Categories

Labels

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's.

Testimoni (جزاك الله خيرا)

Ramadhan

3/Ramadhan/big-col-left
FawaidAbuFairuz

Popular Posts

Most Popular

Popular Posts

Header Ads Widget

ads
Secondary Menu
Feature
Breaking news
Feature

Must Read

manhaj

Aqidah

[aqidah][bsummary]

vehicles

[fiqih][bigposts]

business

[faraid][twocolumns]

MEMVONIS TABDI' TAPI PINDAH KE PONDOK MUTAWAQQIFIN / AHLI TAQLID

MEMVONIS TABDI' TAPI PINDAH KE PONDOK MUTAWAQQIFIN / AHLI TAQLID

Tabdi

Pertanyaan :
Bagaimanakah pandangan Antum tentang kepindahan si Fulan ke pondok orang-orang mutawaqqifin dan ahli taqlid? Padahal si Fulan ini mengatakan bahwasanya Abu Hazim mubtadi'.
----------------------

Jawaban dengan memohon pertolongan pada Allah ta'ala :

In sya Allah ana berusaha selalu ikut Al Qur'an dan As Sunnah dengan pemahaman Salafush Shalih. Ana berusaha beragama dengan mengikuti dalil dan atsar, bukan mengekor orang besar, dan bukan pula mengajak umat untuk mengikuti orang seperti ana. Tapi ambillah hujjah dari mana ana mengambil.

Maka komentar ana terhadap berita tadi adalah sebagaimana atsar-atsar yang ana kirimkan ke sebagian Ustadz yang mulia in sya Allah :

Abu Hatim Ar Raziy رحمه الله berkata: Musa bin ‘Uqbah Ash Shuriy tiba di Baghdad. Maka hal itu diceritakan kepada Ahmad bin Hanbal, maka beliau berkata: “Perhatikanlah oleh kalian, dia singgah ke rumah siapa, dan ke rumah siapa dia bernaung.” (Diriwayatkan oleh Al Imam Ibnu Baththah رحمه الله dalam “Al Ibanatul Kubra” (no. 46) dengan sanad yang shahih).

Mu'adz bin Mu'adz رحمه الله berkata: Aku berkata pada Yahya bin Sa'id: “Wahai Abu Sa'id, seseorang itu walaupun dia menyembunyikan pendapatnya, tak akan tersembunyi pada anaknya, teman dekatnya dan teman duduknya." (“Al Ibanah”/Ibnu Baththah/2/474/no. 514/dengan sanad yang shahih).

Muhammad bin Ubaid Al Ghulabi رحمه الله berkata: Dulu dikatakan: "Para pengekor hawa nafsu saling menyembunyikan segala sesuatu kecuali keakraban dan persahabatan.” (“Al Ibanah”/Ibnu Baththah/2/479/no. 515/atsar ini minimal hasan).

Yahya bin Sa’id Al Qaththan رحمه الله berkata: "Ketika Sufyan Ats Tsauriy tiba di Bashrah beliau mulai memperhatikan keadaan Ar Rabi' –yaitu Ibnu Shubaih- dan kedudukannya di mata masyarakat. Beliau bertanya, "Apa madzhabnya?" Mereka menjawab, "Tiada madzhabnya kecuali as Sunnah." Beliau bertanya, "Siapa teman dekat di sekelilingnya?" Mereka berkata, "Qadariyyah (pengingkar taqdir)" Beliau berkata, "Berarti dia qadari." (“Al Ibanah”/Ibnu Baththah/2/453/no. 426/sanadnya hasan).

فالله الموفق إلى أقوم الطريق.
---------------------------
(Dijawab Oleh : Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsiy Al Jawiy Hafidzahullah)

Sabtu 10 Muharram 1447 / 5-7-2025
Sumber Channel Telegram: fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy