Header Ads

Kajian Tafsir Quran (Pembahasan ayat 136)

Kuliah Tafsir Al Quran
🎙Asy-Syaikh Abu Fairuz bin Soekojo Al Jawiy Al Indonesiy


Kuliyah Tafsir al Qur'an:

Tarikh : 08 Zulhijjah, 1442 Hijriyah, Ahad, bersamaan 18/07/2021 Masehi

Kita masuk kepada pembahasan ayat yang ke 136 dari tafsir Al-Baqarah dari surah Al-Baqarah. 

Allah berfirman,
قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ (136)
ucapkanlah oleh kalian semua, kami beriman kepada Allah dan kepada apa saja yang diturunkan kepada kami,. ya kami beriman kepada apa saja yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub, dan Asbat, nanti akan ada penjelasan tentunya insya Allah. Tapi yang rajih, mereka adalah nabi-nabi Bani Israil.

Dan kami beriman kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa dan kami beriman kepada apa yang diberikan kepada para nabi-nabi dari roh mereka kami tidak memisah-misahkan, memisah-pisahkan di antara seorang pun dari mereka dan kami berserah diri hanya kepada Allah, kami adalah kaum muslimin hanya untuk Allah semata. Islam-nya karena Allah. 

Dijelaskan oleh bahwasanya. ayat yang mulia ini telah mencakupi seluruh perkara yang wajib diimani secara global dan sebagiannya diperinci sesuai dengan maqamnya sesuai dengan. posisi pembahasannya. 

Dan ketahuilah bahwasanya keimanan yang mana dia itu adalah pembenaran yang sempurna di dalam hati terhadap prinsip-prinsip dan. pembenaran terhadap dasar-dasar tadi dan juga pengakuan terhadap perkara tadi atau hu kembali zalimnya kepada hati kan? Pengakuan hati yang mengandungi amalan-amalan. hati dan anggota-anggota badan. Dan dia ini yaitu keimanan ini dengan sudut pandang ini masuk di dalamnya adalah Islam. Dan. masuk ke dalamnya amalan-amalan saleh semuanya. Maka dia ini yaitu amal-amal saleh termasuk jari iman dan jejak dari. jejak-jejak keimanan maka di mana saja lafat iman itu disebutkan secara mutlak masuk ke dalamnya apa saja yang disebut. tadi demikian pula Islam apabila disebutkan secara mutlak masuklah ke dalamnya keimanan maka apabila digandengkan di antara. tuanya keimanan itu adalah suatu nama untuk apa saja yang ada di dalam hati berupa pengakuan dan pembenaran ikrar. Jadi artinya pengakuan atau penetapan tak masalah tapi seringnya pengakuan. Sedangkan iman itu adalah nama atau istilah untuk amal-amal zohir. 

Demikian pula apabila di. Kumpulkan antara iman dan amal saleh walaupun iman sendiri menjaga pada seluruh amal saleh. Tapi kalau dikatakan maka amalmu di sini adalah orang-orang yang. beriman yang mana di dalamnya ada amal-amal, amalan hati, amalan batin, sedangkan mereka mengerjakan amal saleh, maksudnya adalah amal-amal zahir.. firman Allah taala maksudnya adalah ucapkanlah dengan lidah-lidah kalian yang saling sesuai dengan hati-hati kalian. Jelas ucap. ayat ini tidak menyuruh untuk jadi munafik nauzubillah hanya ucapan lisan hatinya tetap kafir bukan itu tapi ucapan lisan yang sesuai dengan isi hati dan inilah dia. perkataan yang sempurna, yang akan menghasilkan atau mengakibatkan pahala dan ganjaran. Adapun kalau sekedar ucapan, ucapan lisan kami beriman tetapi hatinya. adalah kufur yaitu dia munafik, tidak mendatangkan pahala, malah apa? Terancam dengan siksaan yang berat. Siksaan sebagai orang kafir dan siksaan sebagai orang yang mengolok-olok Allah dan kaum mukminin. Nauzubillah, munafik.. kemudian beliau mengatakan maka sebagaimana ucapan dengan lidah itu kalau tanpa keyakinan hati merupakan kemu. dan kekufuran maka perkataan yang kosong dari amalan, amalan hati dia itu tidak memiliki pengaruh, tidak memiliki kesan dan faedahnya sedikit. toyyib. Kalau dia munafik maka apa? Memang tidak ada faedahnya kecuali sekedar faedah duniawi yaitu dianggap sebagai muslim, masih boleh mewarisi orang tuanya yang muslim, masih. kalau mati disalati, badannya dimakamkan di pekuburan kaum muslimin. Itu sekedar faedah duniawi tapi tidak ada faedah di akhirat kan. dia orang munafik. Kemudian apa? Imam As-Sya'di mengatakan dan sesungguhnya hamba itu mendapatkan pahala atas. perkataan dia apabila ucapannya itu ucapan yang baik dan disertai dengan dasar keimanan. Kalau sekedar ucapan baik tapi dia munafik, hatinya tidak beriman tentunya. tidak ada gunanya. Tetapi ada perbedaan antara ucapan semata dan ucapan yang diiringi dengan amalan hati. Ya tentunya lain. 

Dalam masalah zikir, kata Imam Ibnu, kata Imam An-Nawawi rahimahullah. Walaupun sekedar zikir lisan itu bagus karena Allah ta Rasulullah mmm bersabda apa itu?. hendaknya lidahmu terus menerus basah dengan berzikir pada Allah terutama kita di hari-hari terbaik ini, sepuluh hari terbaik dalam satu tahun. Dan juga. ada dua perkataan yang ringan di lidah tetapi berat. di timbangan dan dicintai oleh Ar-Rahman yaitu zikir dengan lidah itu bagus sekali. Tetapi yang lebih baik adalah kalau zikir lidahnya itu disertai. zikir dengan hati juga, zikirnya berbicara dan hatinya juga mengucapkan yang sama, dia bilang hatinya juga sedang apa? Mengingat maknanya yaitu maha suci Allah. segala kekurangan dan aib dan dengan segala pujian untuk-Nya, yaitu pujian berupa sifat-sifat kesempurnaan. Karena memang kalimat ini mengandung. apa itu nafi dan isbat mengandung tanzim dan tahliyah. Mahasuci Allah yang Mahaagung. Ah di dalamnya ada penyucian sekaligus juga apa pengagu. jadi bukan hanya ucapan lisan tetapi hatinya juga mengingat makna tersebut. Ini, inilah yang terbaik. Maka walaupun zikir dengan lisan itu bagus sekali tetapi tetap tidak sama antara semacam. Semata-mata ucapan lisan dengan apa? Ucapan lisan yang diiringi dengan amalan hati. Itu kalau dia punya iman, maka tetap dua-duanya ada pahala walaupun lain-lain. Tapi kalau hati. tidak ada iman ini sekedar seperti zikirnya orang munafik, tidak ada pahalanya. Kemudian Imam As-Sya'di mengatakan jadi di dalam firman Allah taala kulu ucapkanlah oleh kalian semua. 

Di sini ada isyarat untuk mengumumkan akidah. Bukan hanya ini keyakinan hati saya, saya takperlu cerita ke orang-orang. Kata beliau, di sini ada isyarat untuk mengumumkan. yaitu pengumuman, mengumumkan akidah kita dan menampilkan akidah kita serta mendakwahkannya. Tak perlu merasa rendah diri di hadapan orang Yahudi atau orang Nasrani atau orang. Buddha atau Hindu dan seterusnya mereka saja tidak malu menampakkan agama-agama yang salah, yang buruk itu. Terkadang bahkan apa kita yang merasa sakit hati sebenarnya. Ini negeri muslimin, muslimin sering masuk kedai mereka. tapi mereka tidak malu untuk menampilkan patung-patung mereka itu dalam keadaan mereka sedang memuja patung itu atau memberikan mmm taktahu apa itu mmm asap-asap, membakar, membakar pedumpaan atau apa. Padahal kita ada di situ, mereka tak malu sama kita. Kenapa justru kita yang malu sama mereka? Kita benci lihat kesyirikan macam itu. Intinya apa? Tak perlu kita malu dengan akidah kita. Di sini Allah mengatakan. ucapkanlah berarti apa jangan merahasiakan akidah kita yang benar dan bahkan apa dakwahkanlah kata beliau karena akidah inilah prinsip agama dan dasar. Agama ini dan di dalam firman Allah taala amanah ucapkanlah oleh kalian kami beriman dan seterusnya itu yang muncul yang di dalamnya. ada kemunculan dari perbuatan yang dinisbatkan kepada seluruh umat. Karena apa? Ini perintahnya untuk semua, bukan hanya Nabi Muhammad, tapi semua pakai di sini. ada isyarat bahwasanya wajib bagi seluruh umat untuk berpegang teguh dengan tali Allah secara keseluruhan dan dorongan untuk mereka itu bersatu. hingga mereka semua eh sehingga penyeru mereka itu satu saja dan amalan mereka itu juga bersatu, kenapa? Karena di sini. disuruh mengucapkan kalimat yang sama, kami beriman kepada Allah, tidak layak umat ini berpecah belah sat yang yang satu beriman pada Allah, yang satu beriman pada patung yang lain, beriman kepada penunggu. pokok-pokok keramat atau yang lain lagi beriman kepada cincin-cincin keramat yang lain lagi beriman kepada bambu petung yang sedang dijual bermiliar-miliar di Indonesia itu nauzubillah sekedar bambu macam itu. rela keluar duit bermiliar-miliar. Kalau ditanya Anda beli ini untuk apa? Biar dapat duit banyak. Baru saja Anda keluar duit banyak. Belum tentu hasilnya lebih banyak lagi. Ini kerugian yang nauzubillah. Padahal se. diwajibkan mengucapkan kalimat yang sama, kami beriman kepada Allah, tak ada Allah menyuruh beriman pada yang lain, yaitu apa? Keimanan dalam artian yaitu bergantung dan taat serta seterusnya i. semuanya wajib bersatu dengan kalimat yang sama. Kemudian dan di dalam kandungan perintah ini adalah larangan dari perpecahan ya tidak boleh terjadi. kalimatnya lain-lain. Yang satu mengajak ke Allah, yang lain mengajak ke kubur Jailani misalkan dan seterusnya ini perpecahan. Perpecahan dalam perkara yang paling mendasar nauzubillah.. dan juga di dalam firman Allah ini ada isyarat bahwasanya mukminin itu bagaikan satu badan sebagaimana badan kita itu mulutnya satu saja harusnya kaum muslim. kalimatnya juga satu saja dan tujuannya satu yaitu apa? Agar kalimat Allah itulah yang paling tinggi, bukan masing-masing punya agenda sendiri, punya keinginan sendiri-sendiri. mulutnya satu, satu badan mulutnya satu saja, tak boleh tahu-tahu mmm tangan taksuka ikut ucapkan kaki mmm tangan punya, punya mulut sendiri, kaki punya mulut sendiri, saya tak suka ikut kepala yang itu mmm. perut juga punya mulut sendiri tak ada, semuanya satu mulut saja dan semuanya asalnya adalah dari satu hati, satu jantung saja dengan jantung yang tepat, bukan jantung yang kufur yang keliru. ini masyaallah eh yang sangat mendalam dari dan di dalam firman Allah taala dan sampai akhirnya ada penunjukan. bolehnya seseorang itu menisbahkan keimanan pada diri sendiri dan ini bukan bagian dari taskiyatul nafas yaitu maka jangan kalian. diri sendiri. Kami adalah orang yang beriman, bukan begitu. Tapi apa? Ketika kita di hadapan orang kafir, kita terang-terangan mengatakan kami beriman pada Allah, kami tidak beriman kepada patung-patung. yang lainnya. Boleh mengatakan seperti itu. Bukan tujuannya memuji diri sendiri. Tapi tujuannya adalah untuk membizakan jalan kita dengan jalan orang-orang musyrikun. Tapi apa? Kata Imam As-Syadi dalam. bola yang diikat. Yaitu diikat dengan tujuan yang baik macam tadi, bukan tujuannya untuk memuji dan mengagumi diri sendiri. Bahkan memang ini adalah kewajiban karena Allah memerintahkan itu. Orang lain me. kami beriman kepada, kepada Bunda Maria, atau kami beriman kepada patung Ganesha, atau kami beriman kepada eh salib atau apa, kita wajib untuk mengucapkan yang benar, kami beriman hanya kepada Allah, pencipta. dan bumi penguasa semuanya. Ini wajib. Berbeda kata beliau dengan perkataan ana mukmin, saya adalah orang yang mukmin di hadapan sesama mukminin, di hadapan sesama muslimin. Maka ini. Seakan-akan apa? Menjamin diri sendiri adalah penghuni surga. Dan ini takboleh. Makanya perintah tadi itu diikat yaitu ketika kita berhadapan dengan ahli syirik wal kufur. Kita katakan kami tidak ikut kalian. Kami adalah orang yang beriman. pada Allah. Tapi kalau sesama di hadapan sesama muslimin jangan kita mentaskiyah diri sendiri. Oh Anda baru derajat muslim. Saya sudah mukmin, guru saya sudah muhsin, dan seterusnya. Tak boleh. Karena apa? Allah berfirman. Maka jangan kalian menyucikan diri sendiri yaitu mengklaim, mendakwahkan diri sendiri, sudah suci, sudah bersih. Karena Allah yang lebih tahu dan paling tahu siapa yang bertakwa.. itu pula kata beliau tidak boleh ucapan saya mukmin kecuali digandengi dengan dengan apa perkecualian dengan masyiah Allah taala yaitu saya mukmin insyaallah ha itu. Boleh. Karena apa? Ini semua dengan taufik Allah dan disertai dengan harapan untuk Allah menjaga iman kita sampai mati. Kembali ke pembahasan ayat sebelumnya.. Kenapa? Karena kalau tidak diiringi dengan ucapan insyaallah di dalamnya ada yaitu ada penyucian diri yaitu mengklaim diri sudah suci dan persaksian bahwasanya diri kita memang ji. ah ini takboleh, kita tidak tahu jiwa kita tapi kita masih terus memerangi jiwa kita agar mau beriman pada Allah. 

Maka firman Allah di sini yaitu wajib. eh yaitu bahwasanya Allah itu adalah jadi bukan hanya beriman Allah ada semata tapi kita beriman bahwasanya Allah memang wajib. untuk ada takmungkin dia tidak ada dan dia itu satu saja tidak beranak, tidak diperanakkan, tidak seperti pola apa? Makhluk. Ini DNA-nya sama ini, oh berarti apa ini memang anak beranak. saudara marah, adik beradik, bukan. Allah betul-betul satu saja, tidak punya cabang dan tidak berasal dari percabangan yang lain. 

Dalam keadaan dia disifati. seluruh sifat kesempurnaan jadi yang namanya beriman pada Allah bukan hanya beriman Allah itu ada tapi apa juga beriman dengan seluruh sifat-sifat kesempurnaan-Nya disucikan dari seluruh kekurangan dan aib. Dia satu-satunya yang berhak untuk ditunggalkan dalam peribadatan. Jadi masuk di dalam iman pada Allah adalah iman kepada uluhiyah Allah. Satu-satunya yang lain tidak punya hak untuk disembah. Seluruh. Ibadah hanya untuk dia dan tanpa melakukan perserikatan terhadapnya dengan seluruh makhluk yaitu takada sesuatu pun yang diperseriksikan dengan Allah dari sisi mana pun.
Powered by Todorant

Sumber Channel Telegram: tafsirquran_abufairuz
Diberdayakan oleh Blogger.