Al Fatawa Al Hamawiyah
Dibahaskan oleh Asy Syeikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Indonesiy Al Jawiy.
08092018
(Muka surat 28-30 matan)
Bismillahirahmanirrahim.
Ringkasan:
Sheikhul Islam mengajak di dalam matan untuk berpegang kepada pendahulu umat ini dalam melihat dan memahami dalil2 tentang asma wa sifat.
Mereka adalah golongan yang tercerdik, dianugerahkan kefahaman yang benar dan mereka menyaksikan berbagai perkara, yg mana yang selain mereka tidak berpeluang, yaitu melihatnya turun wahyu, melihat malaikat, melihat mukjizat.
Melalui merekalah ajaran islam ini diwarisi, maka sudah pasti mereka pertama di atas kebenaran.
Kalau kebanyakan manusia suka mengikuti nenek moyang tanpa usul periksa, golongan sahabat inilah yang lebih wajib diikuti kerana mereka lebih awal dari nenek moyang kita dalam beragama ini. Kalau kita inginkan kebersamaan di akhirat dengan sahabat yang telah dijanjikan syurga maka wajib kita mengikuti mereka dengan baik.
Bukan mengikuti aqidah para ahli filosof yang mengambil aqidah bukan dari sumbernya.
Fondasi kebenaran ada pada alquran, assunnah dan mengikuti salaf umat ini.
Allah telah melengkapi agama Muhammad ini dan mencukupi nikmatNya kepada hambaNya dengan agama ini.
Jadi mana mungkin agama yang paling lengkap dan paling sempurna dan paling bercahaya ini, memungkinkan untuk menyiakan perkara yang paling penting iaitu penjelasan ttg asma wa sifat.
Maka ini merupakan bantahan kepada orang yang mengatakan al quran dan assunnah masih belum menjelaskan tentang asma wa sifat, ini yang akan dibantah dalam perbahasan kitab ini seterusnya.
Sumber Channel Telegram: Al Fatawa Al Hamawiyah
