْنَا وَخَشِينَا أَنْ يُقْتَطَعَ دُونَنَا وَفَزِعْنَا فَقُمْنَا فَكُنْتُ أَوَّلَ مَنْ فَزِعَ فَخَرَجْتُ أَبْتَغِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى أَتَيْتُ حَائِطًا لِلْأَنْصَارِ لِبَنِي النَّجَّارِ فَدُرْتُ بِهِ هَلْ أَجِدُ لَهُ بَابًا فَلَمْ أَجِدْ فَإِذَا رَبِيعٌ يَدْخُلُ فِي جَوْفِ حَائِطٍ مِنْ بِئْرٍ خَارِجَةٍ وَالرَّبِيعُ الْجَدْوَلُ فَاحْتَفَزْتُ كَمَا يَحْتَفِزُ الثَّعْلَبُ فَدَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَقُلْتُ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا شَأْنُكَ قُلْتُ كُنْتَ بَيْنَ أَظْهُرِنَا فَقُمْتَ فَأَبْطَأْتَ عَلَيْنَا فَخَشِينَا أَنْ تُقْتَطَعَ دُونَنَا فَفَزِعْنَا فَكُنْتُ أَوَّلَ مِنْ فَزِعَ فَأَتَيْتُ هَذَا الْحَائِطَ فَاحْتَفَزْتُ كَمَا يَحْتَفِزُ الثَّعْلَبُ وَهَؤُلَاءِ النَّاسُ وَرَائِي فَقَالَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ وَأَعْطَانِي نَعْلَيْهِ قَالَ اذْهَبْ بِنَعْلَيَّ هَاتَيْنِ فَمَنْ لَقِيتَ مِنْ وَرَاءِ هَذَا الْحَائِطِ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُسْتَيْقِنًا بِهَا قَلْبُهُ فَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ. وَذَكَرَ الْحَدِيْثَ بِطُوْلِهِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dia berkata, "Kami pernah duduk mengitari Rasulullah ﷺ, dan bersama kami ada Abu Bakar dan Umar. Lalu beliau beranjak pergi dari sekeliling kami dan terlambat untuk kembali sampai-sampai kami khawatir kalau beliau tertangkap oleh musuh atau tertimpa musibah. Kami semua sangat khawatir, dan orang yang paling mengkhawatirkan keadaan beliau adalah aku. Maka aku pun berdiri dan keluar untuk mencari Rasulullah ﷺ hingga sampai pada sebuah kebun milik kaum Anshar dari bani Najjar. Akupun mengitarinya dengan harapan akan mendapatkan sebuah pintu masuk, namun aku tidak mendapatkannya. Dan ternyata ada sebuah aliran sungai dari luar kebun yang masuk dari sebuah penjuru kebun. Maka aku pun berusaha masuk sebagaimana seekor musang berusaha masuk melalui sebuah lubang sempit. Dan aku pun menemukan Rasulullah ﷺ. Beliau berseru: Abu Hurairah!' Akupun menjawab, 'Ya, wahai Rasulullah."Ada apa?", tanya beliau. Aku menjawab, "Begini wahai Rasul, engkau tadi sedang bersama-sama dengan kami, lalu tiba-tiba engkau pergi meninggalkan kami dan lama tidak kembali hingga kami pun sangat khawatir akan keselamatanmu, terutama aku wahai Rasul. Maka akupun berusaha memasuki kebun ini dari sebuah lubang yang sangat sempit sebagaimana seekor musang, dan mereka (para sahabat yang lain) ada di belakangku. Sambil berkata beliau memberikan kedua sandalnya kepadaku: 'Wahai Abu Hurairah, bawalah kedua sandalku ini, dan siapapun yang kau temui di balik kebun ini ia bersaksi bahwa tidak Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan ia menancapkan keyakinan ini dalam hatinya, maka berilah kabar gembira kepadanya dengan surga.' Dan beliau menyebut hadis secara panjang. (HR Muslim)

Shahih Muslim no. 31

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 95: Disunnahkan memberi khabar gembira dan mengucapkan selamat untuk sebuah kebaikkan)

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

Audio 1:
Audio 2:

KITAB ADAB

Bab 95 : Disunnahkan memberi khabar gembira dan mengucapkan selamat untuk sebuah kebaikkan


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Hadits 2 dlm bab 95

وَعَنْ أَبُو مُوسَى الْأَشْعَرِيُّ أَنَّهُ تَوَضَّأَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ خَرَجَ فَقُلْتُ لَأَلْزَمَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَأَكُونَنَّ مَعَهُ يَوْمِي هَذَا قَالَ فَجَاءَ الْمَسْجِدَ فَسَأَلَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا خَرَجَ وَوَجَّهَ هَا هُنَا فَخَرَجْتُ عَلَى إِثْرِهِ أَسْأَلُ عَنْهُ حَتَّى دَخَلَ بِئْرَ أَرِيسٍ فَجَلَسْتُ عِنْدَ الْبَابِ وَبَابُهَا مِنْ جَرِيدٍ حَتَّى قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَاجَتَهُ فَتَوَضَّأَ فَقُمْتُ إِلَيْهِ فَإِذَا هُوَ جَالِسٌ عَلَى بِئْرِ أَرِيسٍ وَتَوَسَّطَ قُفَّهَا وَكَشَفَ عَنْ سَاقَيْهِ وَدَلَّاهُمَا فِي الْبِئْرِ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ ثُمَّ انْصَرَفْتُ فَجَلَسْتُ عِنْدَ الْبَابِ فَقُلْتُ لَأَكُونَنَّ بَوَّابَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْيَوْمَ فَجَاءَ أَبُو بَكْرٍ فَدَفَعَ الْبَابَ فَقُلْتُ مَنْ هَذَا فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ فَقُلْتُ عَلَى رِسْلِكَ ثُمَّ ذَهَبْتُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا أَبُو بَكْرٍ يَسْتَأْذِنُ فَقَالَ ائْذَنْ لَهُ وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ فَأَقْبَلْتُ حَتَّى قُلْتُ لِأَبِي بَكْرٍ ادْخُلْ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَشِّرُكَ بِالْجَنَّةِ فَدَخَلَ أَبُو بَكْرٍ فَجَلَسَ عَنْ يَمِينِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَهُ فِي الْقُفِّ وَدَلَّى رِجْلَيْهِ فِي الْبِئْرِ كَمَا صَنَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَشَفَ عَنْ سَاقَيْهِ ثُمَّ رَجَعْتُ فَجَلَسْتُ وَقَدْ تَرَكْتُ أَخِي يَتَوَضَّأُ وَيَلْحَقُنِي فَقُلْتُ إِنْ يُرِدْ اللَّهُ بِفُلَانٍ خَيْرًا يُرِيدُ أَخَاهُ يَأْتِ بِهِ فَإِذَا إِنْسَانٌ يُحَرِّكُ الْبَابَ فَقُلْتُ مَنْ هَذَا فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ فَقُلْتُ عَلَى رِسْلِكَ ثُمَّ جِئْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَقُلْتُ هَذَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَسْتَأْذِنُ فَقَالَ ائْذَنْ لَهُ وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ فَجِئْتُ فَقُلْتُ ادْخُلْ وَبَشَّرَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْجَنَّةِ فَدَخَلَ فَجَلَسَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْقُفِّ عَنْ يَسَارِهِ وَدَلَّى رِجْلَيْهِ فِي الْبِئْرِ ثُمَّ رَجَعْتُ فَجَلَسْتُ فَقُلْتُ إِنْ يُرِدْ اللَّهُ بِفُلَانٍ خَيْرًا يَأْتِ بِهِ فَجَاءَ إِنْسَانٌ يُحَرِّكُ الْبَابَ فَقُلْتُ مَنْ هَذَا فَقَالَ عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ فَقُلْتُ عَلَى رِسْلِكَ فَجِئْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ ائْذَنْ لَهُ وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ عَلَى بَلْوَى تُصِيبُهُ فَجِئْتُهُ فَقُلْتُ لَهُ ادْخُلْ وَبَشَّرَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْجَنَّةِ عَلَى بَلْوَى تُصِيبُكَ فَدَخَلَ فَوَجَدَ الْقُفَّ قَدْ مُلِئَ فَجَلَسَ وِجَاهَهُ مِنْ الشَّقِّ الْآخَرِ قَالَ شَرِيكُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ فَأَوَّلْتُهَا قُبُورَهُمْ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Abu Musa Al Asy'ariy bahwa dia berwudhu di rumahnya lalu keluar. (Lalu dia bercerita); Aku berkata, 'Aku akan mendampingi Rasulullah ﷺ dan bersamanya hari ini." Dia berkata, "Maka dia menuju masjid lalu bertanya tentang keberadaan Nabi ﷺ. Orang-orang menjawab, "Beliau keluar dan menuju ke arah sana." Maka aku keluar menelusuri bekas jejak beliau mencari keberadaannya hingga (aku lihat) beliau memasuki sebuah sumur Aris (di suatu ladang pusat kota Madinah). Aku duduk di samping pintu yang terbuat dari pelepah kurma hingga Rasulullah ﷺ menyelesaikan keperluannya kemudian berwudhu. Aku segera menghampiri beliau yang ternyata beliau sedang duduk dekat sumur Aris tersebut dan berada di tengah-tengah tepi sumur tersebut. Beliau menyingkap (pakaiannya) hingga kedua betisnya dan mengulurkan kedua kakinya ke dalam sumur. Aku memberi salam kepada beliau lalu berpaling dan kembali duduk di samping pintu. Aku berkata, "Sungguh aku menjadi penjaga Rasulullah ﷺ pada hari ini." Kemudian Abu Bakr datang dan mengetuk pintu. Aku tanya, "Siapakah ini? Dia berkata, "Abu Bakr." Aku katakan, "Tunggu sebentar." Kemudian aku menemui (beliau ﷺ) lalu aku katakan, "Wahai Rasulullah, ada Abu Bakr minta izin masuk." Beliau berkata, "Izinkan dia masuk dan sampaikan kabar gembira kepadanya dengan surga." Aku kembali lalu aku katakan kepada Abu Bakr, "Masuklah, dan Rasulullah ﷺ telah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan surga." Maka Abu Bakr masuk lalu duduk di samping kanan Rasulullah ﷺ pada tepi sumur kemudian menjulurkan kedua kakinya ke dalam sumur sebagaimana yang dilakukan Nabi ﷺ dan mengangkat pakaiannya setinggi kedua betisnya. Kemudian aku kembali dan duduk. Aku telah meninggalkan saudaraku berwudhu dan menyusulku. Aku berkata, "Seandainya Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang, - yang dia maksud saudaranya, - pasti Allah memberinya." Tiba-tiba ada orang yang menggerak-gerakkan pintu, aku bertanya, "Siapakah ini?" Oang itu menjawab, "Aku 'Umar bin Al Khaththab." Aku katakan, "Tunggu sebentar." Kemudian aku menemui Rasulullah ﷺ dan memberi salam kepada beliau lalu aku katakan, "Wahai Rasulullah, ada 'Umar bin Al Khaththab minta izin masuk." Beliau berkata, "Izinkan dia masuk dan sampaikan kabar gembira kepadanya dengan surga." Maka aku temui lalu aku katakan, "Masuklah, dan Rasulullah ﷺ telah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan surga." Maka 'Umar masuk lalu duduk di samping kiri Rasulullah ﷺ pada tepi sumur kemudian menjulurkan kedua kakinya ke dalam sumur. Kemudian aku kembali dan duduk. Aku berkata, "Seandainya Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang, pasti Allah memberinya." Tiba-tiba ada lagi orang yang menggerak-gerakkan pintu, aku bertanya, "Siapakah ini?" Oang itu menjawab, "'Utsman bin 'Affan." Aku katakan, "Tunggu sebentar." Kemudian aku menemui Rasulullah ﷺ lalu aku kabarkan kepada beliau, maka beliau berkata, "Izinkan dia masuk dan sampaikan kabar gembira kepadanya dengan surga, dengan berbagai cobaan yang menimpanya." Maka aku menemuinya lalu aku katakan kepadanya, "Masuklah, dan Rasulullah ﷺ telah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan surga, sekaligus berbagai cobaan yang menimpamu." Maka 'Utsman masuk namun dia dapatkan tepi sumur telah penuh. Akhirnya dia duduk di hadapan beliau dari sisi yang lain." Berkata Syarik bin Abdullah, berkata Sa'id bin Al Musayyab, "Aku tafsirkan posisi duduk mereka bertiga sebagai posisi kuburan mereka sedangkan kuburan 'Utsman terpisah dari mereka". (Muttafaq Alaih)

Shahih Al-Bukhari (3674) dan Shahih Muslim (2403)

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 95: Disunnahkan memberi khabar gembira dan mengucapkan selamat untuk sebuah kebaikkan)

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله


KITAB ADAB

Bab 95 : Disunnahkan memberi khabar gembira dan mengucapkan selamat untuk sebuah kebaikkan

📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Hadits 1 dlm bab 95

عن أبي إبراهيم و يقال أبو محمد، ويقال أبو معاوية عبد الله بن أبي أوفى رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم بشر خديجة رضي الله عنها ببيت في الجنة من قصب، لا صخب فيه ولا نصب. متفق عليه.

Dari Abu Ibrahim, ada yang mengatakan namanya: Abu Muhammad dan ada juga yang mengatakan namanya Abu Mu'awiyah Abdullah bin Abi Aufa Radhiyallahu Anhu "Bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah memberikan kabar gembira kepada Khadijah Radhiyallahu Anha berupa sebuah rumah di surga yang terbuat dari mutiara. Tidak ada keributan dan tidak ada pula keletihan di dalamnya." (Muttafaq Alaih)

Shahih Al-Bukhari (3819) dan Shahih Muslim (2433)

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 95: Disunnahkan memberi khabar gembira dan mengucapkan selamat untuk sebuah kebaikkan)

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله


KITAB ADAB

Bab 95 : Disunnahkan memberi khabar gembira dan mengucapkan selamat untuk sebuah kebaikkan


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Allah Ta'ala berkata,

وَلَقَدۡ جَآءَتۡ رُسُلُنَآ إِبۡرَٰهِيمَ بِٱلۡبُشۡرَىٰ

"Dan para utusan Kami (para malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira." [Surah Hud: 69]

وَٱمۡرَأَتُهُۥ قَآئِمَةٞ فَضَحِكَتۡ فَبَشَّرۡنَٰهَا بِإِسۡحَٰقَ وَمِن وَرَآءِ إِسۡحَٰقَ يَعۡقُوبَ [٧١]

"Dan istrinya berdiri lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishak dan setelah Ishak (akan lahir) Yakub." [Surah Hud: 71]

فَنَادَتۡهُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَهُوَ قَآئِمٞ يُصَلِّي فِي ٱلۡمِحۡرَابِ أَنَّ ٱللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحۡيَىٰ

"Kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan salat di mihrab, "Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya." [Surah Al-Imran: 39]

إِذۡ قَالَتِ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ يَٰمَرۡيَمُ إِنَّ ٱللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٖ مِّنۡهُ ٱسۡمُهُ ٱلۡمَسِيحُ

"(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putra) namanya Al-Masih." [Surah Al-Imran: 45]

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 95: Disunnahkan memberi khabar gembira dan mengucapkan selamat untuk sebuah kebaikkan)

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله


KITAB ADAB

Bab 95 : Disunnahkan memberi khabar gembira dan mengucapkan selamat untuk sebuah kebaikkan
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Allah Ta'ala berkata,

وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ [٣٠]

"Dan bergembiralah kalian dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepada kalian." [Fussilat :30]

فَبَشَّرۡنَٰهُ بِغُلَٰمٍ حَلِيمٖ [١٠١]

"Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail)." [Surah As-Saffat: 101]

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya
Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 95: Disunnahkan memberi khabar gembira dan mengucapkan selamat untuk sebuah kebaikkan)

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Bab 95: Disunnahkan memberi khabar gembira dan mengucapkan selamat untuk sebuah kebaikkan


📣Oleh Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin soekojo Al Indonesiy Al Jawiy Al Qudsiy حفظه الله

Allah Ta'ala berfirman, 

فَبَشِّرْ عِبَادِ (١٧) الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ 

"Sebab itu sampaikanlah khabar gembira itu kepada hamba-hamba-Ku, yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya." (At-Taubah: 17-18)

Allah Ta'ala berfirman, 

يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُم بِرَحْمَةٍ مِّنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَّهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُّقِيمٌ (٢١)

"Robb menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat, keridhaan dan surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal didalamnya." (Az-Zumar: 21)

Semoga mendapat faedah-faedah dan manfaatnya

إن شاء الله

Sumber Channel Telegram: رياض الصالحين