sponsor

sponsor

Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Tube

Business

Technology

Life & style

Games

Sports

Fashion

Usul Fiqih (Dars 8)

 Usul Fiqih

Untuk download file PDF klik gambar 


Dars 8

20200312
Sohih - suatu pelaksanaan ibadah yg mana dengan pelaksanaan tadi, beban tuntutan itu bebas. Dan tuntutan sudah gugur.

Bila aqad muamalah itu dikatakan sohih atau sohihah?
Yaitu suatu pelaksanaan aqad yg mana jejak atau pengaruh atau kesan-kesannya itu, berakibat kepada adanya dia.
Seperti apa, misalkan diakibatnya kepemilikan pada aqad jual beli.

Rukun jual beli.
1. Adanya barang yang dimiliki oleh sipenjual.

Sesuatu itu tidak dikatakan sah (ibadah @muamalah), kecuali dgn sempurnanya syarat-syarat dan di tiadakannya atau hilangnya penghalang-penghalang.

Contoh kesohihan dalam ibadah.
Orang ini memang mendatangkan solat pada waktunya, dalam keadaan syarat2nya itu sempurna, rukun2nya juga sudah sempurna dan sempurna kewajipan2nya.

Contoh sohihnya suatu aqad.
Dia membuat aqad jual beli, transaksi juabeli dalam keadaan syaratnya yamg dikenal telah sempurna, disertai dgn tidak adanya faktor penghalang.

Kalau ada satu syarat yg hilang atau didapatkannya faktor penghalang. Diantara penghalang, adanya akal. Makanya jual beli yang dilakukan orang gila, ini tidak sah. Demikian pula anak kecil, dia belum berakal tidak boleh jual beli walaupun syarat2 yang lain ada. Anak kecil belum faham masaalah harga yamg sesuai, maka ini belum sah. Maka kesohihannya itu terhalang.

Contoh hilangnya syarat dalam ibadah, orang solat tanpa thaharah. Solatnya tidak sah.

Contoh hilangnya syarat dalam aqad, dia menjual sesuatu yang tidak dia miliki.

Contoh adanya penghalang didalam ibadah. Dia melakukan solat thathawwu yang mutlak, solat sunnah yang mutlaqah di waktu yg terlarang. Setelah solat Asar atau setelah solat Subuh atau ketika matahari tepat di atas kepala itu. Ini adalah waktu yamg terlarang, maka ini bererti ada penghalang walaupun ada syarat2 semuanya terpenuhi, walaupun 13 rukun itu terpenuhi tapi penghalang ada.

Contoh adanya penghalang dlm aqad yaitu menjual sesuatu org yg wajib untuk solat jumaat, setelah azan yang kedua dalam bentuk yang tidak diperbolehkan, kecuali kalau ada uzur.


🎙 Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Jawiy Al Indonesiy حفظه الله 

Sumber Channel Telegram: Usul Fiqih

Usul Fiqih (Dars 7)

 Usul Fiqih

Untuk download file PDF klik gambar 


Dars 7

10/02/2020
٥.المباح

Al Mubah
Secara bahasa - Mubah ertinya adalah yg diumumkan, dari اباح yaitu mengeraskan suara, والمأذون فيه yg diizinkan
Secara istilah - suatu perkara yg secara zatnya tidak terkait dgn perintah dan larangan.
Seperti makan dimalam hari Ramadhan.

Maka keluar dengan ucapan kita, suatu perkara yang tidak terkait dengan perintah, yaitu yang wajib dan mandub

Keluar dgn perkataan kita, tidak pula terkait dengan larangan, yaitu yang haram dan makruh.

Keluar dgn perkataan kita, secara zatnya, yaitu suatu perkara apabila terkait dgn suatu perintah, kerana dia menjadi wasilah/sarana/perantara/pendekat untuk menjalankan apa yang diperintahkan.

Atau terkait, ternyata perkara ini sekarang dalam kes ini misalkan, dia terkait dgn suatu larangan kerana dia menjadi sarana masuk kepada perkara yang dilarang.

Maka kerana sesungguhnya dia sekarang memiliki hukum dari sesuatu yang mana dia menjadi perantara kepada perkara tadi.

Berupa perkara yang diperintahkan atau yg dilarangkan.
الوسائلها حكم المقاصد
Perantara2 itu memiliki hukum seperti hukum tujuannya. Kalau tujuannya menuju kpd yang diperintahkan, maka dia juga jadi diperintahkan atau sebaliknya.

Keadaan2 ini tidak mengeluarkan dia dari hukum mubah pada asalnya.

Perkara yg mubah selama dia itu diatas sifat kemubahannya, maka dia tidak terkait dgn pahala ataupun hukuman. Dia juga di kasi nama halal dan jaiz.

Ahkam al Wad'iyah
Hukum2 yg diletakkan, adalah sesuatu yg diletakkan oleh sipembuat syariat berupa alamat2.

Alamat tentang pastinya suatu perkara atau suatu hukum, atau hilangnya suatu perkara atau satu hukum, sebagai alamat untuk berlakunya suatu transaksi atau dibatalnya suatu transaksi.

Diantara nya sahnya suatu ibadah atau suatu muamalah atau rosaknya suatu ibadah atau suatu muamalah.

1. Sohih; secara bahasa selamat dari penyakit
Secara istilah; suatu perkara yang mana pengaruh atau kesan dari perbuatan itu berakibat pada dirinya, baik dia itu berupa ibadah atau berupa akad yaitu muamalat, transaksi ini dan itu.

Soalan
Minit ke 12.37; Rokok

Sheikhuna, tentang bab mubah tadi kan. Ada ustadz2 bid'ah menggunakan bab ini mengatakan rokok, sebagai contoh, kita boleh memudaratkan diri kita kalau tak hisap rokok, maka hukum rokok itu adalah wajib, sebab meninggalkannya memudaratkan kita. Bagaimana menjawabnya?

Jawabnya ada dari.beberapa sisi. Itu adalah naf'un yang madz'nun. Ini adalah menafaat yang diperkirakan sahaja., bahawasanya rokok ini ada menafaatnya kerana orang yang tidak merokok itu boleh jadi dia akan tidak konsentrasi lah, badannya akab bergetar. Kita tanya, 'Kenapa engkau sampai tidak konsentrasi, badan mu boleh sampai bergetar bahkan boleh jadi seharian engkau jadi pening. Ye selama ini saya sudah kecanduan rokok. Bererti rokok itu lah yang membahayakan bukan malah mendatangkan menafaat. Sehingga engkau sampai mengalami idman, mengalami ketergantungan. Justeru ketergantungan ini menunjukkan bahawasanya rokok itu adalah haram kerana dia merosak keadaan mizat yaitu metabolisme seorang manusia.

Menafaat yang dihayalkan tadi adalah menafaat yang madlun. Jadi sekadar dipersangkakan saja. Sekarang hukum asalnya orang kalau tidak merokok, dia sihat sihat saja. Kenapa sekarang jadi tergantung kepada rokok. Bererti rokok itu yang haram. Rokok itu yang memudhoratkan. Thoyyib, dan kalau dia mengobati diri sendiri mungkin dgn makan gula-gula dan dengan kesabaran dan keteguhan, dia jadi sihat lagi tidak tergantung pada rokok tadi. Jadi itu tadi menafaat yang dipersangkakan saja.
Sebagaimana ucapan orang Arab, 'Saya minum khamar, tegukan yang kedua, ini untuk mengobati rasa haus kerana tegukan yang pertama. Seandainya sejak pertama di tidak minum khamar, dia tidak haus itu. Tapi gara-gara dia minum khamar, akhirnya dia kehausan lalu dia beralasan, oh khamar ini menghilangkan kehausan, tidak. Sejak awal salah kamu sendiri kenapa anda minum khomar. Akibatnya anda jadi kehausan. Jadi anda lah yang membuat mudhorat kepada diri sendiri. Lalu dengan alasan mengobati mudhorat yang pertama,anda mendatangkan mudhorat yang kedua kerana nanti yang kedua nanti akan mendatangkan mudhorat yang ketiga. Anda jadi tergantung pada tegukan yang ketiga dan seterusnya. Ini di bahas oleh Ibnu Qaiyim didalam Ad Da' wad dawa'. Thoyyib, jadi itu sekadar persangkaan, menafaatnya tadi.

Thoyyib dan juga dari sisi usul fiqih yang lain, kita katakan usul fiqih ini tidak boleh diambil sebahagian dibuang sebahagian yang lain. Usul fiqih yang lain mengatakan, 'Daf'ul mafasid muqodomin ala jabil masolih'. Yaitu menolak kerosakan lebih diutamakan daripada mendatangkan kemaslahatan. Tadi dia bilang ada kemaslahatan, ada menafaat, agar kita tidak lagi mengalami istilahnya hilangnya konsentrasi atau mengalami getaran badan atau apa sepanjang hari. Kita katakan, itu menafaat yang sangat sedikit dibandingkan dengan mudhoratnya yang akan menyebabkan kita kena kanser paru-paru, kena ini, kena itu bahkan kanser kulit, kanser tenggorokan itu dan mudhoratnya sampai kepa da isteri kita, kasihan. Harus mencium bau yang busuk atau juga memjadi perokok pasif sementara para pakar telah mengatakan perokokn pasif risiko memdapatkan kanser sekian ratus kali lipat lebih besar daripada perokok yang aktif. Thoyyib. Itu kata para pakarnya gitu. Belum lagi yang nanti dilahirkan, yang boleh jadi dia malah tahu2 cacat dan seterusnya. Mudhoratnya banyak sekali.

Thoyyib, bererti apa, menafaat yang kecil itu harus dibuang demi menjauh dari mudhorat yang lebih besar. Bahkan asal dari mudhorat sendiri harus di tinggalkan walaupun hal itu menyebabkan sebahagian menafaat tidak didapatkan kerana dar'ul mafasid muqoddam ala jabil musolih. Menolak kerosakan itu lebih diutamakan daripada mendatangkan menafaat. Menafaat yang sebenarnya itu keburukan dari yang mereka perbuat sendiri. Mereka yang salah sendiri, kenapa masuk ke bahaya tadi sehingga perlu melakukan perkara yang haram demi mendapatkan menafaat yang di sangkakan tadi. Thoyyib. Ini usul fiqih yang dibuat-buat, yang diletakkan bukan pada tempatnya.


🎙 Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Jawiy Al Indonesiy حفظه الله 

Sumber Channel Telegram: Usul Fiqih

Usul Fiqih (Dars 6)

 Usul Fiqih

Untuk download file PDF klik gambar 


Dars 6

08/03/2020
2. المندوب
Yaitu mustahab
Secara lughoh; diserukan, diajak utk mengerjakannya
Secara istilah; perkara yang diperintahkan oleh si pembuat syariat, tidak dalam  bentuk keharusan spt solat rowatib.

Maka keluar dgn perkataan kita, perkara yang diperintahkan oleh si pembuat syariat, perkara yg diharamkan, perkara yang makruh, mubah.

Maka keluar dgn perkataan kita, bukan dalam bentuk keharusan (wajib).
Definisi kedua dari sisi buahnya dan hasilnya, sesuatu yang mana oramg yg melakukannya itu diberi pahala kalau niatnya beribadah mencari pahala, tetapi yg meninggalkannya tidak sampai dihukum.
Nama lainnya SUNNAH. secara fiqh ahkam taklifiyah, disunnahkan, disukai, tambahan, tatawwuan.

3. المحرم
Perkara haram
Secara bahasa; sesuatu yg dilarang, ditegah.
Secara istilah; sesuatu yg dilarang utk dilakukan oleh sipembuat syariat dalam bentuk pengharusan untuk ditinggalkan.
Contoh kedurhakaan kpd kedua orang tua.

Maka keluar dgn perkataan kita, perkara yg dilarang oleh pembuat syariat, wajib, mandub dan mubah.

Maka keluar dgn perkataan kita, dalam bemtuk pengharusan utk ditinggalkan yaitu yg makruh.

Definisi secara buahnya.
Yang namanya yang haram, perkara yang orang yg meninggalkannya itu akan diberi pahala dgn syarat niatnya beribadah.
Orang yg melakukannya berhak mendapatkan hukuman.

Nama lainnya; perkara yg dilarangkan atau perkara yg dicegah.

4. المكروه
Secara bahasa; yang dibenci.
Secara istilah; perkara yg dilarang oleh sipembuat syariat tapi bukan dalam.bentuk pemgharusan u tuk ditinggalkan.
Seperti mengambil dgn tangan kiri, memberi dgn tangan kiri. Ini tidak sampai haram tapi ia makruh.

Keluar dgn perkataan kita, yg wajib, mandub, mubah.
Keluar dgn perkataan kita, namun bukan dalam bentuk pengharusan utk ditinggalkan; almuharram.

Yg namanya makruh adalah suatu amalan atau suatu perbuatan yang mana orang yang meninggalkannya akan diberi pahala, tapi dgn niat mencari pahala dan ibadah tetapi kalau dia melakukannya, dia tidak sampai dihukum.

Soalan
Ana pernah mendengar ada yang mengatakan bila dia meninggalkan perkara yg mustahab dia tidak berdosa tapi tidak.....Bagaimana batasannya? Sila dengar pembahasan di akhir audio


🎙 Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Jawiy Al Indonesiy حفظه الله 

Sumber Channel Telegram: Usul Fiqih

Usul Fiqih (Dars 5)

 Usul Fiqih

Untuk download file PDF klik gambar 


Dars 5

05/03/2020
أقسام الأحكام الشرعية
Pembagian hukum2 syari'ah.
Hukum2 syari'ah terbahagi menjadi 2 macam.
Taklifiyah - hukum pembebanan
Wad'iyyah - hukum peletakan

Hukum itu ada banyak, ada hukum duniawi dan hukum akhirat (diniyah). Hukum diniyah di bagi dua - hukum aqidah dan hukum fiqhiyah. Yang dibahas disini adalah hukum fiqhiyah.

Hukum fiqhiyah terbagi dua, yaitu taklifiyah dan wad'iyah.

Taklifiyah ada 5 macam.
  1. Wajib, yg bersifat wajib
  2. Mandub, yg bersifat anjuran
  3. Haram, yg bersifat pelarangan sampai tingkat haram.
  4. Makruh, yg dibenci, dihindari
  5. Mubah, di perbolehkan

Wajib
Secara bahasa - jatuh, sesuatu yg bersifat mengharuskan
Secara istilah - perkara yang diperintahkan oleh sipembuat syariat dalam bentuk keharusan.
Contoh : seperti solat yang lima.

Maka keluar dari ucapan kami, perkara yang diperintahkan oleh pembuat syariat - yang haram tidak masuk, yg makruh tidak masuk, yg mubah tidak masuk.

Keluar dari ucapan kami, dalam bentuk pengharusan, almandub (sekadar dianjurkan).

Definisi wajib yang terkenal didalam kitab2 fiqh.
Definisi wajib yang kedua, secara buahnya, yaitu orang yg mana pelakunya itu mendapatkan pahala, niat menjalankan ibadah, dan dia berhak dihukum kalau meninggalkannya.

Definisi iyamg kedua ini adalah definisi dari Muktazilah, yang mengharuskan Allah memberikan pahala bagi orang yang beribadah dan mengharuskan menyiksa bagi orang yang tidak beribadah.

Ini definisi yang keliru. Kerana ada orang yang zahirnya.beribadah tetapi niatnya bukan mencari pahala. Maka dia tidak wajib mendapatkan pahala.

Dan juga berapa banyak orang yang dia itu.berhak dihukum tetapi Allah tidak menghukum. Bererti orang yang meninggalkan kewajipan tidak selalu dia itu dihukum, cuma.berhak dihukum kalau Allah تعالى menghendaki dia dihukum.

Makanya definisi secara buah tadi asalnya Muktazilah, inu bukan definisi yang sempurna maka ditinggalkan oleh Ibnu Uthaymeen, juga disebutkan dgn dilengkapi agar selamat dari kesalahan Muktazilah.

Istilah wajib dinamakan yang lain adalah fardhu (kewajiban).

Soalan
Ada satu ustadz bid'ah mengatakan disebutkan sesuatu amalan itu sunnah atau bid'ah, dia kata kembali kepada sini. Hukum hakam itu ada 5, bid'ah itu dimana? Ada disebut bid'ah di barisan wajib, mandub dll??

Audio 1:
Audio 2:

🎙 Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Jawiy Al Indonesiy حفظه الله 

Sumber Channel Telegram: Usul Fiqih