Al Fatawa Al Hamawiyah
Dibahaskan oleh Asy Syeikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Indonesiy Al Jawiy.
15/8/2018
(Mukasurat 30- 31 matan)
Bismillah.
Ringkasan:
Sheikhul Islam menegaskan akan kesempurnaan petunjuk al Quran dan sunnah yang di bawa oleh nabi; maka menjadi satu kemustahilan bahawa Allah samar2 mengenalkan diri Nya kepada makhluk (bab keimanan kepada Allah) padahal itulah perihal yang paling penting dan utama untuk di kabari. Andaikata ini terjadi, maka ianya sesuatu yang mustahil sama sekali.
Bahkan betul2 Al quran wa sunnah telah menerangkan semua yang diperlukan oleh umat untuk mengenal Allah.
Ayat2 tentang asma wa sifat lebih banyak berbanding ayat2 feqah; kalau feqah itu dirasakan sudah sangat jelas maka perihal keimanan, mengenal Allah sewajarnya pasti lebih jelas lagi.
Bahkan pengenalan tentang Allah adalah dasar agama; Rukun islam dimulai dengan laillahaillallah, rukun Iman dimulai dengan beriman kepada Allah. Pengetahuan tentang Allah adalah dasar dan inti segalanya.
Ini memberi indikasi bahawa perkara aqidah itu lebih penting untuk diutamakan dari feqah, akhlak dan sebagainya.
Jesteru ada keadaannya feqah itu boleh berbeza (terjadi khilaf) tapi tidak mungkin dalam perkara aqidah. Berbeza aqidah bererti sesat.
Ini menunjukkan dalam agama ini perkaranya bertingkat2; ada rukun dan ada yang tidak sampai kepada itu. Semuanya dalam agama ini penting, cuma ianya bertingkat2. Ada prinsip agama, ada prinsip sunnah.
Lalu bagaimana mengetahui usul agama? Kita mengetahui yang dasar (usul) itu dari perintah yang diagungkan oleh syariat.
Seluruh usul, prinsip2 dan dasar2 dari agama ini dalil2 nya itu jelas dan terang dan banyak sekali (menunjukkan perkara ini sangat di agungkan dalam agama sampai diulang2)
Seperti penyebutan asma wa sifat. Itulah pengenalan kepada Allah.
Sumber Channel Telegram: Al Fatawa Al Hamawiyah
