Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka Surat 79)
Kajian Kitab
Terbitnya Dua Bulan Purnama
طلوع البدرين:
Tarikh: 22 Jumada Thani 1443 Selasa bersamaan 25/01/2022 Masehi
AlMuzani ilmu kalam yang bertaubat.
Imam Syafi'i membenci ilmu kalam.
Khoirawan Di Somali, dakwahnya besar sekali. Mereka pakar-pakar lughoh.
Allah tinggi diatas.
Kita masih di tujuh puluh sembilan. Dari gerakan kaki akidah masih terkait dengan bahwasanya Allah istiwa di atas arsy-nya terpisah dari makhluk-Nya.. murid dari Imam Syafi'i setelah Imam Syafi'i pindah ke Mesir itu. Ahli kalam yang bertobat Al Muzani. Tayib, Syafi'i fikihnya paling tinggi di zamannya, namun beliau sendiri tidak belajar. bahkan membenci ilmu kalam. Tidak seperti ucapan Ghazali yang mengatakan barang siapa tidak belajar ilmu kalam, maka usul fikihnya tidak akan, tidak akan sempurna. Bahkan Imam Syafi'i, Imam kalian sendiri, usul fikihnya sempurna.. bahkan dari beliau kalian mendapatkan usul fikih yaitu kitab ar-Risalah. Heeh. Tayib. Imam Syafi'i kemudian yang berikutnya adalah siapa? Ibnu Abdil Bar yang dikatakan sebagai beliau benci ilmu kalam disebut. dalam biografinya dan cercaan-cercaan beliau terhadap ahli kalam. Tapi beliau sendiri fakih besar dan kita itu apa itu termasuk kitab terbesar di dalam usul fikih. Dan dua-duanya alhamdulillah diajak. oleh dan lain-lain. Di dalam akidah-akidah beliau yang mana para salaf bersepakat di atasnya.. apa? Karena tentang Allah taala akidah yang telah disepakati di antaranya apa? Tentang Allah. itu dekat. Dekat dari sisi apa? Pengabulannya ketika diminta namun dia itu jauh dari kejauhan jarak. Jelas Allah di atas langit ketujuh sana.. itu tidak dicapai. Jelas. Naik ke bulan aja orang setengah mati. Entah entah sudah sampai atau belum. Tapi susah payah. Dia tinggi di atas Arsy-Nya.. terpisah dari makhluknya. Berarti orang-orang sufiyah sekarang yang mengatakan Allah itu bersatu dengan makhluk, memang apa? Ini menentang ijma seperti kata Syaikhul Islam. Bahkan Ulama Syafiiah mengatakan ini ijmak Allah terpisah dari makhluknya. Bagaimana. kalian disusupi akidah dari orang lain. Padahal ulama Syafi'iyah seperti ini. Seperti yang di dalam kitab-kitab itu. Akidahnya bersih dulunya. Allah itu ada dan Dia. tidaklah tiada. Akidah jelas, Allah mau bukan apa? Eh antara maujud dan ah itu akidah kacau. Atau sekejap sekejap ini kacau. Ulama Syafii ya menetapkan ijmak tentang ini. kalian berubah seperti itu. Lalu mengaku Syafi'i.
Dan tidaklah dia itu hilang. Akidah jelas, tidak membingungkan. Sementara dalam akidah Syafii ya, dalam akidah Syafiiyah yang sekarang mereka mengatakan. itu dari itu dari artinya membingungkan karena Allah itu membingungkan nauzubillah bahkan kita jelas kalian bingung karena belajar ilmu kalam. Setelah itu mengatakan. mencapai makrifat. Pengetahuan. Gimana bingung mencapai makrifah? Ini akidah yang kacau. Selesai jadi syarah sunah Al-Muzani. Ibnu Abi Zaid al-Qairowahil Maliki rahimahullah. oh iya ulama tahun tiga delapan enam Hijriah wafatnya menukilkan ijmak juga dan beliau dijuluki sebagai apa itu Maliki Assohir beliau dari. banyak bahkan sampai sekarang dari ahlusunah. Di mana sekarang itu di Somali. Dan Somali dakwah salafiyah-nya besar sekali seperti yang dijelaskan oleh mmm sahabat saya yang jadi syekh di Qatar itu. Beliau menga. kagum bagaimana ada apa ada eh bangunan majelis besar sekali padahal tidak ada jamiah kata beliau dan tidak terkait dengan pemerintah. Mereka para murid dari Dammad. Dakwahnya besar sekali di sana.. baik. Walaupun sering didebat dengan orang Yaman, orang Yaman bilang, Ta, kalian orang ajam. Pak, kami ini Arab mereka pakar-pakar orang-orang bahkan sampai minggu kemarin diperdebatan di Majemu. akhwal kutub yang banyak para masyaikhnya itu, orang Sumawi menetapkan sanad-sanad yang menunjukkan asal mereka itu adalah Arab, karena dulu demikian, demikian pada waktu para sahabat itu sampai ke sana lalu kawin dengan orang sana, wah, darah Arab banyak di sana. kata mereka. Orang Yaman yang lain tak terima, tak untuk kalian bukan apa? Bukan Arab. Debat, sering saya dulu debat di hadapan cuma gelak saja. Ah ini termasuk ulama besar. Somalia, tapi dulu tahun tiga ratusan. Ijma ahlusunah apa? Dan bahwasanya Allah itu tinggi di atas langit-Nya, di atas arsy-nya,. bukan di buminya. Ini jelas ijmak ahlusunah. Dan bahwasanya Allah di setiap tempat adalah dengan ilmunya, yaitu zatnya di sana, sementara ilmunya di sini dan di semua te. dia tahu segalanya. Ini ijmak. Selesai dari kitab karyawani. Kita masuk mmm belum selesai berarti ya catatan kakinya. yang wafat tahun enam, enam, enam. Maka termasuk dari sifat-sifat Allah taala yang dengan itu dia menyifati dirinya. Sendiri, dan kitabnya mengucapkan itu kalau tidak dengan ini, siapa lagi yang kita percaya? Allah dan kitabnya kita takpercaya. Dengan. setelah Allah dan ayat-ayat-Nya mereka mau beriman, justru malah belajar kepada Aristo dan lain-lain itu, ilmu kalam.
Dan nabinya mengabarkan itu bahwasanya Allah itu istiwa di atas arsy sebagaimana dia telah mengabarkan tentang dirinya sendiri maka Allah yang Mahaperkasa. si pengucapnya itu yaitu Allah berfirman sesungguhnya Rabb kalian adalah Allah. yang menciptakan seluruh langit dan bumi di dalam enam hari. Tak perlu ditakwil menjadi masa hari-hari. Terserah hari di sisi Allah memang apa? Seperti seribu tahun dari yang kalian hitung. Tapi hari tetap kita akan. hari, walaupun hari itu hakikatnya lain-lain, tak perlu kita takwil. Tak perlu pening. Kemudian dia istiwak di atas arsy. Tayib. Ini menunjukkan apa? Sebelum itu dia tidak dii, istiwak. istiwa di atas arsy karena ada di situ. Kalau artinya istawa adalah istaula menguasai berarti apa? Kalian menghina Allah. Padahal dikatakan Allah adalah Rabb. Bagaimana dia itu mmm Rabb yaitu penguasa alam semesta tahu-tahu. itu tidak dia kuasai sehingga menciptakan langit dan bumi. Berarti siapa yang menguasai arus sebelum itu? Padahal arus lebih besar dari langit dan bumi dan kursi. Ini menghina Allah, takwil, ahli kalam itu nauzubillah. Tapi mereka tak paham-paham di. alaihi salam maknanya sama ya. Dialah yang meninggikan langit tanpa tiang sebagaimana yang kalian lihat. Ini tafsir yang betul. Bukan tanpa tiang yang kalian lihat berarti. langit sebenarnya ada tiang. Tak justru ini menunjukkan kehebatan Allah taala, menjadikan langit itu tinggi tanpa tiang. Dan di Allah yang menjaga, jangan sampai jatuh ke bumi. Kemudian dia tinggi di atas. Istiwa di atas Arsy. Yaitu istiwa dengan sifat yang paling luas di atas makhluk yang paling luas. Kata Imam Ibnu Qayim. ini hikmahnya kenapa tidak mengatakan Allah seperti dalam beberapa ayat menggunakan kenapa menggunakan ah hikmahnya itu di antara hikmahnya itu kata. Kemudian dia istiwa di atas arasy, dialah Ar-Rahman, tanyakan tentang dia kepada yang tahu, bukan malah yang tidak tahu yang ditanya. Tay. Eh apa ini? Ini salam cinta sepertinya. Iya ini, kurang ba ini ya, iya. Allah lah yang menciptakan seluruh langit dan bumi dan apa saja di antara keduanya, ayat memang saling menjelaskan, saling melengkapi. Baik, semua yang di antara langit dan bumi juga diciptakan. Allah secara globalnya, kesimpulannya adalah semuanya itu enam hari. Seperti yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Katsir dan Ibnu mmm Ibnu Jarir. Jadi enam hari bukan langit saja, kemudian enam hari bumi saja. semuanya secara total adalah enam hari. Kemudian dia istiwa di atas arsy baik. sama. Ini adalah tujuh tempat, seperti yang diisyaratkan disebutkan juga oleh Islam di dalam akidah, ternyata Islam bukan membuat ajaran baru, beliau menukilkan hakikatnya. dan tidak menyelisihi dari ulama-ulama sebelumnya. Karena Abdul Ghani Al Maddasi rahimahullah yang kitab makro kitab beliau apa sih itu? Ubatul Ahkam oleh para ulama Syafi'iyah seperti juga mmm siapa itu yang. di dalam itu sendiri sudah menyebutkan dalilnya ada di tujuh tempat di dalam Alquran. yang di dalam tujuh ayat itu Allah yang Mahasuci mengabarkan bahwasanya dia ada di atas Arsy selesai dari
Sumber Channel Telegram: طلوع البدرين






























