-->

Header Ads

Al Fatawa Al Hamawiyah (Cercaan pada Al Quran)

Al Fatawa Al Hamawiyah



Dibahaskan oleh Asy Syeikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Indonesiy Al Jawiy.

D013: 30/8/2018


Bismillah. Dengan memohon pertolongan dari Allah

Ringkasan:

Sambungan catatan kaki no 24, pg 40:

ini adalah cercaan kepada al Quran dan cercaan kepada para nabi. kalau al quran itu tidak di fahami maknanya bererti al quran itu tidak menjalankan fungsinya. Tidak memenuhi janjinya. Juga ini cercaan kepada para nabi iaitu mereka membayan dan mengerjakan sesuatu yang mereka tidak faham isinya.

Allah mengabarkan bahawasanya Dia menjadikan al Quran itu sebagai pertunjuk dan keterangan untuk umat manusia (lalu ternyata manusia tidak faham dan tidak terang2 juga setelah di bacakan al Quran. Kalau demikian al Quran bukan sumber kebenaran dan Allah memerintahkan rasulNya untuk menyampaikan dengan penyampaian yang menjelaskan. Nabi bukan hanya menyampaikan lafaz tapi juga mengajari makna lafaz tersebut.

Allah telah memerintahkan untuk kita merenungkan al Quran dan memahaminya (bagaimana ternyata al Quran itu tidak mungkin di fahami? Bermakana Ini perintah yang mustahil!

Andaikata lafaz al quran tidak difahami oleh manusia maka bagaimana untuk manusia mengamalkan hukum2 syariat yang terkandung dalam al quran?


Allah menyatakan Islam ini telah sempurna; pasti Allah akan memastikan Islam yang sempurna ini diperturunkan dari generasi ke generasi umat ini sehingga akhir zaman. Dengan ini menolak pada yang mengatakan Rasul, para salaf tidak menyampaikan dengan jelas, atau hanya menyampaikan lafaz dan tanpa menjelaskan makna, lalu bagaimana umat akan beramal?

Kemudian golongan ahli kalam claimed Rasul hanya menyampaikan lafaz demi menjaga kemasalahatan umat; supaya umat boleh berfikir mengunakan aqal mereka makna lafaz tersebut. Seolah olah mengatakan kebenaran itu datangnya dari jalur aqal. Ini batil. Bererti kembali kepada pembatalan al Quran. Tenyata tidak ada gunanya al Quran sekirannya kebenaran dapat diketahui hanya dengan aqal. 

Matan dari sheikhul islam:

Kemudian ucapan2 ini seandainya direnungkan oleh manusia iaitu tentang masalah hanya Allah yang tahu maknanya, dia akan mendapatkan ini di puncak kebodohan bahkan ini dipuncak kesesatan.


Sumber Channel Telegram: Al Fatawa Al Hamawiyah

Diberdayakan oleh Blogger.