BREAK
  • Memuat berita terbaru...

Al Fatawa Al Hamawiyah (kesempurnaan petunjuk al Quran dan sunnah yang di bawa oleh Nabi Muhammad ﷺ) #lanjutan

Al Fatawa Al Hamawiyah



Dibahaskan oleh Asy Syeikh Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsiy Al Indonesiy Al Jawiy.

16/08/2018

(Muka surat 31-32 dari matan)


Bismillah

Ringkasan: (sambungan matan)

Kerana sesungguhnya pengetahuan tentang masaalah ini ( iaitu Allah dan seluruh asma ul husna dan sifat ketinggian Nya itu), adalah dasar dari agama dan asas dari hidayah.

Sheikhul Islam membawa beberapa hadis bahawa Nabi menunjuki kesempurnaan syariat ini kepada umat sehingga adab buang hajat diajari. 

Maka sewajarnya pengetahuan tentang Allah pasti tidak di tinggalkan dari diajari kerana itulah ilmu yang paling utama untuk di ketahui. 

Tidak mungkin nabi terlepas dari mengajari itu kepada umat sedangkan mengenal dan beriman kepada Allah adalah tujuan makhluk di ciptakan,

maka segala perkara yang diperlukan oleh manusia untuk mengetahui Allah dan untuk menyakini Allah (dengan keyakinan yang benar, dengan pengetahuan yang tepat) dan untuk di benarkan dari masalaah2 ini. Maka sungguh Allah dan Rasulnya telah menerangkannya dengan penjelasan yang memuaskan, memutuskan uzur (orang sudah sangat jelas, kalau dia menentang bererti dia tidak punya uzur lagi. Menjadi hujah Allah ke atas makhluk).

Apa yang telah disampaikan oleh Rasul kepada umat adalah mencukupi dari segala sisi (dipuncak kecukupan) seperti yang diinginkan Allah. 

Tidak mungkin Allah akan membiarkan untuk berlaku sebarang ketidak cukupan dalam penyampaian rasul yang menjadi utusan Nya.

Sewajarnya kita kaum muslimin mensyukuri nikmat ini. Seperti firman Nya:al baqarah:129.

Sheikhul islam membawa beberapa hadis yang menunjukkan kesempurnaan ilmu yang disampaikan nabi di dalam berbagai hal agama, juga sifat kesungguhan nabi untuk mengajari umat, oleh yang demikian, mustahil nabi meninggalkan perkara yang terpenting iaitu penjelasan tentang Allah dan Allah membiarkan nabi Nya terleka. INI AMAT MUSTAHIL.

Kesimpulannya: Sheikhul Islam mengatakan mustahil untuk Allah taala tidak menceritakan tentang diriNya sendiri; satu2 zat yang berhak di sembah, penciptaan alam semesta.

Maka Allah telah menjelaskan itu sejelas jelasnya.

Sumber Channel Telegram: Al Fatawa Al Hamawiyah

Lebih baru Lebih lama