The Most/Recent Articles

Tampilkan postingan dengan label Kesesatan Sururiy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesesatan Sururiy. Tampilkan semua postingan

Kesesatan Sururiy (Dars 6)

بسم الله الرحمن الرحيم




Alamat atau sifat Sururiyah yang ketiga. Berusaha untuk mengorganisir kelompoknya, tanzim, membuat organisasi. Dan sukanya seperti itu. Alasannya lebih rapi, tapi apa, sampai menyelisihi jalan salaf. Katanya ikut salaf.

Berusaha untuk membuat, yaitu apa, yaitu istilahnya mungkin apa, Dewan Ustadz misalkan, atau Dewan Ulama atau Dewan Fatwa seperti yang biasa dilakukan oleh apa, oleh orang-orang yang memang terorganisir seperti yang Ikhwanul Muslimin seperti jamaah-jamaah yang lain yang memang memiliki tanzim. Suatu organisasi.

Seperti juga Al Irsyad. Mereka memiliki dewan fatwa Al Irsyad. Sukanya seperti itu. Seakan-akan apa, membentuk sebuah negara kecil. Thoyyib.

Ada Ahlul Halli Wal Aqdi, tidak cukup dengan ulama-ulama yang umum yang tidak terikat dengan organisasi. Untuk apa? Memilih Amir Jamaah. Maka tidak heran kita dengan apa, orang-orang Sururiyah, mereka rajin membuat apa, jam'iyat, membuat yayasan dan lain-lain. Kerana itu memang ajaran dari pendahulu mereka. Yaitu apa? Orang Ikhwanul Muslimin, seperti itu. Thoyyib.

Dan ini adalah dalil yang menunjukkan bahwasanya mereka berusaha untuk mengadakan suatu negara didalam negara. Dan ini adalah apa, kembalinya kepada Khawarij lagi, walaupun tidak betul-betul, mereka meyakini seperti aqidah-aqidah Khawarij, tapi arahnya ke situ.

Makanya kalau ditanya orang-orang Sururiyah, mereka itu di dalam 72 firqoh, mereka kembalinya ke mana? Kita katakan kembalinya adalah kepada Khawarij kerana apa, unsur-unsurnya kembalinya ke situ. Dan ini adalah Khawarij generasi pertama dan Sururiyah generasi yang pertama yaitu generasi, ye Sururiyah generasi pertama seperti itu
Sumber Channel Telegram: kesesatan_sururiyah

Kesesatan Sururiy (Dars 5)

Permulaan transkrip Audio KS5



Masih di mukasurat yang ke 13.

Setelah Sheikh Robi' وفقه الله تعالى menyebutkan, "Setelah sempurna pembuangannya atau pengusirannya." (Pengusiran manhaj salaf yang betul.)

"Sungguh manhaj ini telah berpengaruh, telah apa, berkesan kepada para penulis yang kami menyangka, mereka adalah termasuk dari salafiyyin-salafiyyin yang terbaik."(Khiyar, jama’ dari Khoir, iaitu Akhyar).

Contohnya adalah siapa? *Syeikh Bakar Abu Zaid.* Ini (dia) termasuk Khyarin Salafiyyin , dan bahkan termasuk anggota Lajnah Daimah, dan risalah nya bagus-bagus membela Salaf tetapi ternyata dengan sebab ajaran yang baru itu (Surury) beliau terkesan, terpengaruh sehingga membela *Syed Qutb*dan sebagainya. Sampai punya 3 buku tentang masalah apa itu yang justeru memghentam para Salafyyun. Toyyib dan juga termasuk didalamnya adalah beberapa tokoh-tokoh yang lain yang dulu kita sangka adalah Salafy, tapi menjadi apa, terpengaruh dan terkesan dengan ajaran-ajaran yang baru (Surury) itu, akibat dari apa, membaca buku-buku yang samar-samar (tidak Jelas) seperti itu, dzohirnya Salafiyah, ternyata memasukkan racun-racun yang sangat berbahaya, Thoyyib.

Kami sangka mereka itu dalam, yaitu termasuk dalam kemampuan-kemampuan (tokoh-tokoh yang memiliki kemampuan besar) termasuk yang dijuluki Midfah Ahli Sunnah (Meriamnya Ahlusunnah yaitu *Falih al Harbi*, dapat tazkiyah besar dari apa, Syeikh Bin Baz dan lain-lain, tapi tidak lama kemudian, memang orang tidak maksum dan memang bahaya kalau dekat-dekat dengan syubuhat, akibatnya malah berubah, tahu-tahu balik membela *Syed Qutb* setelah itu, thoyyib.

Ini termasuk tokoh-tokoh memiliki kekuatan besar, tahu-tahu berubah نعوذ بالله, dan memiliki jenis-jenis yang bagus dan keperibadian yang jayyidah, yang bagus, tokoh yang terkemuka. Berapa banyak tokoh-tokoh yang mendapat tazkiyah, tahu-tahu setelah itu berubah, الله المستعان, seperti *Abul Hassan Al Misri*, dulu bagus banyak pujian terhadap dia tapi Allah Ta’ala tahu dihatinya ada ketidak ikhlasan akhirnya berubah setelah apa, setelah bergabung dangan jam'iyyat ini jam'iyyat itu akhirnya berubah, dan menjadi apa? menjadi pembela terbesar *Ikhwanul Muslimin* نعوذ بالله. Tapi tidak mahu mengaku saya adalah ikhwanul muslimin”.

Yang mana kami memohon kepada Allah تعالى untuk memberikan taufiq kepada peribadi-peribadi macam tadi. Agar peribadi-peribadi tadi itu atau jenis-jenis orang hebat macam tadi itu menempuh jalan dan metode salaf mereka yang soleh, tidak perlu memilih jalan-jalan yang baru didalam dakwah kepada manhaj salafi yang jelas. Dan juga Tarbiyatul Jaadah yaitu tarbiyah pendidikan yang jaadah, yang bagus. Jaadah jalan yang terang dan besar, tidak jalan yang masih samar- samar dan kecil, agar para pemuda itu berjalan diatasnya (metode salaf). Dan menanamkan kecintaan kepada manhaj ini dan kepada ahli manhaj ini (manhaj salaf) baik mereka itu masih hidup ataupun yang sudah mati, cinta kepada ulama" Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang hidup ataupun yang telah meninggal dan berjalan didalam rombongan mereka. Jangan pilih jalan yang lain. Jangan memisahkan diri dari rombongan yang telah meninggal dalam keadaan yang bagus dan istiqomah di atas kebaikan tadi. Dan merasa bangga dengan kita menisbatkan diri kepada mereka, “saya adalah Salafy, saya adalah Sunni “ dan yang semacam itu.

*Sungguh manhaj ini (Surury), manhaj yang baru itu disisipkan ke tengah-tengah Ahlussunnah Wal Jamaah, telah berkesan, manhaj yang bagaimana itu ? Manhaj yang dinyatakan bahawasanya ini lah manhaj yang pertengahan, tidak berlebihan (menggambarkan kita ini yang mengkritik secara terang-terangan dianggap berlebih-lebihan, tapi yang sekadar yang menyebut
ما بل قوم، ما بل قوم
Ha itu yang pertengahan, tidak pernah menyebut nama orang. Yang betul kita yang pertengahan, perlu di sebut, di sebut, tidak perlu disebut maka apa, jangan dighibahi. Cukup di kritik secara mubham, itu yang pertengahan. Seperti yang diajarkan nabi, tidak berlebihan dan tidak kurang.

Dikatakan itulah yang adil. Kalau mengkritik seseorang harud disebutkan kebaikannya juga. Ha ini kata mereka adil. Yang betul itu bukan keadilan, kerana Allah tidak mengatakan, ketika membahas masaalah syaitan, walaupun seperti itu, dia ribuan tahun ibadah pada saya, tidak pernah Allah bilang begitu.

Juga Allah tidak menyebutkan bahawasanya Abu Lahab itu punya kebaikan gini, gini, gini.

*Ketika acaranya adalah sedang memperingatkan bahaya, tidak perlu sampai disebutkan kebaikannya. Itu baru keadilan. Bukan keadilan orang-orang Sururiyah.*

Justeru manhaj yang dinyatakan, inilah pertengahan, dan inilah keadilan, telah berkesan kepada para pemuda yang dulu, dan senantiasa kami ini, mengharapkan pada mereka, mereka memegang manhaj salaf dengan kesungguhan, bukan santai-santai, bukan sekadar apa, memegang atasnya tapi tidak serius mempelajari dalamnya sehingga mudah terseret oleh arus yang baru.

Kami masih terus mengharapkan mereka itu akan membawa bendera Salafiyah ini, bendera manhaj salafi ini dengan penuh kekuatan, bukan kelembekan. Bukan ketika panas, tidak ada duit, benderanya dibuang, bukan begitu. Dan mengajak kepada manhaj salaf dengan penuh kebanggaan. Bukan malah inferior, merasa rendah diri, malu mengaku sebagai salafi, bukan. Bahkan bangga dan gembira dengan apa aqidah yang betul dan manhaj yang lurus ini.

Dan kami harapkan mereka nanti siap untuk mengorbankan demi manhaj salafi ini, segala yang mahal dan segala yang murah. Rela dikorbankan untuk Allah تعالى dan rasulNya dan untuk membela Salafiyah. Memang penuh pengorbanan. Berupa harta, demikian pula kehormatan, siap membela Salafiyah walaupun kehormatannya di rendahkan oleh orang-orang jahil. Dan penuh dengan kesungguhan, semangat dan kerajinan. Amal, betul-betul kerja, bukan pandai bicara.

Akan tetapi, sangat kami sesalkan, kenyataannya bukan seperti ini. Kenyataannya adalah terbalik. Justeru mereka yang terseret oleh apa, arus-arus yang salah. Selesai dari Manhaj Ahlussunnah wal Jamaah fi Nakhtil Rijal. Thoyyib

*Bab 3 Da'i Sururiyah*

Bab yang ketiga, kita akan membahas siapakah pendiri Sururiyah.

As Sururiyah, dia adalah suatu sekte yang dinisbatkan diri, baik mengaku ataupun tidak mengaku, kepada seorang lelaki yang haroki. Memang dia adalah orang tokoh pergerakan. Namanya Muhammad ibn Surur ibn Nayifn Zainal Abidin, yang justeru dia itu tinggal di kota orang-orang kuffar yaitu London, Brittonia, Inggeris, British. Dulu dia termasuk anggota firqah Khowarij yang juga sekaligus, gerakan sufiyah (Sufi Hasofi), yaitu Ikhwanul Muslimin. Selama 20 tahun dia ikut anggota Ikhwanul Muslimin. Lalu dia keluar dari firqoh tersebut. Banyak orang gembira ketika dia keluar kerana apa, bererti dia tahu betapa batilnya Ikhwanul Muslimin. Tapi nanti-nanti akan ketahuan, keluarnya bukan kerana lillahi تعالى tapi dia juga ingin jadi pemimpin juga.

Dia mulai mengkritik firqoh Ikhwanul Muslimin. Dia menampilkan sunnah. Sampai Sheikh Muqbil pun gembira dengan dia. Menampilkan bantahan terhadap sebahagian mubtadi'ah. Jadi jangan kita tertipu dengan penampilan gini-gini. Lihat betulkah jalannya itu sudah lurus? Atau jangan-jangan dikemudian hari nampak lain.

Maka jangan apa, kita tertipu seperti *Firanda* ataupun yang lain-lain, seperti *Yazid Jawwas* ataupun seperti yang dijuluki sebagai apa itu, muhaddith Indonesia, siapa itu, *Abdul Hakim Abdat.* Mereka juga membantah ahlul bid'ah. Mereka juga mengagungkan sunnah. Jangan tertipu dengan itu. Lihat bagaimana kenyataannya dari apa, data-data yang lebih rinci.

Sampai dia meraih, memperoleh sanjungan dari sebahagian ulama' besar seperti Imam Ibnu Bazz, Imam Muqbil bin Hadi al Wadi'i رحمهما الله dan selain mereka.

Ketika terjadi *Krisis Teluk*, ana lupa tahun berapa itu krisis teluk. Mungkin tahun 95 atau sebelumnya almuhim, menjadi jelas lah hakikat kelompok yang baru ini, Kelompok Sururiyah. Dan keburukan-keburukannya mulai nampak, yang cenderungnya adalah kepada apa, sifat khuruj lagi, memberontak, pemberontakan lagi. Juga mengkafirkan orang lain.

Dan menjadi jelaslah kerasnya kebencian mereka kepada ahlussunnah, dan kerasnya serangan mereka kepada salafiyun. Maka banyak ulama' mengkritik mereka, seperti Imam Muqbil ibni Hadi al Wadi'i رحمه الله, Sheikh Soleh bin Fauzan al Fauzan, Sheikh Ahmad an Najmi رحمه الله, Sheikh Robi' ibn Hadi al Madkholi, Sheikh Muhammad bin Hadi al Madkholi, Sheikh Zaid ibni Muhammad al Madkholi, dan selain mereka حفظهم الله. Sheikh Zaid ibni Muhammad telah meninggal رحمه الله. Usianya sudah sangat tua.

*Dan mereka menetapkan bahawasanya Muhammad bin Surur dan pengikutnya itu diatas kesesatan.*

Dan ini yang sangat diingkari oleh apa, para da'i Sururiyah pada waktu itu. Tahun 96 97, betul-betul apa, mereka membela habis-habisan Muhammad Surur. Tidak mengakui pendapat para ulama' tadi. Bagaimana sekarang tahu-tahu, setelah mengubah nama jadi Rodja, mereka di puja, ini tidak layak.

Rujukan dari kisah singkat ini tadi, ada dalam kitab-kitab yang akan disebutkan dalam bab ini, bab 3 ini.

*Berkata Imam Muqbil bin Hadi al Wadi'i رحمه الله "Menjadi jelas lah hakikat bahawasanya mereka adalah Hizbiyyun."* Walaupun mereka tidak mengaku sebagai hizbi tapi gerakannya menunjukkan mereka adalah orang-orang Hizbiyyun, melarikan manusia dari para ulama'. Dulu menjuluki Sheikh Muqbil.adalah ulama' kecil. Juga apa menjuluki siapa itu, Sheikh Robi' adalah ulama' kecil dan seterusnya.

Ulama' siapa yang layak diterima ucapannya? Kalau Lajnah Da'imah ha baru diterima. Thoyyib.

Berkata Fadhilatus Sheikh Ahmad bin Yahya an Najmi رحمه الله, "Maka aku menasihatkan kepadamu untuk menjauh dari mereka." Kerana ini, beliau sedang membantah semacam *Safar Hawali, membantah semacam *Aid al Qarni* dan lain-lain, tokoh Sururiyah, yang sekaligus mereka sebenarnya adalah tokoh Ikhwanul Muslimin. Dan untuk apa, engkau lari dari mereka. Selesai dari kitab alMauridul Azib As Zulal.

Juga Sheikhuna Yahya ibnu Ali al Hajuri حفظه الله, menghukumi orang-orang Sururiyun adalah orang-orang yang sesat, sebagaimana di dalam kitab Syar'iyyatu an Nusu' wal Jazar.
Dan ketahuilah bahawasanya Sururiyah itu termasuk dari keturunan Ikhwanul Muslimin, pecahan-pecahan mereka. Yaitu jalan mereka tidak jauh dari jalan ibu mereka. Ye zohirnya memang apa, banyak sisi kesamaan. Masaalah apa itu. Masaalah nanti akan disebutkan, poin-poinnya yang mirip dengan Ikhwanul Muslimin. Walaupun tidak mengaku tetapi praktiknya mirip.

Ha ini contoh apa, kitab-kitab yang menjadi rujukan, yaitu perhatikan ucapan dari Imam al Wadi'i رحمه الله dalam Tuhfatul Mujib, halaman yang disebutkan disini 100 5 4, dan Sheikh Ahmad an Najmi
di dalam Mauridil Adzab azZulal. Dan nanti akan disebutkan buku-buku yang lain disela-sela pembahasan kitab ini.

Kita ambil sedikit,

Bab Keempat: Sebahagian Sifat Sururiyah.*

Yaitu bersemangat untuk memperbanyak kelompok, memperbanyak anggota. Dan ini ma'ruf di universiti-universiti dulu di Indonesia. Gerakan mereka sangat nyata walaupun apa, orangnya ini tidak layak untuk jadi anggota, di ajak untuk masuk.
Yang penting apa, jumlah kami banyak.

Terutama, kalau mereka punya Jam'iyat. Yang di As Sofwa, di Jakarta dan lain-lain itu. Kerana kalau banyak anggota, walaupun sekadar anggota makan, nanti akan di potret. Lalu di kirim ke Timur Tengah. Ini, duitnya kami gunakan. Ini banyak sekali harus kami pikul, dan harus kami tanggung. Untuk apa, makan puasa siang, dan Isnin dan Khamis, atau puasa yang lain-lain. Juga apa, banyak anak yatim yang kami pikul. Ini nama mereka. Ini potret mereka.

Jadi apa, kami memang perlu dana banyak untuk bulan kedepan. Tujuannya untuk itu. Sebagiannya.

Sehingga apa, perlu memperbanyak orang walaupun orangnya tidak layak untuk dimasukkan.

Sehingga mereka tidak peduli, tidak ambil kisah tentang pentingnya prinsip Wala wal Bara di dalam manhaj. Siapa yang layak untuk kita setia dan membela kepadanya dan siapa yang harus kita membencinya dan memusuhinya. Tidak peduli. Yang penting kelompoknya diperbanyak. Dengan tujuan dunia.

Unzur maqola Imam al Wadi'i رحمه الله fi Tuhfatul Mujib, sofhah miah sittah wa arbain di halaman 146 dibahas di situ tentang apa, ciri Sururiyah. Yang penting, adalah apa? Memperbanyak anggota. Thoyyib,

Yang kedua, dan ini yang paling banyak menipu pemuda-pemuda. Mereka bersembunyi di balik nama Salafiyah. Tidak akan mereka mengaku sebagai Hizbi, tapi apa, akan mengaku saya adalah Salafi. Kitab saya adalah kitab as Sunnah dan seterusnya, zaman dulu itu.

Imam al Wadi'i رحمه الله di Tuhfatul Mujib, miah arbaah wa arba'in wa miah, samaniyah wa arbain. Dan Sheikh Ahmad an Najmi رحمه الله di dalam ad Dulal dan Sheikh Hadi al Madkholi حفظه الله dan ini termasuk apa, ciri yang sangat menipu. Mengaku sebagai Salafi.

Terus bagaimana untuk kita memisah kan? Maka perhatikan ciri-ciri berikut nya. Semakin banyak karakter kita pelajari semakin kita tahu. Oh ternyata itu tadi cuma nama saja.

Berkata Imam al Wadi'i رحمه الله, tentang karakter Sururiyah, beliau mengatakan, "Dia adalah kelompok yang ada." Sebagian ulama mengatakan tidak ada itu Sururiyah. Yang betul ada, kenyataannya ada.

Walaupun Muhammad Surur sendiri meniadakan itu, punya kelompok sendiri tapi prakteknya ada.

Dia itu memang ada, di dua tanah suci, dan Najd dan di Yaman. Awal dari urusannya itu di atas istiqomah.

Selalu seperti itu. Ini tampak bagus seperti apa, bahkan Abdullah bin Saba ketika apa, memulai dakwah di Mesir. tampak apa, mengajak kepada zuhud, mengajak kepada amar ma'ruf nahi mungkar. Orang tertipu itu. Setelah itu baru mulai apa, mengatakan ini hanyalah menjadi bagus di zaman Abu Bakar dan Umar. Ha pada generasi ketiga, generasi Usman ini banyak kesalahan gini gini gini. Hanya orang yang akhirnya, benci sama Usman. Thoyyib. Selalu bertopengkan dengan apa, kebaikan.

Kemudian beliau mengatakan di sini, "Dan telah berlalu ucapan kami, seseorang itu akan bersembunyi dan tidak menampakan hizbiyah dia, kecuali setelah otot-ototnya menguat. Ketika masih lemah dia tidak akan menampakkan keasliannya. Kalau sudah merasa kuat dan banyak pengikut , ha baru mulai muncul fatwa yang aneh-aneh. Dan dia memandang, bahwasanya kritikan tidak akan berpengaruh pada dia. Kalau sudah merasa kuat, maka dia akan menampilkan kenyataannya seperti apa, Abh Hasan Misri seperti Ali Hasan. Awal-awal tampak baik. Setelah merasa kuat dan banyak pendukung seluruh dunia, ha mulai dia memunculkan fatwa yang aneh-aneh. Dan seperti itu Muhammad surur.

Kitabnya apa itu, as As-Sunnah bagus sekali tapi setelah lama semakin banyak ulama mendukung dia mulai muncul keanehan-keanehan besok.

إن شاءالله
والله اعلم

Sumber Channel Telegram: kesesatan_sururiyah

Kesesatan Sururiy (Dars 4)

 Permulaan Transkrip Audio KS4



بسم الله الرحمن الرحيم
Kita lanjutkan pembahasan tentang *Ringkasan Ucapan Para Ulama' Umat Ini Tentang Kesesatan Sururiyah.*

Masih di akhir mukasurat yang ke12.
Masih kalam Syaikh Robi' وفقه الله تعالى dan ucapan beliau adalah ucapan yang benar yang beliau lihat langsung kenyataannya di masa hidup beliau dulunya. Thoyyib.

Beliau mengatakan, "Maka meresaplah ke dalam mereka, pemikiran-pemikiran dari musuh-musuh mereka, musuh kaum muslimin, musuh dari apa, para salafiyyin dan orang tua salafiyyin, orang tua mereka. Sebagaimana pemikiran-pemikiran yang lain, selain pemikiran yang tadi itu. Masih ada pemikiran yang lain yang merusak, bukan hanya pemikiran bid'ah biasa tapi pemikiran yang datang dari orang Barat, juga dari orang Timur dan seterusnya.

Pemikiran-pemikiran masuk ke dalam masyarakat-masyarakat Islamiyah.

Dan sungguh telah bermunculan jejak-jejak dan pengaruh-pengaruh dari manhaj ini, gaya pemikiran yang baru secara jelas
di dalam perdebatan-perdebatan, di dalam diskusi-diskusi dan juga di dalam karya tulis-karya tulis, nampak pemikiran yang asing, tidak seperti ajaran yang tegas dan tepat dari para salaf.

Dan kejadian-kejadian yang banyak, sikap-sikap yang banyak dari para pemuda dan para pengajarnya, para pendidiknya. Dan mulailah metode yang baru ini, jalan pemikiran agama yang baru ini, merasuk ke dalam jiwa. Maka termasuk dari hasil dan buah dari manhaj tadi adalah melemahkan prinsip wala' dan baro' kerana Allah تعالى. Dirubah menjadi apa, "Barangsiapa menerima pemikiran saya, maka dia teman saya. Barangsiapa menolak, maka dia.adalah musuh".

Tidak dilihat apakah ini sesuai wahyu atau tidak, sesuai dengan manhaj salaf atau tidak. Tidak di lihat, apakah orang ini setia dengan ajaran salaf ataukah justeru mulai mengadopsi ajaran-ajaran mubtadi'ah dan mereka lembek kepada mubtadi'ah. Tidak lagi itu yang di lihat. Tapi dilihat adalah apa, hawa nafsu. Wala dan baro' dilihat dari sisi hawa nafsu.

Dan di jalan Allah. Melemahkan prinsip wala' dan baro' untuk manhaj Allah dan manhaj para pemeluk agama Allah ini.

Yang mana wajib untuk mereka itu dicintai dan mereka itu kita setia kepada mereka di jalan Allah.

Dan mulai nampak secara jelas kesetiaan juga rasa cinta dan penghormatan kepada para da'i, dan kitab-kitab, dan pemikiran-pemikiran serta aliran-aliran semuanya yang mana semuanya itu jauh dari manhaj salafy.

Mulai ada pemikiran untuk menghormati para penulis-penulis dari kalangan Ikhwanul Muslimin seperti Hasan alBanna, seperti juga Sayyid Qutb, sepweti juga Yusuf Qardhawi, seperti juga siapa itu Aid bin Abdillah al Qarni dan lqin-lain.

Mulai melemah kebencian kita kepada mubtadi'ah semacam itu tadi. Bahkan ditutup dengan berita tentang jasa-jasa mereka dan seterusnya. Tidak tahu bahawasanya mereka yang merosak aqidah-aqidah salafiyyah. Thoyyib.

Kemudian disebutkan disini.
Dan para pemeluk aliran tadi itu bukan pemeluk ajaran salafy, bahkan aliran-aliran ini adalah jalan yang luas untuk menentang manhaj salaf tapi.dengan apa, dengan pakaian salafi juga, tapi ketika diteliti apa, memang kalam-kalamnya itu bukan seperti ajaran salaf. Ketika di teliti baik-baik. Dan nanti akan dibahas sedikit demi sedikit إن شاءالله.

Dan jalan-jalan tadi atau aliran-aliran tadi itu berusaha dgn sungguh-sungguh untuk menyingkirkan manhaj salafi dari tempat-tempatnya. Dalam masalah naqd, cara mengkritik, dalam masaalah alwala wal baro', juga di dalam masaalah ketegasan kepada ahlul bid'ah dan juga di dalam berbagai prinsip-prinsip yang lain, yang nanti akan dibahas إن شاءالله.

Masing-masing prinsip, itu telah ada ajaran salaf tentang itu. Ha sedikit demi sedikit dibuang, diganti dengan pemikiran yang melembekkan permasalahan dengan alasan semuanya mengaku salafi, maka semuanya adalah ahlussunnah. Maka ahlussunnah harus bersatu.

Betul kah yang engkau ajak bersatu itu adalah ahlussunnah?, atau sekadar orang yang berpakaian ahlussunnah, padahal dia adalah orang-orang mubtadiah. Ini mereka menutup mata tentang masalah itu dan syubuhat yang sangat lembik.

Dan aliran-aliran yang baru tadi, pemikiran-pemikiran yang baru tadi itu, mereka masuk ke dalam, yaitu mereka menambatkan kenderaan-kenderaan mereka di tempat-tempat tinggal manhaj salafi. Setiap prinsip salafi mulai di rubah-dengan ajaran-ajaran yg baru. Tidak ada yang tau ini kecuali orang yang Allah kasi tahu dengan pemahaman yang benar, dengan ilmu yang mendalam.

Banyak pemuda yang tidak tahu kerana mereka malas, malas untuk apa, belajar secara rajin masaalah manhaj, masaalah aqidah dengan sangat mendalam dan sangat teliti.

Barangsiapa belajarnya hanya sambil lalu, maka apa, dia akan senang untuk ditipu oleh para syaitan tanpa dia sedari.

Alhamdulillah tetap akan senantiasa ada, orang-orang yang Allah تعالى kasi kesedaran, Allah تعالى kasi semangat untuk belajar sehingga dia selamat dari tipuan-tipuan tadi. Selamat dari cakar-cakar para hizbiyyun. Thoyyib.

Kemudian beliau mengatakan, "Setelah sempurna, setelah lengkap penyingkiran atau pemgusiran manhaj salafi tadi. Ketika manhaj salafy telah hilang dari hati para pemuda tanpa mereka sedari, maka dirubah, di ganti dengan manhaj yang baru, tetap dinamakan salafi, tetapi ternyata isinya bukan lagi salafi. Thoyyib.

والله اعلم

Sumber Channel Telegram: kesesatan_sururiyah

Kesesatan Sururiy (Pembahasan tentang Radio Rodja)

Pembahasan tentang Radio Rodja


(Radio Dakwah Ahlussunnah walJama'ah)

@ (Sururiyun) dan hubungan mereka dengan Jam'iyyah Ihya at Turots

Soalan tentang
Nahdatul Ulama' (NU), Indonesia.
Organisasi Muhammadiyah, Indonesia

Muhammad Rasyid Ridho
Muhammad Abduh
Jamaluddin al Afghani

Freemansory

Amin Rais dan politik Indonesia

 AUD20181216
*Pembahasan seputar Radio Rodja, Sururiyun*

Soalan berikut di tanyakan  kepada Sheikh Abu Fairuz al Indonesiy al Jawi حفظه الله ketika dars malam.

Soalan
Sheikh, Apakah masaalahnya *Radio Rodja*? Apakah mereka mereka (para dai) banyak yg lari dari manhaj (menyimpang)?

Thoyyib, sebenarnya pembahasannya adalah ini kembali ke sejarah zaman dulu.
RODJA itu Radio Dakwah Ahlussunnah wal Jama'ah jadi istilahnya adalah sebenarnya ini adalah puncanya dari seseorang yang namanya Muhammad Surur bin Nayif Zainal Abidin. Ini kisah sekitar tahun 94 kalau tidak salah. Sejarah zaman dulu. Orang ini adalah dulunya pengikut gerakan Ikhwanul Muslimin. Ma'ruf gerakan Ikhwanul Muslimin disebutkan oleh pendirinya Hasan alBanna, dia itu adalah apa, gerakan yg bersifat politik. Secara politik memang untuk menggulingkan pemerintahan yang ada.

Adapun secara keagamaan, dia adalah gerakan apa, gerakan tasawuf kerana Hasan alBanna ini adalah dari Sufi Hasofi, yang meyakini apa, kalau setiap kali ada acara Maulid Nabi itu nanti nabi betul-betul datang, melawat mereka. Ha kita katakan itu, "Marhaban Jaddal Husaini", "Marhaban Ahlan wa Sahlan". Meyakini nabi datang. Disini, disana, disana bahkan di belahan bumi yang lain, nabi pun datang di waktu itu. Keyakian orang Sufi Hasofi.

Thoyyib, untuk untuk masaalah ini, ringkasnya untuk Ikhwanul Muslimin, intinya mereka adalah Khowarij. Suka memberontak dan banyak membunuh para menteri di Mesir dan juga di berbagai tempat. Banyak perbuatan-perbuatan itu.

Kemudian, keluar dari firqoh Ikhwanul Muslimin ini, adalah apa, yaitu Muhammad bin Surur. Zohirnya dia berselisih pendapat dengan Sayyid Qutb, padahal Sayyid Qutb, dia meyakini apa, bahawasanya umat zaman sekarang adalah umat jahiliyah. Dan masjid-masjid yang ada adalah sekadar apa, maabidul jahiliyah, sekadar apa, biara-biara jahiliyah. Dalam buku-buku, banyak2 Sayyid Qutb mengatakan apa, sekarang orang-orang ini adalah kuffar sebenarnya, selama mereka tidak mencari, tidak menegakkan Khilafah Islamiyah, mereka adalah kafir, walaupun mereka solat, zakat, haji, syahadat. Ini Sayyid Qutb. Thoyyib.

Dan ini di akui oleh Yusuf Qordhowi, Sayyid Qutb memang apa, mengkafirkan Muslimin. Thoyyib.

Dan ini juga di yakini oleh saudara dia, yaitu Muhammad Qutb. Ha kemudian, yang menyelisihi dia dalam masaalah ini adalah Muhammad Surur.

Awalnya dia, kalimatnya bagus-bagus, sampai dapat pujian oleh para ulama', dalam majalah apa, Majalah As Sunnah. As Sunnah yang diterbitkan internasional itu. Cuma lama-lama, dia juga menghina kitab-kitab aqidah, "Ini adalah dalil-dalil yang kering, ayat tauhid itu adalah ayat-ayat yang kering". Ha ini akhirnya apa, ditahzir oleh para ulama. Ini termasuk istihza' terhadap ayat. Tapi kerana dia punya ta'wil, maka para ulama' tidak mengkafirkan. Kerana apa, memang ahlussunnah itu tidak mudah-mudah mengkafirkan, tapi mengatakan dia mubtadi'. Ini si Muhammad Surur.

Dai'nya banyak sampai ke Indonesia, Muhammad Sharif Fuad Razak, orang-orang itu dan seterusnya. Ha kemudian apa, diIndonesia akhirnya pecah dakwah salafiyah pada waktu itu. Banyak yang mendukung orang-orang ini, orang-orang Sururiyah yang buku-bukunya dibacakan di Indonesia, Maalim fit Tariq punya Ahmad Suwaiyan dan lain-lain dan betul-betul bahkan pembesar al Irsyad yaitu, siapa waktu itu, ana agak lupa, sudah lama kejadian itu, yang di Tengarang itu, siapa namanya. Dia mengatakan saya Sururi. Dia terang-terang mengatakan saya Sururi dalam artian, saya orangnya gembira, Surur gembira. Ha ini namqnya mengejek. Di jelaskan baik-baik malah mengejek.

Mereka mengatakan apa, kita tidak akan meninggalkan manhaj ini, yaitu pola seperti ini sampai para ulama' mentahzir. Akhirnya betul. Datang tahziran dari sekitar 16 ulama', bahawasanya gerakan Muhammad Surur ini adalah apa, gerakan bid'ah, kerana ujung-ujungnya kembali kepada apa, pengkafiran pemerintah. Tidak sampai mengkafirkan Muslimin, tetapi mengkafirkan pemerintah. Terutama pemerintah Saudi, di anggap terlalu dekan dengan, apa itu, Amerika, oh bererti kafir. Thoyyib.

Kemudian apa, setelah ditahzir olehnsekitar 16 ulama', mereka mengatakan, kami tidak akan meninggalkan jalan ini sampai kibar ulama' yang mentahzir. Akhirnya betul, kibar ulama' yaitu para ulama' Lajnah Da'imah mentahzir. Tetap mereka, banyak yang tidak mahu juga. Akhirnya ketahuan mereka, sekadar apa, mengikut hawa nafsu. Cuma setelah semakin lama kitab-kitab dan ulama Saudi itu membongkar kesalahan Sururiyah, dibongkar oleh apa, Sheikh Ahmad Najmi dan lain-lain. Kenyatannya Sururiyah itu yang di Saudi, mereka suka membuat pertemuan-pertemuan rahsia di gua-gua, di rumah-rumahndan seterusnya. Terutama di acara apa itu, liburan musim panas itu. Mereka mengadakan rihlah kesana kemari dengan nyanyian-nyanyian dan kemudian ujung-ujungnya, di malam harinya, dan ana dulu pernah ikut juga waktu itu, di yang di Indonesia, malam harinya membuat acara-acara sedih, untuk kemudian menangis. Tangisan tapi tangisan mainan saja sebenarnya. Ha kita sebagai orang muda, mendengar tangisan yang sedih kita ikut nangis semua.

Mereka istilahnya tazkiyatun nufus, tapi ternyata cuma palsu gitu-gitu aje. Ketika dibongkar ini akhirnya apa, banyak orang tidak berani lagi mengatakan saya Sururi, bahkan mereka pun mentahzir.
Tetapi apa?
Mereka walaupun mentahzir Sururiyah, mereka tidak memgakui selama ini bahawasanya mereka keliru. Padahal syarat sah untuk seseorang itu keluar dari bid'ah dan diakui tobatnya adalahbdia harus menjalankan pengakuan, sebagaimana ini fatwa dari Imam Ahmad dinukilkan oleh Imam Ibnu Muflih di dalam Adabus Syar'iyah.

Kalau dia sekadar meninggalkan tapi tidak mengakui, berarti apa, dia tidak taubat. Dan ini juga yang dirojihkan oleh Imam Ibnu Mufid dan di mukilkan ulama kibar besar, ulama'-ulama' Hanabilah. Dan juga apa, ini di tetapkan oleh Imam Ibnu Qaiyim di dalam awal-awal kitab, apa itu Madarijus Salikin.

Syarat sah tobat dari kebid'ahan adalah dia harus mengakui memang selama ini saya salah, kemudian saya terangkan memang ini keliru dan saya tahzir ini, jangan sampai kalian mengikuti jejak saya yang dulu.

Ha masaalahnya banyak dai di Indonesia tidak mampu. Langsung mengatakan saya salafi tapi gimana selama dulu kalian memusuhi kami ketika kami memperingatkan dari kitab-kitab yang tadi. Mereka seakan-akan sudah, pokoknya ini lembaran baru, kami tidak mengakui, kami mengatakan buku itu adalah bid'ah.

Jadi zohirnya adalah orang yang tidak tahu, yang baru masuk salafi setelah itu tahunya ini sama aje, pakaiannya sama, bukunya sama, ajarannya sama, bahkan mentahzir Muhammad Surur. Mereka tidak tahu bahawasanya syarat sah tobat itu belum terpenuhi. Yaitu mereka mengakui selama ini keliru.

Bahkan seandainya mereka mengakui keliru, tidak boleh oramg yang sudah tahu kebenaran kemudian mengejek dan sebagainya, haram dosa besar. Tapi apa orang ini yang gengsi, malas untuk mengakui selama ini keliru.

Kesombongan ini yang menyebabkan apa, mereka tetap dinamakan sbagai Sururi.

Kenapa? Tidak mengakui bahawa selama ini keliru padahal dulu mereka habis-habisan membela buku-buku itu dan membela tokoh-tokohnya.

Ha Allah تعالى berfirman,
فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ ۚ
Manakala mereka menyimpang? Allah simpangkan sekalian hati-hati mereka.

Makanya banyak, akhirnya muncul kesalahan-kesalahan yang tetap ada pada mereka seperti bermudah-mudah untuk meminta-minta atas nama dakwah tanpa, tanpa alasan yang hak, tanpa darurah, padahal telah tertotok ijma', dinukilkan ijma' oleh Ibnu Qothon al Fasi, juga Sheikhul Islam Ibnu Taimiyah dan juga Imam Nawawi.

Orang yang dia mampu berkerja tapi apa, tetapi tanpa darurah, dia minta, maka ini adalah apa, ini adalah haram dan ini adalah dosa besar, diancam dengan api neraka, diancam dengan wajahnya nanti tidak punya daging dan seterusnya.

Itu kalau dia mi ta u tuk diri sendiri, dia menghinakan diri. Bagaimana sementara apa, dia minta atas nama agama. Ini menghinakan agama. Sampai apa? Di hina oleh siapa? Oleh Hizbut Tahrir, pecahan lain dari Ikhwanul Muslimin.

Ketika ditanya, kenapa anda tidak membuat sekolah, tahfiz-tahfiz alqur'an? Dia mengatakan saya tidak mahu mengeluarkan lulusan-lulusan yang menjadi pengemis nantinya. Menyebabkan apa, agama menjadi terhina kerana langkah-langkah yang suka mengemis itu. Ha ini adalah apa? Keadaan orang-orang Rodja.

Ketika ana berangkat ke Batam, para ikhwah di Batam mengatakan terkenal, disini ustadz-ustadz Rodja, mereka sudah dapat apa, wang 3 milyar Indonesia. Untu apa, untuk membina niaga. Maka mereka membuat Mall. Tapi ternyata apa, baru beberapa bulan, si muhsininnya tanya, bagaimana kewangannya, semua ustadz senyap. Dan tahu-tahu memang apa, niaganya habis. Tidak tahu bagaimana bagaimana kewangan, habis.

Kemudian ketika ana pulang ke Indonesia, maksudnya ke Jawa, teman ana yang keluar dari Rodja, dia mengatakan, "Oh saya dekat sekali dengan ustadz Rodja. Biasa itu, para muhsinin ketika diminta sedekah, mereka sedekah. Bahkan mereka wakaf tanah banyak-banyak kemudian ustadznya mengatakan demi keamanan, maka apa, tapi itu diantara ustadz, muhsininnya tak tahu atau manik saya ini sebagi sopir, sebagai pemandu dia tahu, ustadz-ustadz mengubah wakaf itu menjadi nama peribadi. Jadi masing-masing tanah di kapling milik peribadi, milik para ustadz.

Ha ini zolim, ini khianat. Tidak boleh seperti ini. Ini merosak nama Islam, rosak nama ahlussunnah. Belum lagi kesalahan lain yang banyak-banyak dan seterusnya.

Kesalahan yang paling inti, kata para ulama', untuk kelompok Sururiyah adalah apa, yaitu LEMBEK di dalam masaalah MANHAJ. Asalkan orang ini mengaku Muslim, tiada masaalah yang penting, walaupun kesalahan apapun, tidak masaalah.

Yang penting dia Muslim walaupun intinya adalah dakwahnya kepada Islam, tidak masaalah. Walaupun dosa banyak, walaupun maksiat, walaupun bid'ah, tidak masaalah. Lalu dimana MANHAJ SALAF yang telah terbentuk ijma' untuk apa, untuk kita meninggalkan ahlul bida'. Tidak ada. Tidak dilaksanakan itu.

Bukan berarti kita bermudah-mudahan mengatakan orang adalah mubtadi'. Betul-betul syaratnya berat tapi yang sudah jelas mubtadi', di tahzir oleh belasan ulama' seperti Abul Hasan al Misri, seperti tokoh-tokoh Sururiyah itu, harusnya apa. Yaitu sudah. Tidak boleh di dekati.

Tapi apa. Mereka masih apa, mahu kerjasama dengan alasan oh masih Muslim, masih mengajak kepada kemuliaan Islam dan seterusnya. Ha ini tidak boleh. Harus ada cinta dan benci kerana Allah. Dan kesalahan-kesalahan yang lain.

Thoyyib, ha intinya itu.
والله اعلم.
Kalau dirinci banyak sekali.

Soal : Macam Ihya at Turats, macam mana pulak dia.
Jawab : Ha mereka jelas memang dana nya dari Ihya at Turots.
Soal : Yang Rodja ni.
Jawab : Ye ma'ruf sejak dulu memang itu. Soal : Oh maknanya macam sekolah Binbaz di Jogja itu.
Jawab : Katanya gitu. Cuma ana yang tidak tahu. Orang-orang bilang terkenal yang di Jogja, memang mereka, benderanya Ihya at Turots. Ihya at Turots dari Kuwait. Dia bagi dana.

Intinya kembali ke pemilu. Tokoh-tokoh Kuwait. Tokoh-tokoh Ihya at Turots, intinya adalah membiayai untuk apa, untuk memenangkan dalam pemilu. Pemilihanraya. Untuk apa, menjadikan agar parlimen itu betul-betul di isi dengan apa, orang-orang soleh. Kalau orang soleh yang dominan maka apa, maka dijamin suara terbanyak adalah suara yang bagus, orang soleh maka dengan ini kita akan memulaikan, kita akan memenangkan Islam.

Ini teori jangan dikira ini akan apa, akan berjaya. Sheikh Muqbil mengatakan ketika mereka dengan teorinya itu tampak manis dan berjaya, betul-betul apa, parlimen Kuwait pada waktu itu, majoritasnya adalah Salafiyun. Eh itu yang mengaku salafi. Ternyata apa, akhirnya datang berita, datang perintah dari Amerika kepada Raja Kuwait, kita tidak rela pola semacam ini, parlimen yang terlalu suci macam ini. Langsung dibatalkan, Batal.
Sudah, mana kemenangan?
Tidak ada. Walaupun kita suara terbanyak, ujung-ujungnya akan kalah. Kerana apa? Tidak akan diberkahi kalau memakai cara yang keliru.

Seperti apa tu, dakwah FIS itu. Yang di Aljazair itu. Betul-betul mereka berjaya. Betul-betul mereka mendapatkan apa, suara terbanyak. Tapi apa, ha datang perintah dari atasan kepada pihak tentera, seperti ini kita tidak rela. Maka apa, betul-betul pemerintah langsung memgumumkan darurat militan. Pemerintahan dikuasai oleh militer dan kemenangan FIS dibatalkan.

Jadi tidak ada faedah sama sekali, langkah yang batil tadi itu. Ujung-ujungnya walau suara kita banyak, ia akan dibatalkan kerana Amerika tidak setuju.
LANGKAH YANG SALAH. JANGAN HARAP HASILNYA AKAN BAIK.

Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah itu siapa?

Kalau Nahdatul Ulama ini SUFI. Orang-orang sufi. Ye itu tasawuf-tasawuf itu.

Kalau Muhammadiyah, mereka kebanyakannya adalah dari al Irsyad. Mengikuti Muhammad Rasyid Ridho. Noatnya baik, membenci bid'ah dan syirik, cuma apa, mereka terlalu mengagungkan akal sehingga hadith-hadith yang ahad itu ditentang. Bahkan Muhammad Rasyid Ridho, dia tidak mengakui adanya apa, bahawasanya jin itu masuk ke badan manusia. Banyak dalam kitab al Manar, kalau kita lihat tampaknya bagus tapi ada sisipan yang aneh disitu. Tidak mengakui banyak perkara-perkara yang hanya di ketahui dengan apa, hadith ahad walaupun sohih.

Rasyid Ridho banyak apa, terkesan dari apa, Muhammad Abduh, Muhammad Abduh ini yang dia membolehkan untuk apa, solat dijamak dengan alasan apa, menonton wayang. Ini tidak boleh macam ini da'i. Tak bagus macam ini. Dan Muhammad Abduh ini banyak terkesan oleh siapa, Jamaludin Afghani yang mana dia adalah orang-orang dari Freemasonry lagi. Menyamar. Linknya itu.

Ahmad Dahlan?
Ahmad Dahlan baik, dakwahnya, tujuannya baik dan banyak membawa perbaikan, cuma kekeliruan, kita katakan oh ini keliru. Harusnya jangan ke akal-akalan. Jangan terlalu mengagungkan akal.

Tapi masih lagi aktif? Muhammadiyah dengan Nahdatul Ulama?

Terakhir yang mencalonkan jadi presiden diIndonesia siapa, Amin Rais itu. Ini gara-gara politik, akhirnya manhaj dikorbankan. Padahal Amin Rais, pemimpin besar Muhammadiyah, yang membenci syirik, membenci bid'ah dan sebagainya tapi kerana dia sudah jadi apa itu, orang nombor 1 di Majlis Permesyuwaratan Rakyat, dia tetap tidak puas, dia mencalon menjadi presiden.
Ha demi agar di cintai oleh orang-orang Nahdatul Ulama' yang sufi-sufi yang banyak syirik itu, dia pergi ke Saudi, dia berpotret dengan Muhammad Alwi al Maliki. Akhirnya dapat tazkiyah dari Muhammad Alwi al Maliki, Muhammad Amin Rais adalah Rasi'ul Amin. Akhirnya dia suka, ternyata kalah juga. Sampai dia masuk ke apa itu........ Kerana politik, agama akhirnya pergadaikan.

Sumber Channel Telegram: kesesatan_sururiyah

Kesesatan Sururiy (Dars 3)

 Permulaan transkrip Audio KS3.




Memang tidak ada keraguan bahawasa nya asal dari amalan ini, *amar ma'ruf nahi mungkar adalah apa, fardhu kifayah*. (Amar ma'ruf dalam artian apa, betul-betul menolong secara fizikal dan karya tulis dan ucapan, atau untuk masaalah hati, maka ia adalah fardhu ain sebagaimana dijelaskan oleh banyak ulama'.)

Thoyyib, tapi betul-betul menolong orang lain untuk menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar, memang asalnya adalah fardhu kifayah, kalau telah dijalankan oleh orang yang mencukupi, maka tidak ada dosa bagi orang yang lain. (Tapi syaratnya apa, *mencukupi*, namanya kifayah. Kalau belum tercukupi, maka yang lain masih dosa. Seperti apa, seperti masaalah penyelenggaraan jenazah. Ini fardhu kifayah. Kalau yang mengerjakan hanya 1 orang, ini belum cukup. Perlu apa, perlu beberapa orang untuk melengkapi masaalah itu. Masaalah menggali kuburnya, masaalah memandikan. Ini, lebih dari satu orang.)

Demikian pula amar ma'ruf nahi mungkar sebagaimana dijelaskan oleh Fadilatus Sheikh al Imam Ahmad bin Yahya an Najmi, di dalam bantahan beliau terhadap apa, *Abdullah bin Jibreen.*

Mengatakan ini adalah fardhu kifayah tetapi apa, kalau belum tercukup jumlah orangnya, maka yang lain masih berdosa. Thoyyib.

Apabila masih belum cukup kerana yang perlu di beri penjelasan banyak orang dan satu orang itu tidak cukup menjelaskan ke semua orang, maka masih wajib bagi orang yang lain untuk menolong dia, sampai tercukupi, sampai terpenuhi batas kecukupan tadi.

Berkata Imam An Nawawi رحمه الله, kemudian sesungguhnya fardhu kifayah nahi mungkar memang fardhu kifayah. Apabila sebahagian orang telah mengerjakan itu, maka gugurlah dosa bagi orang-orang yang lain. Kalau semuanya meninggalkan itu, berdosalah setiap orang yang mampu untuk mengerjakan itu, tanpa adanya uzur, dan tanpa adanya rasa takut. Kalau tak ada uzur dan tidak membantu, dia dosa, kalau semuanya diam.

Kemudian terkadang fardhu kifayah berubah menjadi fardhu ain, sebagaimana kalau di suatu tempat tidak ada yang memgetahui itu kecuali dia. (Hanya dia satu-satunya yang tahu permasaalahan tersebut. Atau tidak ada yang mampu untuk menghilangkan itu kecuali dia. (Seperti apa, menghilangkan patung-patung, hilangkan kesyirikan-kesyirikan berupa berhala-berhala, kita tidak mampu tapi apa, *ini adalah fardhu ain bagi pemerintah. Untuk itu mereka diberi amanah oleh Allah, dan untuk itu mereka diberi gaji.* Untuk apa menolong agama Allah dan menghilangkan kebatilan. Kalau tidak mahu, ye nanti dihari kiamat, akan ada pertanggung jawaban.

Thoyyib, seperti orang yang melihat isterinya atau anaknya atau pembantunya ada diatas suatu kemungkaran. (Mungkin tetangga tidak tahu tapi apa, kita sebagai kepala keluarga tahu.) Atau pula menjalankan perkara yang ma'ruf. *Maka ini menjadi fardhu ain untuk kepala keluarga.*

Dan tidak gugur dari orang yang mukallaf, amar ma'ruf dan nahi mungkar di kerana kan disangka hal itu tidak bermenafaat. (Ha paling dia tidak akan menerima nasihat kita. Semata-mata persangkaan semacam ini, tidak menggugurkan kewajipan. *Berapa banyak orang yang dinasihati Rasulullah, dan tidak diterima tapi tetap Rasulullah berusaha untuk menyampaikan hidayah.*

Bahkan wajib bagi dia untuk mengerjakan ini. Masaalah hidayah di tangan Allah, kewajipan kita adalah menyampaikan kerana memberi peringatan, ini akan memberi menafaat kepada orang yang beriman. Mungkin kita lihat orang-orang tidak terima tapi boleh jadi jin yang tidak nampak dimata kita menerima. Berapa banyak orang yang dapat hidayah, dari kalangan jin. Kita mendakwahi manusia, tidak ada yang terima, ternyata banyak jin yang terima. Bukan sesuatu yang mustahil. Kerana kita tidak sendirian disini. Selesai dari syarah Nawawi.
Kesesatan Sururiyah:
*Bab Kedua : Bahayanya kesamaran dan kebatilan dan bahayanya tersamarkan mana orang yang membela kebenaran dan mana pelaku kebatilan. (Bahaya kalau ini tidak jelas.)*

Berkata Al Hafidz Taqiyuddin Abu Muhammad Abdul Ghoniy bin Abdul Wahid al Maqdasi رحمه الله, di dalam kitab beliau, Thowait, didalam kitab beliau Aqidah al Hafidz Abdul Ghoniy, ketika membahas tentang apa, kelompok-kelompok yang sesat. Ketahuilah semoga Allah merahmati mu, bahawasanya Islam dan kaum Muslimin tertimpa musibah, disebabkan kerana *3 kelompok.*

*Yang pertama,* satu kelompok yang menolak hadith-hadith sifat. Mereka mendustakan para rowinya. Maka orang-orang itu, mereka adalah berpakaian Islam tapi mereka mendustakan ayat-ayat sifat dan seterusnya. Mereka lebih besar bahayanya terhadap Islam dan kaum Muslimin daripada orang-orang kafir yang asli. Orang kafir asli kita cenderung menghindar. Tapi yang dia salam juga, dia solat juga tapi menentang sifat dan mendatangakan syubuhat, ha ini yangblebih merbahaya. Thoyyib, kerana mereka adalah jambatan menuju kekufuran.

*Yang kedua,* suatu kelompok yamg mengatakan dalil-dalil tadi sah. Dalil-dalil tadi harus di terima lalu mereka mentakwilkannya. Ha itu lebih merbahaya lagi. Tampak dosanya lebih ringan tapi bahayanya lebih besar kerana semakain tersamarkan bahayanya itu. Kebatilannya tersamarkan, maka ini lebih merbahaya. Maka beliau mengatakan, kelompok kedua ini lebih besar bahayanya daripada kelompok yang pertama.

*Yang ketiga,* kelompok ketiga ini menjauhi dua pendapat yang pertama. Dan mulai lah mereka (dengan persangkaan mereka) untuk apa, mensucikan Allah. Dan mereka dusta. Maka jalan yang ketiga ini menyebabkan mereka masuk kepada dua pendapat yang pertama. (Kerana apa, orang ini adalah orang-orang Asy'ariyah, Maturudiyah dan Kullabiyah.) Mereka tidak ikut apa, Jahmiyah dan tidak ikut Muktazilah. Tapi mereka memilih jalan ketiga, tapi jalan ketiga ini membuka pintu besar untuk terjerumus kepada kelompok yang kedua lalu akhirnya apa, terseret, terbabit kepada kelompok yang pertama. *Maka jangan heran perkataan Sheikhul Islam bahawasanya Asyaerah zaman dulu, mereka dekat dengan ahlussunnah tapi generasi mutaakhirin Asyaerah, mereka itu kebanyakannya adalah JAHMIYAH.*

*Thoyyib kerana apa, kebatilan yang ringan, kalau tidak diubati akan semakin membesar.*

Maka jangan heran kalau kita dapatkan sebahagian ustadz-ustadz disini, bukan ustadz dari kalangan ahlussunnah, tapi apa, orang yang mengatakan sebagai ASWAJA dan Asyaerah, dia mengatakan bahawasanya nama-nama Allah itu hanya lah MAJAZ. Ana dapat langsung itu berita dari para ikhwah, ucapan dari sebahagian ustadz Asy'ariyah dan ini adalah apa, JAHMIYAH sebenarnya. Thoyyib.

*Kelompok yang ketiga ini, lebih besar bahayanya dari dua kelompok yang pertama.* Jadi permasaalahan nya bukan perasaan, dia kan salah sikit, bukan, tapi lihat pola kesalahannya semacam apa dan apakah itu akan menjadi jembatan untuk masuk kepada kesalahan yang lebih besar. Thoyyib. Dan ini harus dengan bimbingan ulama sehingga kita tidak tertipu. Selesai dari Kitab Aqidatul Hafidz, Abdul Ghani.

Ini buku 10 tahun yang lalu dan yang periksa buku ini Sheikhuna Jamil As Silwi, beliau tidak menyuruh ana untuk apa, untuk menghapus semua. Sheikh Yahya juga tidak menyuruh ana untuk menghapus kalam-kalam Sheikh Robi' yang masih betul yang dulu yang sudah ana tulis dalam kitab ana. Kalau tidak disuruh menghapus maka tak apa kita biarkan, kita ambil faedah. Thoyyib.

Setelah beliau وفقه الله, menceritakan tentang lawan-lawan yaitu musuh-musuh dari kebenaran dan tauhid, dari kalangan apa, orang-orang sekuler, yang ingin memisahkan agama dari apa, dari kehidupan sehari-hari, dan juga dari kalangan Yahudi dan Nasrani, dari kalangan Suyu'iyin yaitu orang-orang komunis, dan juga menceritakan musuh dari kalangan ahlul bid'ah yang sesat itu, dari ahli khurafat, dan kelompok hizbiyun yaitu orang-orang yang suka mengelompok deapa, walaupun dengan kebatilan dan harokiyin yaitu gerakan-gerakan mencari kerusi itu.

Yang paling keras tusukannya, yaitu yang paling menusuk kita dan yang paling keras pengaruhnya dan kesannya adalah ahlul bid'ah yang mereka itu menyimpan dendam kepada kita, bukan Nasoro, bukan Yahudi. Mereka keras semuanya tapi yang lebih menyakitkan adalah tusukan dari apa, teman yang dari belakang kita.

Kenapa? Kerana mereka mampu dengan makar mereka dan tipudaya mereka, dan dikeranakan mereka menyelimuti diri dengan pakaian sunnah. (Kita tidak menyangka ini adalah musuh yang menyimpan pisau.). Thoyyib, maka ini lebih berbahaya. Bukan kita katakan dosanya lebih besar tapi bahayanya lebih besar.

Dengan sebab menggunakan pakaian sunnah ini, mereka mampu untuk masuk keseluruh tempat dan mereka mampu untuk menerobos, untuk menyusup ke setiap lubang-lubang, yaitu dari berupa sekolah-sekolah, universiti-universiti, masjid-masjid dan lain-lain.

Orang Yahudi langsung kita tolak. Demikian pula orang Nasoro tapi ketika orangnya dengan pakaian Islam dan pakaian sunnah, ha ini susah untuk di tolak. Dan ini lebih keras tusukannya.

Maka setelah mereka berjaya masuk ke tengah-tengah kita, mereka mampu untuk membentuk suatu generasi yang memikul, yang membawa pemikiran mereka. Pakaiannya Islam dan sunnah tapi pemikirannya sudah apa, pemikiran Hassan al Banna, Sayyid Qutb dan lain-lain. Ini bahaya, baik secara keseluruhan atau sebahagian.

Jadi tidak harus, ketika kita katakan, orang ini adalah apa, adalah Khawarij, bererti seluruh gambaran Khawarij ada pada dia sampai bahkan harus tunduk, tidak, tapi ciri khas sebahagiannya itu cukup, untuk seseorang dikatakan sebagai Khawarij.

Demikian pula dalam masaalah Jahmiyah, sebagaimana kata para ulama', barangsiapa mengingkari satu saja sifat Allah, maka dia adalah Jahmi. Tidak harus apa, mengingkari semuanya.

Maka seperti itu pula, seseorang di katakan Ikhwani, tidak harus dia itu memikul seluruh pemikiran Ikhwanul Muslimin sampai apa, menjadi Sufi Hashofi, seperti Hassan al Banna, tidak harus. Tapi apa, fikroh-fikroh yang lain, yang menjadi ciri khas Ikhwani, ada pada dia, maka dia dikatakan sebagai Ikhwani.

Demikian pula Qutbi, demikian pula Sururi, demikian pula Hasani.dan seterusnya. Demikian cara kita memahami dengan nas dari para ulama', tidak harus seluruh sifat ada pada dia.

Mungkin dengan sengaja, sebagian murid memang apa, murid yang mili pandang betul-betul sudah apa, sudah cinta kepada ajaran tadi atau tidak sengaja. Dia tahu nya, oh ini cikgu baik. Asal diambil aja pemikiran tadi tanpa dia tahu bahwasanya ini keliru. Thoyyib.

Maka generasi tersebut, bergerak, yang telah mereka latih dan telah mereka bentuk dibawah pengawasan mereka. Betul-betul di latih pagi, petang, siang, malam. Atau mungkin seminggu sekali dilihat kegiatan mereka. Selalu di awasi.

Mereka, generasi yang terbentuk ini, mengajak manusia menuju kepada pemikiran pendahulu mereka. Pemikiran para pemimpin mereka. Dan membela pemikiran tadi (fikr tadi), dengan apa, dengan kegiatan-kegiatan, dengan kesungguhan disini dan disana. Thoyyib. (Berapa banyak pemuda yang tertipu dengan pemikiran-pemikiran harokiyun semacam tadi, dan membela habis-habisan) di universiti-universiti atau pun disekolah-sekolah dan yang lainnya.

Demikian pula apa, yang sampai tingkat kuffar, yaitu dari kalangan Rowafid, mereka punya generasi yang siap membela dan menolong gerakan mereka di apa itu, di sekolah-sekolah. نعوذ بالله.

Didalam situasi yang sulit semacam ini, ye Islam yang sohih semakin tersamarkan sementara apa, ahlul batil betul-betul bersemangat dengan membawa generasi yang baru نعوذ بالله.

Yang didalam situasi semacam ini, diperlukan yaitu, dakwah ke jalan Allah memerlukan para pemuda-pemuda, para tokoh-tokoh yang cemburu. (Sebagaimana disebutkan oleh guru dari Imam Ibnu Bazz, *Sheikh Muhammad Taqiyuddin al Hilali, mengatakan apa, bahawasanya agama Islam ini, agamanya betul tapi orangnya tidak ada.* Adapun agama Nasroni, agamanya salah, tapi orangnya banyak. Maksudnya para pembelanya dan para juru dakwahnya banyak. Thoyyib, dan ini adalah apa, sesuatu yang menyedihkan.

Mereka mengangkat, mereka mengibarkan bendera, akidah mereka tadi itu atau gerakan-gerakan mereka tadi dengan penuh kekuatan dan semangat, dengan cita-cita.

Oh sebentar ya ana salah..Ini tadi yang orang-orang yang cemburu

Memerlukan para tokoh-tokoh yang cemburu, yang meninggikan bendera dakwatullah dengan apa, penuh kekuatan dan semangat, cita-cita. Kemudian mereka menyerang pasukan perang kebatilan. (Jangan takut dengan pasukan perang itu. Allah bersama kita. Bukan menyerang orang tua yang memikul kebatilan, perang pasukan kebatilan itu.)

Pasukan-pasukan tipudaya dan makar itu, dilawan. Lalu membantah atau mengembalikan mereka kebelakang dalam keadaan hina. Dengan apa, hujjah-hujjah yang kuat.

Ha ini yang musykilah. Memang kalam Sheikh Robi' disini, bermenafaat kerana ini adalah kenyataan yang beliau ceritakan dan terus menerus akan terjadi. Tiba-tiba saja, ada suara-suara yang meninggi, berteriak membela kelompok yang batil tadi dan mencela kita dengan nama salafiyah. Dengan nama prinsip keadilan dan inshof. *Ini siapa, yaitu orang-orang Sururiyun,* dan ini ana dapatkan langsung dulu pada tahun 96, 97 dan seterusnya. Sebelum apa, sebelum mereka berubah haluan, berubah haluan tanpa mengaku bersalah. Betul-betul mereka yang mengatakan harus inshof, harus disebutkan kebaikannya, kalau orangnya itu kita kritik dan seterusnya, padahal ini adalah syubuhat yang merbahaya. Thoyyib.

Harus ada prinsip keadilan dan kesetimbangan, kalau kita ceritakan dia itu oh menipu masyarakat, kita kata dia juga rajin solat. Ha ini bahaya. Solat dia bukan untuk kita. Solat dia untuk dia sendiri. Tapi masaalahnya dia menipu masyarakat. Ini yang penting.

Thoyyib. Dan ini nanti akan dibahas, didalam masaalah ini, tentang apa, syubuhat-syubuhat tadi, atas nama salafiyah. Mengaku salafi.

Untuk siapa keadilan itu diberikan. Untuk orang yang mereka gambarkan sebagai orang-orang yang terdzolimi. Tapi siapa yang terdzolimi, dari kalangan ahlul bid'ah. Ketika waktu itu apa, oh kami mengkritik Hassan Al Banna, mengkritik Sayyid Qutb, justeru orang-orang yang mengaku salafi yang mengatakan, itu tokoh-tokoh besar yang terdzolimi. Mereka punya jasa, harus disebutkan juga kebaikannya.

Tapi sebaliknya ketika para pengkritik tadi menulis dan berkhutbah tentang apa, para pemberi nasihat, justeru apa, mereka tidak menyebutkan kebaikan kita. Ha ini tidak adil. Dan selalu seperti itu. Mereka yang membuat kaedah, dan mereka pula yang kemudian apa, melanggar kaedah diri sendiri. Tidak adil, tapi menyuruh kita adil.

Padahal siapa yang dianggap terdzolimi. Mereka adalah ahlul bida' yang menyerang ahlussunnah, memerangi ahlussunnah, ahlussunnah wat tauhid justeru dirumah-rumah mereka sendiri. Ahlul bida' sudah menyerang kita. Ketika kita hentam mereka, justeru apa, orang yang sejenis dengan kita yaitu salafiyun yang justeru membela mereka. Sejenis tapi apa, hatinya lain.

Padahal ahlul bida' tadi, dianggap terdzolimi tetapi mereka itu yang telah merusak akal-akal dan akidah-akidah kebanyakan dari anak-anak mereka sendiri
Dan mereka telah memperburuk gambaran manhaj salaf. (Dianggap salaf itu dzolim, dianggap salaf itu selalu keras dan seterusnya, padahal tidak demikian.)

Di mata anak-anak mereka sendiri. Kenapa? Ye kerana sang bapak juga keliru. Menyekolahkan ke ahlul bida', Menyekolahkan kepada apa, para munharifun sehingga anak-anak fahamnya, oh ini ustadz ini baik, oh ayah saya yang keras. Ini bahayanya kalau kita meremehkan masaalah seperti ini. Menyekolahkan ke orang-orang yang tampak sunni padahal dia adalah apa, bid'i. Thoyyib.

Maka mulailah orang-orang yang tampil dari generasi tersebut (generasi yang sudah memulai memesong itu) mengajak kepada manhaj yang baru di dalam mengkritik manhaj-manhaj dan dakwah-dakwah dan kitab-kitab dan individu-individu. Menyelisihi apa, cara salaf. Salaf tidak seperti itu cara mengkritiknya. Dikatakan apa, Ibnu Lahi'ah, dia adalah dhoifun mudallis, selesai.

Adapun ketika sedang biografi (biografi memang diceritakan semua). Ketika dalam masaalah naqd, dalam masaalah kritikan dan peringatan, tak perlu disebutkan dia rajin qiyamullail, dia sering menangis. Kita tidak perlu itunya. Itu bermenafaat hanya untuk dia tapi bahayanya riwayat dia, dan bahayanya pemikiran, ini yang harus diperingatkan. Thoyyib.

Ha ini yang tidak difahami generasi-generasi baru itu. Kerana apa? Memahaminya dengan perasaan. Oh harus adil, oh kesian mereka. Mereka itu murah senyum, juga kasi wang. Ini bahaya, tipuan semacam itu.

Dan mereka menyatakan inilah manhaj yang pertengahan. Bererti apa? Ketika Rasulullah mengatakan,
كذاب ابو سنابل
Bererti apa?
Rasulullah telah menyimpang dan tidak adil, padahal Abu Sanabil sahabat. Kenapa Rasulullah tidak mengatakan, "Ya Abu Sanabil keliru dalam fatwanya kepada Subayah Aslamiyah di dalam masaalah apa itu, iddah dia. Tapi dia rajin solat, dia juga sahabat saya, dia juga baik. Rasulullah tidak cerita itu. Cukup intinya, Abu Sanabil keliru. Selesai.

Ini menunjukkan apa, manhaj para ahlul muwazanah tadi dari kalangan Sururiyun dan sebagainya, ini adalah apa, manhaj yang, bukan manhaj yang wasat tetapi apa, manhaj yang keliru dan menyimpang. Yang wasat adalah yang pada Rasulullah صلى الله عليه وسلم.dan para salaf.

Maka banyak para pemuda dan banyak orang yang menulis fatwa-fatwa dari orang-orang tadi menyangka ini lah manhaj yang pertengahan. Manhaj para Sururiyun, tidak terlalu.keras, dan juga tidak lembek, padahal apa, mereka sangat lembek.

Bahkan dia menyatakan inilah manhaj ahlussunnah waljamaah. Padahal kalu dilihat didalam kitab-kitab salaf, ternyata tidak seperti itu.

Dan mulai menyebar dan semakin tersebar ini. Yaitu apa? Mulai menulis,-menulis tersebar kitab-kitab dari sebagian orang yang menisbatkan diri kepada salaf, seperti apa, kitabnya *Ahmad Suwaiyan*, juga seperti kitabnya apa itu pada waktu itu, *Safar al Hawali*. Demikian pula *Aid al Qorni* dan seterusnya.

Thoyyib. *Mereka adalah para dai Sururiyun.* Tapi apa, justeru ketika kita membantah mereka, justeru yang membela mereka siapa? Orang-orang yang membela Sururiyun yang sekarang, menjadi apa, mengatakan sebagai kelompok *Raudatul Jannah itu (Rodja).* Jadi mereka adalah mereka, mereka adalah Sururiyun itu sendiri.

Thoyyib. Sekarang mungkin mereka tidak berani membantah, membela orang-orang tadi tapi dulu, betul-betul aktif membela, habis-habisan membela. Dan sekarang tidak mengakui dulu mereka keliru.

Thoyyib, maka tidak layak dikatakan salafi kalau tidak apa, sempurna taubatnya. Dan nanti akan disebutkan tentang syarat sah taubat dari bid'ah. Harus apa, mengakui dirinya itu keliru. Ini adalah fatwa Imam Ahmad dan lain-lainnya.

Dia terkesan dengan ajaran tadi dan dia menerimanya.Dan tergantung kepada kitab-kitab tadi, banyak para pemuda, dalam keadaan mereka menyangka itulah kebenaran dan itulah keadilan. Dan mulailah pemahaman dan keyakinan tadi itu merasuk ke dalam jiwa-jiwa mereka dan kita sangat menyesalkan itu.

Thoyyib, berarti apa akibatnya, mereka tidak tahu bahawasanya ini adalah madzhab yang asing didalam Islam dan didalam kaum muslimin. Tapi kenapa tidak tahu? Kerana tidak mahu mempelajari kitab-kitab rudud, mempelajari kitab-kitab manhaj dan kitab-kitab rijal dan seterusnya. Cuma apa, membahas masaalah Arbain Nawawi atau Umdatul Ahkam dan sebagainya. Itu pun penting, yang lain-lain juga penting. Semuanya juga penting terutama apa, untuk menutup pintu kesesatan. Kitab-kitab rudud itu sangat penting. Thoyyib.

00.26.07

Sumber Channel Telegram: kesesatan_sururiyah

Kesesatan Sururiy (Dars 2)

Permulaan transkrip Audio KS2




Termasuk dari yang diwasiatkan oleh Fadhilatus Sheikh al Imam (dan memang beliau dijuluki sebagai imam) Ahmad bin Yahya an Najmi adalah, *hendaknya para pelajar ahlusunnah wal jama'ah, mereka mempelajari kitab-kitab rudud, mempelajari masaalah manhaj kerana memang dengan ini lah seseorang itu akan selamat dari bid'ah-bid'ah.*

Bukan semata-mata fiqh dan akhlak dan aqidah tapi juga apa, *kitab-kitab manhaj dan rudud.*

Kerana kebanyakan orang jatuh kepada  bid'ah kerana lemahnya *manhaj* dia. Dia tidak tahu bagaimana cara membantah kebid'ahan ahlul bid'ah.

Demikian pula ini yang diwasiatkan oleh Fadilatus Sheikh Zaid al Madkholi رحمه الله تعالى.
Permulaan transkrip Audio KS2

Termasuk dari yang diwasiatkan oleh Fadhilatus Sheikh al Imam (dan memang beliau dijuluki sebagai imam) Ahmad bin Yahya an Najmi adalah, *hendaknya para pelajar ahlusunnah wal jama'ah, mereka mempelajari kitab-kitab rudud, mempelajari masaalah manhaj kerana memang dengan ini lah seseorang itu akan selamat dari bid'ah-bid'ah.*

Bukan semata-mata fiqh dan akhlak dan aqidah tapi juga apa, *kitab-kitab manhaj dan rudud.*

Kerana kebanyakan orang jatuh kepada  bid'ah kerana lemahnya *manhaj* dia. Dia tidak tahu bagaimana cara membantah kebid'ahan ahlul bid'ah.

Demikian pula ini yang diwasiatkan oleh Fadilatus Sheikh Zaid al Madkholi رحمه الله تعالى.

Maka barangsiapa nampak pada dirinya itu, sedikitnya kecemburuan kepada agama, kecemburuan kepada para pembela agama, dikhawatirkan dia akan mendapatkan bagian kritikan yang disebutkan oleh Ibnu Atil al Hanbali. Apa kata beliau?

"Maka dimanakah aroma keimanan dirimu. Bau keimanan nya mana? Wangi nya keimanan mu mana? Tidak nampak."

Sementara wajah mu tidak berubah. (Yaitu wajahmu tidak nampak marah. Lebih-lebih untuk engkau berani berbicara).

Sementara atau dalam keadaan penyelisihan terhadap Allah سبحانه وتعالى itu terjadi di setiap orang yang bersama diri mu dan orang yang bertetangga dirimu. (Engkau lihat itu, teman-teman mu berbuat maksiat, tetangga mu berbuat kebatilan, tapi wajah mu tidak tampak marah. Apalagi sampai engkau berani bicara).

Maksiat-maksiat kepada Allah tidak dihilangkan. Terus menerus maksiat kepada Allah عذ وجل itu berjalan, dan kekufuran itu terus bertambah. (Semakin banyak orang yang lancang untuk menentang ayat demi ayat, mengingkari ayat demi ayat. Semakin banyak parti-parti dan organisasi yang mereka itu berani lancang untuk apa, untuk mengatakan, "Oh ayat ini tidak layak lagi dipakai, hadith ini hanya berlaku dizaman unta", dan seterusnya. *Ini kalam kufur.*
(Walaupun orangnya kita tidak langsung mengkafirkan, tapi ini adalah apa, ketika mereka melihat Muslimin diam, mereka akan semakin berani bicara itu.)

Sementara kehormatan syariat itu dilanggar. (Banyak semakin orang berani untuk apa, melanggar syariat. Menceroboh masuk ke area larangan syariat.)

Tidak ada pengingkaran dan tidak ada pula orang yang mengingkari. (Pengingkaran kita tidak tahu ada orang yang mengingkari, dan orangnya pun kita tidak tahu, siapakah yang berani mengingkari ini dan itu. Ini kata Imam Ibnu Atil al Hanbali.)

Dan juga tidak ada orang yang berani untuk meninggalkan orang yang berbuat maksiat. (Takut malu hati, ingin menjaga hati dia. Lupa untuk apa, menjaga kehormatan Allah تعالى dan penilaian Allah تعالى).

Tidak ada orang yang berani untuk terang-terangan menghajar orang yang maksiat semacam ini, setelah tegak hujjah. (Tentunya ini pelaksanaannya perlu apa, perlu penegakan hujjah, nasihat dan sebagainya.)

Dan ini adalah puncak dari dinginnya hati atau pun kunya hati, dan diamnya jiwa.(Jiwanya tidak aktif untuk apa, memberontak melawan kebatilan. Tapi jiwanya akan memberontak ketika apa, harga barang naik, ha akan mulai terbentuk demonstrasi. Atau dirinya di cela, ha baru dia akan mengancam orang lain dan seterusnya.)
Ketika agamanya di lemahkan oleh orang lain dia tidak peduli.

Maka yang seperti itu, tidak ada di dalam hati yang di dalamnya ada keimanan sedikit pun. (Yaitu apa, perkara ini tidak terjadi kecuali pada orang-orang yang di hatinya tidak punya iman. Seakan-akan betul-betul sudah habis walaupun tentunya ini mubalaghoh. Masing-masing sesuai dengan kadarnya.

إن شاءالله
Setiap Mukmin, tidak kemudian dia diam terhadap mungkar secara total. Dia akan apa, nasihati anaknya untuk solat, atau dia nasihati isterinya jangan membuka aurat. Ada pengingkaran walaupun sedikit.
Thoyyib, dan ini juga apa, dihargai.

Kalau total sama sekali tidak ada kemungkaran yang dia ingkari, berarti memang tidak ada iman. Cuma setiap Muslim pasti mesti ada sisa-sisa pengingkaran terhadap kebatilan. Walaupun apa, dengan hati.

Kecemburuan adalah alamat (shawahid) atau bukti rasa cinta yang paling kecil. Kalau pun kita tidak mampu untuk menegakkan jihad fi sabilillah. (Tapi jihad yang syar'i bukan seperti jihadnya Rofidhoh, jihadnya Khowarij, tapi apa, jihad dengan tulisan atau dengan lisan, dan semacam itu, paling tidak apa, kecemburuan itu nampak dari wajah dia. Nampak marah, nampak tidak suka dengan kebatilan-kebatilan.) Dia adalah bukti terkecil dari keyakinan hati. Thoyyib. Ini dinukilkan oleh Ibnu Mublih dalam Adabus Syar'iyyah.

Thoyyib.
Boleh jadi akan sesuai untuk orang macam ini, perkataan Imam Ibnul Qaiyim رحمه الله, "Orang yang memiliki ilmu yang mendalam, terhadap wahyu yang dengan itu lah Allah mengutus rasulNya صلى الله عليه وسلم . (Dia betul-betul faham masaalah wahyu). Dan dia betul-betul tahu tentang jalan yang ditempuh oleh Rasulullah dan para sahabat beliau, dia akan melihat bahawasanya kebanyakan, bahawasanya majoritas orang yang di tuding sebagai ahli agama (orang yang dianggap sebagai ahli agama. Jika ditanya siapakah ahli agama. Oh itu dia ditunjuk, tapi justeru kebanyakan orang yang dianggap sebagai ahli agama, mereka adalah orang yang paling sedikit agamanya نعوذ بالله.
والله المستعان.

Agama macam apa, dan kebaikan macam apa yang ada pada seseorang yang mana dia melihat keharoman-keharoman Allah itu dilanggar, dan batasan-batasan Allah disia-siakan, agamaNya di tinggalkan, (bukan tinggalkan secara total, tapi apa, syariat-syariatnya, prinsip-prinsipnya, manhaj-manhajnya mulai ditinggalkan dan disia-siakan.)

Sunnah rasulNya صلى الله عليه وسلم, mulai tidak disukai, dalam keadaan orang ini hatinya beku, lidahnya diam, شيطان اخرس
dia adalah syaitan yang bisu.

Kenapa?
Kalau orang diam terhadap kebatilan, padahal dia mampu, ini syaitan yang bisu. Tapi kalau dia berbicara menolong kebatilan, ini شيطان ناطع kata para ulama', syaitan yang berbicara, betul-betul menolong kebatilan-kebatilan نعوذ بالله.

Thoyyib, sebagaimana orang yang mengucapkan kebatilan, dia adalah syaitan yang berbicara.

Apakah ada bencana yang menimpa agama ini, kalau bukan dari orang-orang itu? (Ini soal inkari artinya adalah nafi). Tidak ada bencana, tidak ada malapetaka yang menimpa agama ini kecuali dari orang-orang itu.(sebab pawanya ketika para ulamanya diam, ketika pemuka agamanya diam, terhadap kebatilan.) Orang lain mengatakan, "Oh ini ustadz fulan aje dia diam padahal dia punya ilmu. Berarti apa, ini betul. Kalau ini salah, niscaya mereka tidak akan diam. Engkau yang mengada-ada". Akhirnya kita yang salahkan. Sebabnya apa, kerana para ulama banyak yang diam terhadap kebatilan. Thoyyib.

Yang mana mereka itu (dan kita akan lihat didalam kehidupan sehari-hari, orang-orang yang apabila makanan mereka telah selama kepemimpinan mereka aman, maka dia tidak akan peduli dengan
apa yang terjadi kepada agama ini. (Tidak peduli apa yang sedang menimpa saudara-saudara yang berada di Yaman, atau menimpa kaum Muslimin yang sedamg mendapatkan makar di Somalia dan seterusnya dan seterusnya. Dia tidak peduli. Yang penting apa, makanan saya selamat, kepemimpinan saya juga tetap aman.

Yang terbaik dari mereka, orang-orang yang buruk, ada yang masih apa, masih ada kebaikan. Yang punya kebaikan apa? Yaitu orang yang menampakkan kesedihan, paling tidak apa, dia masih merasa sedih dengan musibah-musibah terhadap umat Islam, yang mana dia itu wajahnya tampak berkerut-kerut. Ada sisa-sisa pemikiran walaupun dia tidak berani apa-apa. Walaupun dia mampu sebenarnya.

Tapi kalau dia itu dibantah atau kalau dia itu hendak di rebut apa yang sedang menjadi milik dia, (mungkin direbut hartanya, atau direbut ekonominya atau bisnesnya di ganggu, atau apa, kepemimpinan dia, mulai ada yang berusaha untuk merebutnya, membuat dia marah didalam kehormatannya. (Kehormatan agama dia tidak peduli. Kehormatan diri sendiri ini yang nombor satu untuk dia), atau hartanya, dia akan mencurahkan segala kesungguhan, bersungguh-sungguh, berkerja keras. Dia akan menggunakan 3 tingkatan pengingkaran. Betul-betul lisannya bicara, bahkan tangannya mungkin akan memukul orang yang dianggap menghina dirinya. (Untuk agama dia tidak kisah), sesuai dengan kadar kemampuan dirinya.

Orang-orang macam tadi, disamping kehormatan mereka itu jatuh dimata Allah, mereka juga dimurkai oleh Allah. Yaitu mereka telah tertimpa bencana didunia ini.dengan bencana yang paling besar. (Bukan masaalah kurangnya harta dan kehormatan, tapi apa, agamanya hancur. Padahal mereka sudah punya ilmu dan punya kemampuan. Menolong agama sesuai kemampuan, tidak melebihi kemampuan.

Bencana itu, mala petaka itu menimpa mereka, tetapi mereka tidak sedar. (Kerana ini bencana terkait dgn apa, keimanan, dan aqidah dan hati.) Bencana tadi adalah matinya hati. (Kalau hati sudah mati, maka tidak ada gunanya lagi nasihat-nasihat, sementara hati yang hidup, itulah yang layak untuk apa, masuk kedalam syurga. (Hati yang mati itu apa, perlu dibakar dulu نعوذ بالله. Kalau didunia belum selamat.)

Kerana hati itu semakin kehidupannya itu sempurna, kemurkaannya untuk membela Allah dan rasulNya akan semakin kuat, pertolongan dia untuk agama ini akan semakin sempurna. Selesai dari I'lalul Muwaqi'in.

Sumber Channel Telegram: kesesatan_surury

Kesesatan Sururiy (Dars 1)

Permulaan transkrip Audio KS1



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله القائل
(( وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ )) (5)

واشهد ان لا اله الا الله
وان محمدا عبده و رسوله

القائل
إنما الأعمال بالنيات. وإنما لكل امرء مانوى.
فمن كانت هجرته الى الله ورسوله فهجرته الى الله ورسوله. ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها أو امرأت ينكحها فهجرته إلى ما هجر إليه

اللهم صل وسلم على محمد وآله اجمعين أما بعد




Allah سبحانه وتعالى berfirman,
{وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ وَلِتَسْتَبِينَ سَبِيلُ الْمُجْرِمِينَ }
(55 الانعام )
"Seperti itulah Kami memperinci ayat-ayat agar jelas mana jalan orang-orang yg berbakti dan akan menjadi jelas pula mana jalan orang-orang yang berbuat jenayah".

Dari Hudzaifah ibnul Yaman رضي الله عنهما,,
"Dulu orang-orang bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم tentang kebaikan, sementara saya sering menanyai beliau tentang keburukan, kerana saya khuatir keburukan itu menimpa diri saya". Al Hadith - dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim.

Sebahagian dari imam zaman ini, para penjaga agama ini, mereka telah menulis kitab kitab yang mengingatkan tentang Sururiyah dan menyingkap kebatilan-kebatilan mereka.


Dan dengan kitab-kitab tadi, Allah عذ وجل telah banyak menyelamatkan dari umat Islam ini dari cakar cakar dan taring-taring Sururiyah.

Akan tetapi disana ada dua jenis dari kaum Muslimin, memang mereka itu cinta kepada kebaikan, yang mana cita-cita mereka, tekad mereka dan pengetahuan mereka tidak sekuat itu untuk mempelajari kitab-kitab tebal tadi. Maka mereka mengalami suatu kesulitan untuk mengambil menafaat dari kitab-kitab tadi, kitab-kitab bermenafaat dan diberkahi. Perlu Bahasa Arab dan juga perlu tekad yang kuat untuk membaca kitab-kitab yang semacam itu.

Dua jenis kaum Muslimin ini adalah yaitu para pemula didalam belajar dan juga adalah orang-orang awam. Ini yang seringkali menjadi mangsa dari fitnah-fitnah yang ada.

(Ini ana tulis kurang lebih 10 tahun yang lalu, cuma apa, ana tambahi sedikit sedikit dgn tambahan faedah yang baru).

Salah seorang dari teman yang utama meminta saya حفظهم الله menyebutkan ringkasan dari kebatilan-kebatilan Sururiyah untuk memudahkan dua jenis Kaum Muslimin tadi, yang selalu akan menjadi sasaran dari para hizbiyun. (Sasaran untuk apa? Untuk dipengaruhi, untuk diambil wangnya, untuk ditipu dan seterusnya.)

Maka saya memenuhi permintaan tadi. Maka saya menulis risalah ini sesuai dengan apa yang dimudahkan oleh Robb ku عذ وجل.

Risalah ini sekadar hujung pen sahaja. (Kalau ingin lebih dalam ye, kembali kepada kitab-kitab para ulama tersebut. Tapi hujung pen ini إن شاءالله membantu kita untuk memahami secara global poin-poin kebatilan mereka), didalam menjelaskan tentang kebatilan para hizbiyun tadi dengan harapan ini memudahkan untuk mengetahui orang-orang tadi. (Mengetahui para hizbiyun tadi), dan untuk mengingatkan tentang pentingnya kita memperdalam ilmu, memperdalam pandangan mata kita tentang urusan fitnah-fitnah.

Dan dalam rangka untuk mendorong kaum Muslimin agar mahu merujuk kepada bantahan-bantahan kepada hizbiyun tadi, yang Allah jadikan itu sebagai salah satu sebab dari sebab-sebab keselamatan umat ini. Dan agar mereka senantiasa tegak, agar senantiasa mereka itu lurus, menjadi sebab mulianya mereka.

Berkenan untuk memeriksa risalah ini, Sheikhuna fadhil al faqeh al Zayd Jamil as Sulwi حفظه الله تعالى. (Ana sebutkan dalam catatan kaki , pemilik tahkiq-tahkiq, penelitian-penelitian dan catatan2 kaki yang sangat berharga. Pada waktu umroh kelmarin juga jumpa dengan beliau dan beliau secara khusus membahas masaalah apa, kes yang disini juga, kes yang terkait dengan tuduhan terhadap markiz dan seterusnya. Beliau berkata, kalian sabar dan kalian terus berdakwah. *Dan dakwah salafiyah itu adalah keberkahan bagi bangsa dan negara kalau mereka faham. Kalau mereka sampai menghalangi dakwah salafiyah, maka negara itu akan hilang berkah dan akan celaka. Kalam yang bagus dari Sheikhuna Jamil  as Silwi  حفظه الله تعالى* ).
Saya telah meletakkan perbaikan-perbaikan beliau kerana beliau memeriksa dan memberikan tambahan-tambahan dalam catatan kaki, terkadang ditempat keliru (kalau ada salah cetak ini dan itu.)

Demikian pula sebahagian tambahan dan faedah2 dari risalah ini, saya telah meletakkan ditempatnya dan saya menisbatkan itu kepada pemiliknya. (Kalau ini adalah dari beliau, saya sebutkan dan sebenarnya kitab ini juga telah diperiksa oleh Sheikh yang lain nanti ana sebutkan juga disitu Sheikh Muhammad al Anudi وفقه الله عنه).

(Ini asalnya memang dua orang, cuma memang ana hapus kerana dalam fitnah Rafidhah ini beliau banyak menyelisihi Sheikh Yahya sehingga ana hapus waktu itu, tapi tetap ana sebutkan namti disela sela faedah yang beliau sebutkan. Kita jujur kata ini dari beliau, ini dari beliau.)

Dalam rangka saya bersyukur kepada perhatian beliau berdua dan.curahan bantuan beliau berdua dan kesungguhan beliau berdua. Dan untuk menampakkan betapa lurusnya bimbingan mereka.
وجزاهم الله خيرا والجزاء بالتوفيق

(Ini kita baca setiap hari إن شاءالله sedikit demi sedikit)

Bab yang pertama*
Kita harus memiliki kecemburuan untuk agama ini dan menolong agama ini ketika diperlukan. (Tidak setiap hari kita membahas hizbiyyah, tapi juga kita tidak menyia nyiakan pembahasan itu. Ketika diperlukan, kita bicara, ketika tidak diperlukan kita membahas yang lebih penting).

Termasuk dari keistimewaan agama Islam, adalah memelihara kejernihan Islam ini dengan cara tanqiyah yaitu menapis agama ini daripada kebatilan-kebatilan.

Allah سبحانه وتعالى berfirman,
{وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ وَلِتَسْتَبِينَ سَبِيلُ الْمُجْرِمِينَ }
(55 الانعام )
"Seperti itulah kami memperinci ayat-ayat agar jelas mana jalan orang yang berbuat kebajikan dan akan menjadi jelas mana jalan orang-orang yang membuat kejahatan."

Allah عذ وجل juga berfirman, menukilkan tentang orang yang Dia selamatkan dari kerancuan-kerancuan yang ditebarkan oleh rekan dia yang musyrik,
{قَالَ هَلْ أَنتُم مُّطَّلِعُونَ (54) فَاطَّلَعَ فَرَآهُ فِي سَوَاءِ الْجَحِيمِ (55)}

Dia berkata kepada sesama penduduk syurga. "Mahukah kalian untuk melihat-lihat? Kita cari teman saya yang dulu."
Maka dia mencari-cari kemudian dia melihat orang itu ada ditengah-tengah Neraka Jahim.
Maka dia mengatakan, "Demi Allah, sungguh hampir-hampir saja engkau mencelakakan diriku. Kalau bukan kerana kenikmatan Robbku niscaya aku termasuk dari orang yang dihadirkan ke dalam neraka."

Ini adalah nikmat besar kalau kita di selamatkan dari segala macam kebatilan melalui para penasihat.

Kesesatan Sururiyah:
Berkata Hasan al Basri رحمةده الله, "Wahai anak Adam, jaga agama mu, jaga agama mu. (Ini adalah apa? Istilahnya adalah taqrirun lil ighro', di ulang untuk memberikan semangat, mansub alal ighro'. "Yaitu jaga agama mu, jaga agama mu. Agama itu hanya lah darah dan daging mu, daging dan darah mu." tidak ada yang lain. (Maka kalau agama, dirimu celaka, engkau akan celaka.)

"Kalau engkau selamat, maka alangkah besar nya rihat mu, ketenteraman dirimu. Alangkah besarnya kenikmatan itu." (Ya laha, ini adalah kalimatut ta'ajubiyah). "Tapi kalau terjadi adalah yang lain, agama mu tidak beruntung, agama mu tidak selamat, maka kami berlindung kpd Allah kerana yang ada hanya lah api yang tidak pernah padam, dan batu yang tidak sejuk, dan jiwa yang tidak mati." (Disiksa tanpa kematian نعوذ بالله). Di keluarkan oleh Imamul Khirya رحمه الله di Sifatun Nifaq, sanadnya sohih.

Berkata Imam Ibnu Jama'ah رحمه الله, "Kerana Islam adalah agama yang kekal. Termasuk dari tuntutan kekalnya Islam adalah, dan dia itu lah satu-satunya yang benar, Islam itu akan menetapkan seluruh hakikat. (Tidak ada kepalsuan, tidak ada kedustaan. Betul-betul hakiki dan jujur.)
Islam itu akan menolak setiap pemikiran yang sesat atau aqidah yang rosak. (Ini Imam Ibnu Jama'ah di zaman Sheikhul Islam Ibnu Taimiyah.).

Pemikiran yang sesat atau aqidah yang rosak tumbuh ditengah-tengah kaum Muslimin. (Allah akan sentiasa mendatangkan orang-orang yang membersihkan agama kaum Muslimin.). Atau juga menolak setiap aliran yang sesat.(Aliran agama), yang di hindari, di jauhi oleh aqidah Islam. (Tidak sesuai dengan aqidah Islam), dan aqidah-aqidah Islam yang lain. (Islam bukan hanya membahas tentang Allah dan sifat-sifatNya tapi juga membahas tentang nabiNya, kitab suciNya, membahas aqidah kepada pemerintah, aqidah tentang orang yang berdosa bagaimana hukumnya. Itu semua adalah aqidah Islamiyah. Juga apa? Aqidah kaum Muslimin.

Dan Islam itu berusaha untuk menebarkan cahayanya, melimpahkan cahayanya kepada hati-hati manusia semuanya. Yaitu apa? Semangat untuk berdakwah, mengajarkan yang benar, dengan seizin Allah تعالى. ( Selesai dari kitab Idhohud Dalil punya Imam Ibnu Jama'ah).

Dan apabila para pembela kebenaran itu menjadi lesu, menjadi malas, menjadi melemah, yaitu apa? Mereka menjadi lemah ketika, untuk memperingatkan umat dari keburukan, maka ahli batil akan menjadi bersemangat di dalam menyebarkan kebatilan-kebatilan mereka.
Lalu kebatilan tadi akan merusak agama umat ini.

Firman Allah تعالى,
{وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ الْأَرْضُ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ (251)}
Kalau bukan kerana penolakan Allah, (sebahagian orang ditolak. Allah jadikan untuk menolak sebahagian yang lain), niscaya akan rosaklah bumi.
Tetapi Allah memang memiliki kurnia kepada alam semesta.

Jadi adanya para ulama kita yang rajin memperingatkan terhadap kebatilan, ini adalah karunia dari Allah.*

*Kita, tugas kita membantu menyebarkan ucapan-ucapan mereka.

Kesesatan Sururiyah:
Berkata Imam Ibnu Utaibah رحمه الله, "Kebatilan itu menjadi kuat hanyalah apabila engkau melihatnya lalu engkau mendiamkannya. (Kita diam, mereka akan semakin berani.) Selesai dari kitab al Ikhtilaf fil Lafad.

Berkata Sheikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله , "Setiap kali melemah orang yang menegakkan cahaya kenabian. (Kenabian diwariskan kepada apa, ilmunya diwariskan kepada para ulama).
Ketika ulama semakin melemah, kerana meninggal atau sakit atau pergi dan juga apa, para pembantunya juga melemah, maka bid'ah menjadi menguat. Selesai dari Majmu' Fatawa.

Berkata Imam Ibnu Bazz رحمه الله , hanyalah ahli batil itu berkerja dan bersemangat ketika ilmu itu menjadi tersamarkan. Kejahilan itu semakin tersebar. (Orang jadi tidak tahu, mana hak mana batil, ahlul batil bersemangat).
Dan kosongnya medan dakwah ini dari orang yang mengatakan قال الله وقال رسول. (Tentunya bukan hanya mengucapkan lafadznya tapi juga apa, menjelaskan makna-maknanya dan mengamalkannya dan juga apa, kaedah-kaedahnya).

Ketika itulah, mereka menjadi ganas, bagaikan singa, menjadi ganas, melawan yang lain. Dan bersemangat untuk menebarkan kebatilan mereka kerana tidak adanya orang yang mereka takuti dari kalangan para pembela kebenaran, para pemilik keimanan dan pemilik ilmu yang mendalam. Selesai dari Majmu Fatawa Ibnu Bazz.

Dan berkata al Allamah Muhammad ibnu Basyir al Muallimi رحمه الله, "Kewajiban orang yang alim didalam agama ini, dia bersemangat untuk menyebarkan hidayah, ketika orang-orang yang sesat itu bersemangat, menjadi rajin.

Dan bersegera untuk menolong kebenaran. (Kewajipan orang alim). Setiap kali dia melihat kebatilan, dia langsung menggulingkannya, memerangi kebid'ahan, keburukan dan juga kerusakan sebelum keburukan itu semakin berkembang, sebelum dia memanjang kemana-mana dan mencapai puncak kekuatannya, sebelum orang-orang menjadi terbiasa dengan keburukan tadi. Lalu menguat lah akar-akarnya di dalam jiwa. (Kalau sudah seperti ini, susah). Dan ini susah untuk dicabut kembali. Selesai dari al Atsar.

Wajib para hamba Allah untuk berani, menolong agama Allah, dijalan Allah dan bertawakkal kepada Allah di jalan Allah.

Allah سبحانه وتعالى berfirman,
{الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًا (39)}

Orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada Allah dan tidak takut kepada seorang pun kecuali Allah. (Kepada suatu dzat pun kecuali Allah). Cukup Allah sebagai penolong.

Kesesatan Sururiyah:
Berkata Imam Ahmad ibnu Muhammad ibni Hanbal asy Syaibani رحمه الله, haddatsana Muhammad ibnu Ja'far dia berkata, haddatsana Syu'bah, dia berkata, dari Abi Salamah sesungguhnya dia, dari Abi Said al Khudri رضي الله عنه, dari nabi صلى الله عليه وسلم, "Jangan sekali-kali menghalangi salah seorang dari kalian, rasa takut kepada manusia untuk mengucapkan yang benar, jika dia melihat itu atau mengetahui itu". Di riwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang sohih.

Ketika keterangan-keterangan itu disembunyikan, sementara orang sedang sangat memerlukan keterangan tadi, maka kebenaran makin semakin asing. (Orang tidak tahu mana yang benar. Dianggap yang bicara itu yang sesat. Kenapa? Kerana selama ini kebenaran disembunyikan. Orang tidak tahu. Dan sunnah yang sebenar akan menjadi semakin luntur. اعوذ بالله (Ini akibat dari menyembunyikan keterangan).

Berkata Imam Ibnu Wazir رحمه الله تعالى, "Ada dua perkara yang menyebabkan kebenaran itu tersamarkan dan tersembunyi.

Yang pertama, yaitu rasa takut orang-orang yang tahu. (Dia tahu tetapi dia takut.) Walaupun memang mereka itu sedikit. Sudah sedikit semakin takut. Lupa kepada Allah تعالى.
Takut kepada ulama' yang jahat. (Memang jumlah mereka banyak), dan para penguasa yang jahat.

Takut kepada syaitan-syaitan para makhluk. (Syaitan-syaitan dari kalangan jin dan manusia.) Walaupun memang taqiyah itu boleh, tapi ketika apa? kita dalam bahaya. Kalau sekadar diejek, ini bukan alasan untuk diam.

Memang alquran menetapkan boleh taqiyah ketika khawatir jiwa kita terancam, dan ini sudah kesepakatan kaum muslimin.

Dan terus menerus rasa takut itu memang menjadi penghalang untuk menampilkan kebenaran. Dan memang senantiasa para pembela kebenaran itu menjadi musuh bagi kebanyakan makhluk. (Justeru dia yang dimusuhi). Kenapa? Kerana kebanyakan orang tidak tahu. Selesai dari kitab Isaril Haq al Kholaq.

Berkata Imam Muhammad ibnu Amir As Son'ani رحمه الله تعال , "Sungguh menjadi fardu ain untuk menyebar luaskan sunnah-sunnah. (Termasuk sunnah adalah apa? Membicarakan yang haq dan menentang kebatilan. Dan memberitahu orang yang tidak tahu. Mengajari orang yang jahil tentang apa yang tidak dia tahu. Dan mengajari dia tentang masaalah-masaalah syariat. (Syariat bukan hanya masaalah apa, masaalah rukuk dan sujud atau masaalah haid dan nifas. Syariat bahkan yang lebih besar lagi *adalah menjaga kesucian manhaj dan kekokohan aqidah.*).

Dan tidak boleh sunnah itu ditinggalkan kerana takut orang itu tidak tahu. (Orang tidak tahu bererti kita semangat memberitahu. Kita dapat pahala apa, ilmu dan pahala menghidupkan sunnah.).

Dan tidak lah sunnah-sunnah itu mati kecuali dikeranakan takutnya para ulama kepada orang jahil. (Harusnya ulama' yang pemberani sebagaimana yang paling alim yaitu Rasulullah adalah orang yang paling berani.).

Dan sekadar takut pada orang jahil, ini bukan uzur kerana Allah telah memerintahkan untuk menyampaikan syariat-syariat. Bukan berarti dalam sekali pertemuan, kita sampaikan semua. Dari A sampai Z, dari ا sampai ي, atau dari huruf-huruf yang lain, kalau ada, tapi apa, secara bertahap. Bukan dengan niat menyembunyikan. Tapi bertahap-tahap. Selesai dari Al Uddah.

Barangsiapa sengaja tidak mahu menolong kebenaran, sengaja tidak mahu melawan kebatilan, padahal dia tahu dan dia mampu, padahal sedang diperlukan oleh umat, dengan alasan oh saya sibuk dengan berbagai macam kesibukan. (Ini untuk orang yang tahu dan mampu, tapi apa, alasan saya sibuk ini, sibuk itu), dikhuatirkan dia mengalami ini kerana apa, lemahnya kecemburuan dia untuk Allah. Masaalah sedikitnya kecemburuan). Ini adalah dalil tentang lemahnya agama orang ini. (Walaupun ilmunya banyak.).

Dia tidak mengambil menafaat dari usaha dia dalam menuntut ilmu. Padahal dia telah mendengar contohnya hadith Mughirah,
قال قال سعد ابن أبادة، "لو رأيت رجلا مع إمرأة
"Seandainya saya melihat seorang laki-laki ada bersama isteri saya, (yaitu apa, berduaan, dan semacam itu), niscaya saya akan memukul dia dengan pedang di bagian yg tidak tajam." (Yaitu bagian yang tumpulnya). Thoyyib.

Ucapan ini sampai kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Rasulullah bersabda, "Apakah kalian merasa hairan dengan kecemburuan Saad? Demi Allah, benar-benar aku lebih cemburu daripada dia. Dan Allah lebih cemburu daripada aku". Dan dikeranakan kecemburuan Allah, Allah mengharamkan kekejian-kekejian, yang nampak dan yang tidak nampak. Muttafaqun alaih.

Kecemburuan kepada isteri, ini adalah terpuji. Maka bagaimana dengan kecemburuan untuk agama Allah. (Mana yang lebih besar? Hak Allah lebih besar daripada hak keluarga kita.)

Kenapa orang ini? Padahal dia tahu dan mampu, tak bergerak untuk menolong, untuk membela agama Allah. Padahal dia telah membaca firman Allah تعالى,

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ

Katakanlah kepada mereka, kalau ayah-ayahbkalian, nenek moyang kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, isteri-isteri kalian, dan juga sanak kerabat kalian,

وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا
Harta dan yangbkalian usahakan. Dan permiagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya,

وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا
Dan tempat tinggal yang kalian sukai,

أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِ
Ternyata lebih kalian cintai daripada Allah dan rasulNya dan jihad dijalanNya. (Jihad bukan bererti meletupkan gedung-gedung atau meletupkan KLCC, maksudnya adalah menolong agama Allah dari pengotoran-pengotoran.

فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ
Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan urusanNya.

وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ (24)
Allah tidak membimbing orang yang fasik.

Ini menunjukkan orang yang tahu kebenaran dan mampu menolong kebenaran tapi diam, dia adalah fasik.
Ketika diperlukan dan tidak mahu.

Sumber Channel Telegram: kesesatan_sururiyah