The Most/Recent Articles

Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka Surat 35)

Sumber Channel Telegram: طلوع البحرين

Tarikh : 22 Rabiul Awwal Khamis bersamaan 28/10/2021 Masehi
Untuk download file PDF klik gambar 


Mukasurat 35

Kitab Jarh wat Ta'dil.

Bismillahirrahmanirrahim kita masih di biografi Imam Ibnu Abi Hatim yang memang menyusun kitab ini mengumpulkan dari kalam ayahnya dan Abu Zur'ah masih. surat tiga puluh lima. Oh malam ini, betul enggak kalimatnya ya? Dalilnya Al-Khatib Al Baghdadi nisbat yang makruf padat beliau. Abdurrahman Ibnu Abi Hatim memiliki tiga rihlah. Yang pertama adalah bersama ayahnya pada. kelima ya, pada tahun yang keenam. Lalu beliau berhaji dan beliau mendengar dari Muhammad bin Hammad. tahun kedua. Oh, enggak disebutkan secara lengkap, jelas ini setelah dua ratus tahun ke atas. Lalu beliau melakukan rihlah, perjalanan jauh itu. Perjalanan sendirian yaitu tidak dibawa ayahnya di pesisir-pesisir pantai. Dan Mister dan sampai ke Mesir. enam puluh dua. Lalu pergi ke pada tahun enam puluh empat, tentunya apa? Dua ratus enam puluh empat. Lalu. berjumpa dengan Yunus bin Habib. Di antara guru-guru beliau. murid dari Imam eh Asy-Syafi'i. Wa, Muhammad Ibnu Ismail. bahwa Muhammad bin Hasan al-Azruh, wa Muhammad wa Ibrahim Al-Muzani, murid dari Syafii juga, Sulaiman Al Muadzin, murid terbaik dari Syafi'i, terbaik. yaitu apa yang paling sikohnya. Ya telah kita lewati. Muhammad bin Muslim bin Waroh yang telah kita sering disebut juga itu.. dan para ulama yang selevel dengan mereka. Dan yang setelah mereka dihijaz, di negeri-negeri non-Arab,. di gunung mana ini? Ini adalah yang di mmm daerah apa itu? Jaelan. Jaelani dari Jibal. Di antara murid-muridnya. Muhammad Al Bashir Ar-Razi wa Abdullah Ibnu Muhammad Ibnu Asad Al-Fatih, wa Abu Ali, Hammati bin Abdillah Al Asbahari, wa Ibrahim bin Muhammad Ibnu Ahmad wa Ibrahi. Muhammad, An-Nasr, Abbazi, negara tertulis pakai Ali Ibnu Muhammad al-Kassar maksudnya ya orang-orang. Selain mereka, muridnya banyak, gurunya pun banyak, rajin berkeliling dunia, ya. Kalau kita dimudahkan masya Allah. Kalau tak ya pakai cara semampunya mungkin lewat telepon atau surat menyurat dan seterusnya.. karya tulis beliau, lalu kita punya kitab yang sangat berharga dalam ana punya dulu empat jilid tapi susah dibawa di sini.. satu jilid besar, dengan apa? Dengan sanad-sanadnya itu, kafir, besar.. kebanyakannya atau hampir semuanya adalah asar-asar dengan syaratnya. Walaupun terkadang juga tidak disebut untuk meringkas. Termasuk tafsir yang terbaik. Yahya bin Umanda. Wah itu yang enggak sampai ke kita ya. Didapat pun tak ada. Wallahualam. Sampai seribu juz.. Yang makruf adalah mukadimah mukadimah isinya biografi para ahli watak. di antara akhlaknya. belum pernah saya melihat dari orang yang mengenal Abdurrahman menyebutkan cerita bahwasanya dia memiliki kejahilan sedikit pun, kejahilan di sini maksudnya adalah nakal, kenakalan. anak muda. Tak ada satu pun yang cerita dia memiliki kenakalan anak-anak muda. Walaupun tak masalah anak muda nakal sikit-sikit itu biasa. Itu ampe perkara yang fitri. Maka dikatakan para ulama yang namanya anak muda itu Thaiz, punya sifat. api. Maksudku ya, namanya anak muda. Kalau sudah empat puluh tahun memang apa? Sudah lebih tenang biasanya. Tapi Abdurrahman ternyata lain ya Allah menghendaki lain.. saya menekuni, menyer, tekun, menyertai beliau dalam masa yang panjang. Maka saya tidak melihat beliau kecuali. atas satu rute saja, satu jalan. Saya tidak melihat dari beliau perkara yang layak saya ingkari.. itu urusan dunia ataupun urusan akhirat, memang jujur dan baik. Bahkan saya melihat beliau itu menjaga jiwanya, menjaga agamanya, dan. hormatannya. Cerita tentang dirinya sendiri dan ini boleh untuk pelajaran bagi murid, bukan untuk. sombong. Tapi sekedar jadi pelajaran. Pernah kami mengalami masa inflasi apa itu kenaikan harga, harga-harga jadi mahal wala.. Lalu sebagian dari sahabat kami, mendatangkan biji-bijian, biji ring dari asbahan. Mungkin apa di sana murah? Ah, masuk ke sini, mahal sekali. Kita boleh untung besar.. lalu saya menjualnya mungkin ada, ada perkongsian ini. Saya menjualnya dengan harga dua puluh ribu. Dia yang membawakan. atau yang mengirimkan dari asbahan, meminta kepada saya untuk membelikan baginya satu rumah di tempat kami. Sampai boleh-boleh rumah.. Lalu apabila dia datang ke sini, ke daerah Roy, dia boleh tinggal di rumah tersebut. Lalu saya menginfakkannya untuk orang-orang fakir, karena keadaan sedang susah.. orang fakir, harga sedang naik lagi. Saya mengirim surat kepadanya dia mengatakan, saya mengat, mengatakan dalam surat itu, saya telah. untuk Anda dengan keuntungan tadi, satu istana di surga. Lalu dia mengirimkan surat, menjawab raditu, saya telah rida. Kalau tak rida takboleh. Ini. istilahnya di dalam kitab fikih itu. Yaitu apa? Melakukan sesuatu yang tidak disepakati oleh pemilik hak. Jelas ini orangnya punya hak yang mengirimkan duit dari sana. Punya hak untuk amanahnya ditunaikan. Tapi kalau diizin. maka tidak mengapa, kalau tidak diizinkan berarti dia zalim. Abu, mmm siapa ini? Yaitu Abdurrahman menjamin untuk membayar ganti rugi mmm istana di surga menjadi milik dia. Dan ternyata temannya itu rida ya tidak mengapa. yang penting niatnya baik, bukan untuk corruption. Niatnya baik, untuk membantu maka tulislah satu cek untuk Anda. Lalu saya lakukan. temannya baik. Suruh menulis cek, yaitu Anda tetap dapat untung dari perniagaan ini. Temannya memang baik. Fa, kemudian diperlihatkan kepada saya, di alam mimpi. Kami kami telah menunaikan apa yang Anda jamin memang dia menjamin orang. Kalau pemilik harta tidak rida, maka dia wajib membayar ganti rugi. Tapi, Allah taala memberikan wahyu, memberikan apa mungkin entah apa istilahnya, mubaziroh, bukan wahyu ini. Mubashiroh lewat mimpi tersebut, kami telah menuna. apa yang engkau jamin, kami sudah siapkan surga untuk dia, dia sudah rida. Tapi, jangan engkau mengulang yang seperti ini. Nasehat, ya memang dalam fikih tak boleh melakukan itu. Kalau mau cari istirahat di surga, pakai duit sendiri pak. pakai duit orang lain tanpa izin. Cuma intinya apa? Beliau ingin baik, ini kasihan masyarakat keadaan sedang susah, sudahlah kita sedekahkan untuk mereka. Tayib. Di antara ibadah. beliau apabila saya sudah salam bersama Abdurrahman eh saya salat bersama Abdurrahman. serahkan jiwamu kepadanya. Untuk dia melakukan pada jiwamu apa pun yang dia inginkan. Maksudnya apa? Boleh jadi salatnya panjang sekali dan kau pasrah saja kalau jadi makmum. Kalau takkuat ya salat. tempat lain. Pernah pada suatu hari kami masuk mengunjungi Abdurrahman bin Walas, berarti apa? Setelah mungkin setelah salat subuh, keadaan masih agak gelap.. di sakit beliau yang menyebabkan beliau meninggal setelah itu. Di atas firas, di atas tilam, beliau berdiri salat.. beliau rukuk dan memperpanjang rukuknya itu, walaupun sakit yang membawa kematian, tetap beliau salat semampunya, mampu berdiri ya berdiri.. istrinya dalam masalah kesalehan seperti dia, masya Allah ini, nikmat. Hmm. Kalau punya apa? Istri salihah, demikian pula nikmat bagi wanita kalau punya suami yang saleh, betul-betul apa? Saling mendukung, saling membantu. Sama-sama adalah membangun istana di surga. nikmat. Junaid. tuh saya mendengar Yahya bin Main, Imam Jarowat takdir itu mengatakan sungguh kami mencela beberapa orang yang boleh. mereka telah meletakkan kendaraan-kendaraan mereka di surga. Lebih dari dua ratus tahun yang lalu. Yaitu apa? Ini perkaranya lain. orangnya saleh. Semoga masuk surga, tapi masalah riwayat kalau memang dia salah, kita katakan dia salah, kalau dia pendusta, kita katakan dia pendusta. Mengomentari. ini seratus tahun tidak sampai dua ratus tahun. Kenapa? Karena bilangan sampai dua ratus tahun itu tidak sampai di masanya Yahya bin Main. Karena kalau. setahun berarti siapa yang dikritik mmm para sahabat itu tak mungkin. Dan memang yang lebih main tidak mengkritik sahabat di dalam tapi orang-orang yang setelah itu. Mungkin ini mim babi apa yaitu mimbati mubarakah. sungguh-sungguh. Sudah lama memang kami lakukan itu kepada ulama yang bahkan sudah lama. Sudah dua ratus tahun yang lalu. Mungkin sudah masuk surga itu.. Mani bin Abi Hatim, lalu saya masuk mengunjungi Abdurrahman bin Abi Hatim, kita belajar dalam keadaan beliau sedang membacakan kitab pada orang-orang, ya pada masalah bahwa kitab-kitab itu di. bacakan memang. Kitab yang di zaman kita tidak dibaca seperti seperti juga apa kitab mmm tarikh, tarikh tabir punya al-Bukhari di zaman dulu dibaca. Zaman kita boleh dibilang takada yang sempat membaca, membacakan kepada. murid seperti itu. Murid suruh baca sendiri. Maka saya menyampaikan kepada dia, kepadanya ucapan Yahya bin Main itu. Lalu beliau menangis.. kedua tangannya sampai bergetar. Sehingga bukunya itu jatuh. Kenapa? Bukunya memang sedang me, menggunjing ulama, istilahnya kalau kata orang-orang yang orang-orang kasar itu. Ini menggunjing ulama, fulan daif, fulan. seterusnya. Terus beliau menangis atau mulai menangis ya, tapi tadi sudah disebutkan beliau meminta kepada saya mmm agar ceritanya diulang lagi.. Beliau terkena rasa gentar dan takut kepada kesudahan, yaitu beliau menangis bukan karena menyesal karena. membicarakan para ulama, jelas bukan, ini tu tugas dari agama menjaga agar agama itu jernih, kalau orangnya dikatakan kalau orangnya menyimpang dikatakan menyimpang, ini apa? Demi keselamatan agama, cuma kenapa. sampai menangis dan seterusnya. Kata beliau, yaitu beliau khawatir, jangan sampai kesudahan hidup beliau justru buruk. Dan seterusnya. Karena jika tidak demikian kita memahami ini,. ucapan seorang kritikus yang sangat berhati-hati terhadap orang-orang yang lemah ini bagian dari kesetiaan untuk agama Allah, bukan karena ingin memuaskan hawa nafsu, suka memburukkan orang, membuat. orang. Yang penting saya yang number satu. Takboleh. Tapi betul-betul ini adalah terpaksa saja. Kita membicarakan orang lain. Kita sendiri sibuk mengurus perbaikan diri sendiri. Tapi ini terpaksa. Untuk menyelamatkan agama Allah.. Ini bagian dari pembelaan untuk sunah.



Powered by Borodutch Invest

Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Minat mencari ilmu)

Sumber Channel Telegram: طلوع البحرين

Tarikh : 20 Rabiul Awwal Selasa bersamaan 26/10/2021 Masehi
Untuk download file PDF klik gambar 


Ada 2 minat yg tidak akan kenyang.
1.
2. Minat mencari ilmu.

Siang menulis dgn cepat.
Malam muqobalah.

Ilmu tidak akan diraih dgn badan yg santai


Kita masih di ya biografi sebagian para aimah di antaranya adalah dan ya yang menjadi. eh dasar penulisan kitab dan kita masih di muka surah tiga puluh dua. saya hadir di dekat ayah saya rahimahullah, beliau sedang dalam sakaratul maut. Saya tidak tahu, ya tahu sakit saja, tapi untuk sakaratulmautnya saya waktu itu tidak tahu.. keadaan seperti ini masih ditanya masalah memang mereka lain quality-nya. Saya bertanya kepada beliau tentang Uqbah Ibnu Abdil Ghafir, ya Uqbah bin Abdul Ghafir, sallallahu alaihi. yang meriwayatkan dari nabi sallallahu alaihi wasallam apakah tokoh ini memang sahabat nabi beliau menjawab dengan kepalanya maknanya adalah tidak.. saya tidak puas dengan jawaban isyarat dari ayah saya mmm. itu Anda memahamkan kepada saya apakah orang ini memang memiliki persahabatan dengan nabi maka ayahnya menjawab walaupun dalam sakaratul maut dia itu seorang tabiin. berarti apa? Walaupun sakaratul maut, akalnya masih dipelihara oleh Allah. Setelah sepanjang umurnya menjaga Hadis-Hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Fi Syakban sama tasabain wa sabain wa mi'at. beliau meninggal pada bulan Syakban dua ratus dua mmm dua ratus tujuh puluh-tujuh Hijriah rahimahullah. Daftar pustakanya disebutkan di sini. Kemudian yang membukukan kitab ini,. Ibnu Abi Hatim Ar-Razi rahimahullah. Biografi singkat untuk Al-Hafiz Ibnu Abi Hatim Ar-Razi rahimahullah. Nama beliau dan kelahiran beliau. Maulid. adalah apa? Isim makan boleh jadi juga isim zaman dan boleh juga masker. Huwa Abu Muhammad Abdurrahman ibnu Muhammad Ibnu Idris Ar-Razi berarti kuliahnya Abu Muhammad. Al-A. artinya lahir pada tahun dua ratus empat puluh satu. Proses beliau dalam menuntut ilmu ayah saya mengadakan rih. membawa saya pada tahun du, apa? Dua ratus lima puluh-lima. Berarti usia beliau berapakah? Dua puluh-empat tahunkah? Kalau lahirnya adalah. mmm dua rat mmm bukan ya, berarti usianya adalah berapa ini kurang lebih mmm empat belas tahun karena lahirnya adalah dua ratus dua puluh-satu, betul kan? Dua ratus dua puluh-satu. Kemudian di bawah pergi dua ratus lima puluh-lima. Oke, ini, ini salah, ana salah, yaitu berarti betul yang tadi itu ya. Dua ratus empat puluh-satu, sementara yang ini adalah dua. lima puluh lima. Berarti usia berapa? Empat belasan? Kurang lebih empat belas tahun ketika itu saya belum balig. Baik, ini semangat seorang ayah agar anaknya. baik sejak kecil. Baik, baik betul-betul apa belajar ilmu syariat. Ketika saya tiba di miqat, masya Allah, zuhur. miqatnya siapa ini? Fa. Maka ayah saya gembira bahwasanya anak saya sudah balig.. Islam, karena saya mendapatkan haji Islam. Karena walaupun hajinya sah, tapi kalau dia masih kecil, dia masih wajib haji lagi nanti. Sementara mereka susah, mereka dari negeri yang jauh, dari Roy.. maka di tahun itu saya mendengar dari Muhammad bin Abi Abdurrahman Al-Mukri dan ini adalah memanfaatkan kesempatan, haji bukan sekedar untuk, untuk ibadah. atau umrah, ibadah umrah, atau shopping, enggak masalah. Tetapi usahakan mengambil kesempatan, kita di negeri para ulama, ambil ilmu sebanyak-banyaknya dari majelis-majelis ulama yang ada di sana. Halqah-an ulama yang ada di sana. Sehingga. bukan hanya membawa harta benda duniawi dan membawa pahala haji dan umrah misalkan, tapi juga membawa tambahan ilmu.. ayah saya tidak membiarkan saya menyibukkan diri dalam ilmu Hadis, sehingga saya membaca Alquran, jelas kalamullah diutamakan, ini juga yang disebutkan oleh Al-Fatihah al-Badadi dalam kitab beliau, yaitu al. Quran didahulukan, anak-anak yang kecil, mereka diutamakan menghafal Quran, tapi juga tetap apa? Kalau ada majelis hadis mereka datang sehingga tercatat mereka adalah murid Syekh Fulan, mereka sudah mendengar dari Syekh Fulan, dan. karena ini nilai yang sangat penting sejak kecil sudah hadir di Majelis Ulama-Ulama besar, besar. Cuma untuk sibuk dalam menghafal hadis, ah, maka para salaf mengutamakan Quran lebih dulu.. Setelah itu baru saya mulai menulis hadis. Tapi tak, taksusah kalau kita niat. mungkin hanya menghafal dua, tiga hadis sementara apa? Quran kita seharinya mungkin menghafal dua buka surat. Itu boleh dikatakan tetap mengutamakan Alquran dan itu yang dipraktekkan di dunia sekarang ini. Bukan berarti. dalam dua puluh empat jam hanya Quran saja, alhamdulillah boleh ditambah dengan yang lain-lain. Anak sekolah pun boleh kan dalam sehari? Boleh belajar sampai tujuh cabang ilmu. Cuma tarkisnya yaitu titik beratnya pada Quran.. Abu Bakar Muhammad Ibnu Abdillah Al Baghdadi tokoh besar ini termasuk kurnia Allah untuk Abdurrahman. Abdurrahman beliau sendiri. Muhammad. Beliau itu mmm baik, jadi yang tadi ini bercerita ya, baik. Beliau ber. bahwasanya termasuk dari Kurnia Allah kepada Abdurrahman adalah Abdurrahman itu dilahirkan di antara tokoh-tokoh ilmu dan tokoh-tokoh periwayatan bil. Beliau terdidik dengan apa? Yaitu apa? Pengulan kajian bersama ayahnya dan demikian pula para ulama yang lain. Fa. Mereka berdua selalu menyuapi dia dengan ilmu, sebagaimana anak burung yang kecil. HP. Mereka sangat memperhatikan anak ini. Walaupun masalah berkah itu terserah Allah. Berkahnya besar. Tetapi tetap dalam geografinya beliau masih kalah level dibandingkan dengan Abdullah bin Imam Ahmad.. level Abdullah bin kata para ulama lebih tinggi daripada Abdurrahman walaupun ini zamannya sama, mereka saling berteman. Tapi quality lain. Walaupun dua-duanya imam di dunia. Dan mereka saling berteman bukan saling apa. dengki dan permusuhan. Maka terkumpullah untuk beliau disertai dengan jati diri beliau yang memang sudah sangat bagus. Ini memang anak ini hebat. dengan apa? Terkumpul dengannya banyaknya perhatian kedua tokoh besar tadi. Berarti apa? Kemudian lengkaplah kenikmatan dengan. dia bersama ayahnya. Ayahnya sendiri adalah ulama besar di dunia. Tapi ayahnya juga mengajak dia tetap berkeliling dunia agar mendapat ilmu dari para ulama yang lain. Tidak cukup dengan satu guru kita usahakan apa? Selalu menambah. untuk kepentingan kita sendiri. Sebagaimana dalam hadis yang sahih, Rasulullah mengatakan dalam itu, dua minat yang tidak akan pernah kenyang. Minat terhadap dunia tidak akan kenyang. Minat terhadap ilmu tidak akan kenyang. Maka kita bersyukur kalau kita diberi Allah yang kedua. Yaitu apa? Kita minat pada ilmu. Tak merasa, oh saya sudah hebat, saya takperlu belajar ke. apa pun. Bahkan apa? Kita akan kalau ada kesempatan malam-malam buana cari ilmu dari para ulama kalau tak mampu lewat telepon, lewat WhatsApp facility yang ada kita manfaatkan sebagus-bagusnya. Baik, demi kesempatan, demi kebaikan kita sendiri.** Masalah rezeki. pasti Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya. Makanya dulu dihibur oleh syariat ya orang-orang yang kesulitan yaitu Allah taala tidak lupa pada cacing, tidak lupa kepada semut. Bagaimana dia akan lupa kepada orang yang mengorbankan diri untuknya. Tak. itu, Allah Mahabaik. Maka beliau mendapatkan syarat ketinggian sanad dan mendapatkan para guru. Dihijas, Mekah dan Madinah, di Irak yaitu apa di tiga negeri yang terkenal itu. Baghdad Basrah dan Kufah, di Syam disubur yaitu daerah mmm Tarsu. lain-lain. Beliau mendengar dengan pemeriksaan, dengan penapisan dari ayahnya di ini kembali ke ayahnya atau ke. sendiri. Dua-duanya mungkin. Ketika boleh beliau mengenali mana Hadis sahih, mana Hadis yang berpenyakit. Maka beliau tumbuh di atas kebaikan itu. Masya Allah, masih murni ilmunya, tidak dicampur dengan filsafat. lain-lain. Lalu perjalanan beliau pada kali yang kedua itu sendirian. Tidak lagi disertai ayahnya. setelah kemantapan pengetahuan Dia. Hal itu telah diketahui pada diri beliau maju. depan dengan bagusnya pemahaman beliau dan kekuatan agama beliau. Dan tingginya pendahulu beliau. Iya ini nikmat besar, beliau masih dari kalangan salaf bukan generasi yang setelahnya. Sana juga masih pendek. itu. Kami pernah di Mesir selama tujuh bulan.. di situ kami tidak makan dari marakah, apa itu suf ya? Mungkin apakah nasi bu? Mukosa mmm apa. sepanjang siang kami itu terbagi-bagi untuk hadir di majelis-majelis para guru. Entah berapa banyak guru yang mereka miliki sampai tidak sempat untuk bersantai-santai sekejap mungkin apa jalan-jalan tengok pantai atau paling enggak. sekecil tak sempat macam itu. Mereka walaupun jelas bapak jangan di pantai halal, selfie haram. Tapi ini menunjukkan mereka sungguh-sungguh memanfaatkan ilmunya. Di malam hari. sibuk dengan menyalin ulang. Dan juga yaitu memperbandingkan. Dan inilah jalan yang tepat. Seperti juga yang dilakukan oleh Imam Nawawi, sehari semalam beliau belajarnya adalah sampai dua belas Dars. Dan beliau mampu. dan ini adalah kesungguhan. Beliau sampai mengatakan saya mengurangi makan dan minum agar, agar apa? Keinginan untuk buang hajat juga mengecil demi meraih ilmu. Hasilnya memang apa jadi imam. Tayib.. Mmm malam harinya memang perlu dan itu yang dinasihatkan oleh para ulama dulu di Dammad siang hari mungkin apa karena gurunya cepat menulis kita juga apa menulis cepat dalam kertas secepat-cepatnya terutama di awal-awal. tahun-tahun pertama cari MP3 itu susah, perlu ke mmm ibu kota, ibu negeri. Itu pun kadang ditipu orang, beli Petri ternyata palsu, oh, susah kita. Serba susah. Terpaksa apa ketika guru bicara, kita nulis dengan cepat sekali. Syekh Ahmad Sami dan yang lain-lain, para guru-guru tua itu. Mmm ikhwah kita yang muda-muda yang datang belakangan banyak enggak mendapatkan guru-guru yang tua. Sebagian guru sudah sakit, sebagian sudah pindah ke sound A, karena mereka juga apa. memperluas dakwah. Alhamdulillah kita eh Allah mudahkan untuk jumpa para ulama banyak-banyak. Juga terkadang memang perlu sampai apa tengah malam, sampai lebih, kita membandingkan guru terkadang tahu ini muridnya tamu. menulis semua, diisyaratkan. Lihat buku-buku ini, buka surat sekian. Maka malam-malam memang kesibukan para tulang memang itu beliau bercerita. pada suatu hari saya dan rekan saya mendatangi seorang syaikh, orang-orang mengatakan beliau sedang sakit, nah berarti apa? Cuti. Nah ini suka jelas kitab.. orang walaupun, walaupun dia sangat rajin tapi yang namanya guru cuti tetap itu gembira kita, itu tak heran namanya apa? Jiwa itu tetap perlu yang namanya refreshing, penyegaran, rehat sekejap itu perlu. Dan itu wajar.. Lalu kami melihat di perjalanan kami itu ada seekor ikan yang membuat kami kagum, sempat jalan-jalan di pasar dan itu biasa, tayib. para pelajar menyempatkan mungkin di pagi hari atau mungkin di hari Jumat pagi naik pasikal untuk ke tepi-tepi apa itu ke tempat pelelangan ikan atau apa dan sebagainya itu bagus juga melihat makhluk Allah, masya Allah, makhluk ada yang. Sebesar itu ada yang sekecil seperti ikan bilis. Makhluk hebat-hebat macam itu. Itu adalah tanda kekuasaan Allah. Lalu kami membelinya.. ketika kami sudah sampai ke rumah, waktu majelis, tiba waktu untuk majelis lagi, tahu-tahu apa? Jadwal guru yang lain sudah tiba, oh tak sempat. Tidak sempat bagi kami untuk mengurus ikan tadi. tapi apa? Sekarang diuji mana yang lebih diutamakan? Maka kami pun pergi ke majelis, ialah, kami pergi ke Mesir bukan untuk bersenang-senang, memang untuk cari ilmu, ikan insya Allah suatu saat boleh dapat lagi.. Terus menerus kami berbolak-balik ke majelis sehingga ikan itu melampaui tiga hari. Hampir-hampir dia berubah. kenapa waktu itu takada freezer atau apa memang belum ada sebagian membaca tapi kata para ulama ya betul ini kami memakannya dengan apa segar mmm yaitu apa masih mentah. sushi enggak masalah ini. Tapi sudah hampir berubah kasihan. Kami tidak ada kesempatan untuk memberikan itu kepada orang yang memasak eh orang yang menggore. sekedar menyerahkan ke orang lain pun tak sempat. Lalu beliau mengatakan, ilmu itu tidak akan diraih dengan jasad yang be, rihat yang. santai. Ini asal siapa? Siapa ini? Di mukadimah Sahih Muslim. Yahya bin Abi Katsir rahimahullah.
Powered by Borodutch Invest

Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka Surat 31)

Sumber Channel Telegram: طلوع البحرين

Tarikh : 18 Rabiul Awwal Ahad bersamaan 24/10/2021 Masehi
Untuk download file PDF klik gambar 


Para masyayikh mengingatkan

Oh bukan ini ya. Yang ini dulu. Ayo kita ambil semampunya. Masih di muka surah tiga puluh-satu. Abdurrahman saya mendengar ayah saya berkata dalam keadaan dikatakan kepadanya Marwan. Muhammad ibnu maka ayah saya mengatakan, saya. telah banyak melihat Hadis Marwan di Syam. Banyaknya Hadis Marwan di Syam. Tapi saya tidak melihat ada dasarnya untuk. meriwayatkan dari Ibnu Abi Dzi'in. Berarti dohirnya yang salah siapa? Mungkin muridnya yaitu Abdul Jabbar ini. Maka Abu Yahya Az-Zaroni mengatakan kepadanya. mengingkari terhadap saya sebagaimana Anda mengingkari bahwasanya apa? Riwayat Abdul Jabar ini tidak tepat. Ini menunjukkan kedalaman pengetahuan. mereka tahu ulama ini tak pernah meriwayatkan dari ulama yang itu. Lalu saya membawa kepada, kepadanya, buku saya, lalu saya perlihatkan kepadanya itu. beliau mencatat apa yang difatwakan oleh, oleh mungkin apa? Abu Zur'ah. Maka mulailah beliau merasa kagum tentang kedalaman mmm ilmu mmm Abu. Muhammad yaitu Abdurrahman mereka berdua Abu Zurah dan Abu Hatim bersepakat padahal tak jumpa untuk, untuk saling membuat kesepakatan. bersepakat untuk mengingkari Abdul Jabbar riwayat periwayatannya dari Marwah dari Ibnu Abi Dzi'i tanpa ada kesepakatan. di antara mereka yaitu tidak saling jumpa untuk menyamakan visi dan misi kata orang zaman sekarang. Karena mereka berdua memang paham tentang cabang ilmu ini yaitu apa? Penyakit Hadis.. Sanjungan para ulama dan pengagungan mereka terhadap Abu Hatim Ar-Razi rahimahullah Abdurrahman Isha. saya mendengar Musa bin Ishaq berkata kepada saya belum pernah saya melihat orang yang lebih hafal daripada ayah Anda rahimahullah Ahmad Ibnu Hambal. Padahal Muhammad bin, padahal Musa bin Ishaq telah melihat para tokoh besar ini, Imam Ahmad, Imam Yahya bin Main, juga Abu Bakar Ibnu Abi Syaibah,. eh Muhammad Ibnu Lumair dan yang lain-lain. Apakah Anda pernah melihat Abu Zur'ah? Dia mengatakan tidak. Karena Gus Dur memang apa? Boleh dikatakan setara dengan Abu Ha. Saya mendengar ayah saya berkata, apa itu Muhammad pada suatu hari saya menjumpai Muhammad. Lalu beliau berkata kepada saya, kode kata hadis nih. Saya telah mencatat satu juz dari hadis Anda.. hai Abu Hatim maka sampaikan hadis kepada saya. Berarti apa? Mungkin sebelum jumpa men mendapatkan riwayat Abu Hatim dari ulama yang lain. Nah, sekarang beliau ini mendapatkan sanad yang lebih tinggi, jumpa langsung eh. Lalu saya mengatakan maka mengatakan saya ini hanyalah datang untuk mendengarkan hadis dari Anda. Yaitu apa?. yang lebih tua ini Muhammad Ibnul Musthafa. Ternyata guru tadi tidak membiarkan saya sehingga saya membacakan hadis kepadanya. Justru apa malah gurunya yang minta. dari muridnya. Ini ketawaduan para ulama zaman dulu. Tidak malu untuk mengambil ilmu dari orang yang lebih muda dan sebagainya. Saya mendengar. berkata mengajak saya bicara tentang hadis penduduk Tabariyah katanya sekarang masuk wilayah Iran dulu memang penuh dengan. ahlu hadis, mereka dulu memang sudah meminta saya untuk menyampaikan hadis. Namun saya enggan memenuhi permintaan mereka. Sekarang mereka minta syafaat. agar meminta kepada Abu Hatim. Saya mengatakan di satu negeri yang di dalamnya ada tokoh seperti eh. Abdul Said Juhaim saya akan menyampaikan hadis, ini ketawadukan dan adab dari yang ulama. Di situ ada ulama yang lebih tua, gimana saya akan mengajar kalian. Tetapi kalau sudah diizinkan, takada masalah,. mana dulu di zaman memerintahkan kami untuk mengajar dan tidak membiarkan mmm kami untuk hanya mengajar orang yang satu bahasa bahkan apa memang disuruh ajar bahkan orang Yaman pun diajar orang berbagai negara diajar untuk apa. muridnya. Berarti apa? Tak perlu malu untuk mengejar walaupun internasional. Tapi kalau para masa ini memang, kalau saya sudah menyuruh, ah tinggal kita yang melatih. Toyib, lalu duhai meng mmm mengajak saya berbicara sesungguhnya ini adalah. yang jauh dari jalan yang besar. Jarang sekali orang yang datang menemui mereka. Lalu saya pun menyampaikan hadis kepada mere. karena jarang ada ulama di sini istilahnya. Dalam biografi ayahnya beliau mengatakan dari kalangan ulama. yang pakar, kritikus, kritikus bukan maksudnya sekedar mengkritik tapi kurang ilmu, zaman dulu dikatakan berarti memang dia pakar yang sangat tinggi, bukan sekedar muhadis, tapi muhadis sekaligus memang betul-betul paham riwa. riwayat bukan hanya hafal hadis ini dari eh atau level keempat dari eh penduduk Roy.. hati-hati beliau termasuk salah satu dari imam penghafal yang sangat kokoh. Beliau terkenal dengan ilmu. sebut dengan keutamaannya. Ini kurang ya, kurang ya dalam kitab para mengingatkan yaitu apa? Kalau kita tidak. dapatkan biografi di dalam misalkan atau atau pun eh misalkan apa tarikhbat dan ah coba buka dalam kitab ini Al-Irsyad punya ini sangat penting. di tempat lain kita menyangka tak ada kritikan berarti apa orang ini karena tak ada pujian. Tapi apa boleh jadi di dalam Al-Irsyad disebutkan dia atau apa. Demikian pula di dalam so alat, so alat, ada rukun teni itu penting. Beliau adalah imam dari para imam. kita ambil satu ini ya. Bismillah
Powered by Borodutch Invest

Kajian Kitab Terbitnya Dua Bulan Purnama (Muka Surat 29)

Sumber Channel Telegram: طلوع البحرين

Tarikh : 15 Rabiul Awwal Khamis bersamaan 21/10/2021 Masehi
Untuk download file PDF klik gambar 


Kitab al Mukhtarah, nasihat Imam Al Wadii agar sering membaca biografi para ulama'.

Mukasurat 29.

Al Bukhari di hajr.

Kita masih di biografi Imam Abu Hatim Ar-Razi.
*Disebutkan oleh Al Imam al Wadi'i رحمه الله dalam kitab Al Muktaroh, dalam pembahasan beliau Mustalahul Hadis, beliau mengatakan, "saya nasihatkan kepada para pelajar untuk banyak membuka biografi para aimmah, agar mereka tahu diri siapa mereka dan agar mereka tahu bagaimana kadar para imam zaman dulu. Bagaimana kesabaran mereka dalam belajar, bagaimana ilmu dan hafalan mereka. Dan itu penting memang.
*Kalau kita tidak melengkapi ilmu kita dengan biografi para ulama, kita mungkin punya ilmu sikit langsung merasa, oh saya lah Ulama. Jadi kalau kita lihat ulama yang sebenar, baru kita tahu diri, oh kita masih bagaikan apa? Bagaikan buih di lautan atau bagaikan satu bintik di samudra.*

Kita masih di muka surah dua puluh-sembilan. Saya menghadiri majelis Ahmad bin Sinan, ini yang makruf di dalam kitab apa itu? Dan juga kitab-kitab manhaj yang lain, Ahmad bin Sinan, al Khathtan yang. apa itu? Tidaklah seseorang melakukan suatu bidah kecuali akan dicabut darinya manisnya. Harun. Beliau sudah, sudah menyampaikan kepada kami Hadis dari Yazid bin Harun. Nabi Musa. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersin. Bayangkan ini hadis zohirnya syaratnya sahih, semuanya sikat. Tapi ternyata. yang ilmunya tinggi tahu ada kesalahan. Lalu dikatakan kepada beliau, semoga Allah merahmatimu.. semoga Allah memberikan kepada kalian hidayahnya, memperbaiki keadaan kalian. Maka ayah saya, Abu Hatim Ar-Razie berkata kepada Ahmad bin Sinan,. Yaitu sanadnya ini adalah dari Abu Jamr dari Abu Burda. Menjadi Hamzah. Eh sebentar eh ana, ana yang. sok. Ya titiknya pindah ya dari, dari yang depan ke yang number tiga ya. Abi Hamzah kan Abi Hamzah, teman.. maka Ahmad bin Sinan tidak mau menerima ini. Beliau juga imam, cuma memang biasa saling memperbaiki yang seperti ini. Kemudian Abi pergi ke. Ibnu Ubadah lalu beliau minta kepada Muhammad untuk mengeluarkan kepadanya hadis Yazid bin Harun dari Hamma bin. lalu beliau mengeluarkan buku catatannya, berarti apa? Ayah saya betul, bukan Abi Jamrah tapi Abu Hamzah, Abi. seperti perkataan ayah saya. Maka kami mencatat dari abu mmm dari Ibnu Ubadah Hadis ini. Ahmad Ibnu Sinan. ayah saya menceritakan ini kepada dua anak Ahmad bin Sinan, sama-sama bahwasanya beliau sudah mendapatkan di dalam kitabnya Ibnu Ubadah. Salamah seperti yang dikatakan ayah saya maka kedua anak Ahmad bin Sinan kebingungan lalu mereka berdua mengatakan kita. lihat di buku asalnya. Tatkala sudah masuk di hari berikutnya atau di pagi hari mereka membawa kepada. ayah saya, buku asal dari Ahmad bin Sina, An Yazi bin Harun, An Muhammad Ibnu Salamah, An Abi Hamzah, mu'jaman alalha, yaitu mmm. Berarti apa? Hak dengan zainnya memang ada titiknya. Tapi aneh tentunya ya. Gimana kalimatnya itu? Harusnya apa? Mungkin harusnya gitu kan? Yaitu haknya. memang tanpa tidak yaitu muhmal, kemudian jinnya, eh memang apa? Dengan itu dengan titik. Bukan roh. Cuma kenapa riwayat ini disatukan nanti jadi cara bacanya gini. itu. Malah tak betul. Mungkin salah cetak dari sananya anak-anak mengambilnya kayak gini memang. Tapi yang penting Ma'ruf bahwasanya seperti kata ayah saya yaitu Abu Hamzah, bukan Abu Jahro. Oh kedua anaknya mengatakan terjadi kesalahan ketika memindahkan buku yaitu apa? Menyalin. Karena pada waktu itu jelas untuk membuat buku kedua disali. Satu per satu. Terkadang orang lupa atau mengantuk atau salah melihat. Tapi belum ada waktu itu Canon atau apa itu printer-printer atau apa itu mesin photo state mmm ya.. mati benahsi mmm ini atau mmm atau fail ya kalau fail maka Ahmad Ibnu. menyampaikan hadis kepada kami yaitu dari awal lagi yaitu sudah dibaiki sekarang seperti yang dikatakan oleh ayah saya. mereka minta maaf atas kesalahan yang sebelumnya itu. Siapa mereka? Yaitu ayah dan dua anaknya. Tidak, tidak membantah setelah tahu oh memang yang betul ini dan seterusnya. Ini yang dikatakan ilmu hilal. Pemirsa. jelas syaratnya sohih bagus tapi ternyata ada kesalahan tokoh-tokohnya di situ. Ini seperti yang dikatakan oleh Al Hakim Anaisaburi dalam kitab beliau mmm Hadis, pembahasan hilal. pembahasan yang sangat mendalam karena terjadinya bukan pada rawi-rawi yang lemah, tapi justru apa? Rowi-rowi yang kuat. Kebanyakannya nampak sanadnya bagus. Tayib. Tapi orang yang ilmunya mendalam, dia tahu bahwasanya ada ke. di sini. Kemudian cerita seperti ini banyak dan indah kata anaknya itu. Abdurrahman. saya mendengar Muhammad Ibnu Abbas dia adalah Maula Bani Hasyim atau mungkin Maula yang lain mmm. saya menghadiri majelis Muhammad Ibnu Humaid dan beliau didatangi seseorang yang minta fatwa kepadanya tentang suatu permasalahan. Muhammad Ibn Idris, pergilah engkau ke Abu Hatim, Muhammad bin Idris, tanyakan kepadanya tentang masalah itu, toyyib, ini menunjukkan gurunya tahu bahwasanya si murid memiliki keutamaan besar. Sehingga engkau tanya pada dia, ini bagus. Yaitu Abdurrahman padahal di masa itu, para masayif masih banyak.. Musa. Ibni Yahya binti Sulaiman dan yang selain mereka. Tapi ternyata si guru merekomenkan masalah ini tanya ke Akuhat. Saya mendengar ayah saya rahimahullah berkata saya berkata di depan pintu. Ini level ini siapa berarti Abdul Barid atau termasuk guru terbaiknya Imam Bukhari. Karena Abu Hatim Ar-Raziq sendiri. mengambil riwayat dari Al-Bukhari. Nah, ini adalah gurunya Al-Bukhari. Memang dia gurunya Abu Khalid, Abdul Malik.. yang mampu mendatangkan satu Hadis yang saya tidak kenal ini makna saya merasa satu Hadis yang asing yang sanadnya bersambung tapi sahih soalnya kalau dhaif mungkin tiap. boleh buat. Tapi, sarannya adalah syaratnya adalah dia sahih dan lam asma bihi belum pernah saya mendengar. Ini berarti apa? Pertandingan siapa yang hafalannya memang sangat luas.. HAM, dia akan mendapatkan dirham. Yaitu apa? Saya U akan mewajibkan diri mengeluarkan dirham untuk dia untuk dia bersedekah. Jadi bukan untuk dia memperkaya diri.. dia bersedekah nanti. Pahalanya untuk dia, tapi duitnya dari saya. Ini menunjukkan boleh membuat yang seperti ini untuk menyemangati para murid. Tapi tidak tiap hari.. padahal di majelis itu, di pintunya Abu al-Warid sudah datang orang banyak sekali para tokoh Abu Zur'ah, pamanduna, Abu Zuraiah, dan yang lainnya.. Padahal keinginan saya kata Abu Hatim, beliau memberikan kepada saya hadis yang tidak saya dengar, cuma masalahnya apa? Hari ini beliau ingin meminta hadis dari murid, siapa. mampu mendatangkan hadis yang belum pernah guru itu mendengar. Fayakul, lalu orang-orang mengatakan ini jawabannya ada si fulan, fa mmm. lalu saya mendengar, lalu saya pergi untuk saya mendengar itu. Padahal keinginan saya adalah orang. mengeluarkan dari eh orang tersebut atau Abdul Walid ya, Abdul Walid mengeluarkan dari para murid itu hadis yang saya sendiri belum memilikinya. Karena beliau ingin dapat hadis baru.. Baik ini tadi ana salah bicarakah ya? Baik karena salah bicara berarti yang bicara memang Abu Hatim Ar-Raziq. Berkata di majelisnya Abdul Walid mungkin dengan seizin gurunya, siapa yang hari ini mampu mendatangkan hadis yang asing, yang yang sahih, yang belum pernah saya dengar. Maka, saya akan mengeluarkan. atas nama dia untuk dia bersedekah. Ternyata tidak ada seorang pun yang mampu melakukan itu. Ternyata tidak ada seorang pun dari mereka yang siap.. mendatangkan satu hadis yang asing bagi saya. Tapi niat saya adalah memang saya ingin mendengar hadis yang belum pernah saya dengar. Wa taala Abdurrahman saya mendengar ayat. berkata ayah saya berkata pada suatu hari mmm terjadi discuss antara saya dan untuk. Hadis yang mengenal Hadis yaitu memeriksa ada yang mana yang sahih mana yang daif. Mulailah beliau menyebutkan Hadis-Hadis dan menyebutkan penyakit-penyakit yang ada dalam. hadis tersebut. Demikian pula saya menyebutkan hadis-hadis yang keliru dan penyakit-penyakitnya dan kesalahan para. Lalu Abu Zur'ah berkata kepada saya, wahai Abu Hatim sedikit sekali yang memahami ini, alangkah susahnya mas perkara ini. boleh jadi artinya susah, boleh jadi artinya Aziz artinya yaitu sedikit. Sedikit sekali yang tahu masalah seperti ini. 

. apabila saya tampilkan masalah ini, kepada satu orang atau dua orang, alangkah sedikitnya Anda mendapatkan orang yang pandai dalam masalah ini. Sehingga apa? Kalau tidak ada yang empat lima. hilal, hadis akan bercampur. Terkadang saya ragu tentang suatu hadis dan yaitu. balik. Di dalam hati saya tentang suatu hadis. Ada keraguan, ini sahih atau tidak. Kenapa rasanya aneh? Sampai maka. hingga saya berjumpa dengan Anda, saya tidak mendapatkan orang yang mampu memuaskan saya tentang masalah ini. Iya ini perlu lautan ilmu tentang ilal hadis. Ayah saya mengatakan demikian pula. Saya pun seperti itu. Muslim, lalu saya bertanya kepada ayah saya, bagaimana dengan Muhammad bin Muslim? Muhammad bin Muslim bin Waroh, ahli ilal juga. Tapi apa?. beliau menghafal hadis-hadis dari para lalu apa? Beliau menyampaikan hadis itu yaitu beliau hadis namun pengetahuan beliau tentang ha. tidaklah banyak. Untuk sudut pandang beliau. Tapi kalau kita lihat biografi Muhammad bin Waroq, beliau lautan hadis juga. Cuma untuk sampai tingkat ilmu hilal memang ulama itu sikit sekali.. satu lagi saya mendengar ayah saya ketika itu beliau sedang menyampaikan pengetahuan tentang Hadis. Muhammad Ibnu Jabir. Abu Abdillah yang mana Muhammad Ibnu Jabir meriwayatkan dari dia. Berarti apa? Guru dari Muhammad bin Jabir.. Said Ibnu Jubair. Dan Abu Abdillah ini punya guru Said bin Jubair. Dan juga gurunya adalah Mus'ab bin Saad. Dan siapa dia. kita gimana menghafal kayak gitu jelas susah sekali ini kedalaman pengetahuan tentang biografi para muslim. Sementara Muslim Al Batin, dia juga Abu Abdillah dan dia levelnya level itu juga maksudnya. Dayib. Hanya saja tidak mungkin dia ini adalah muslim. yang menyampaikan eh yaitu meriwayatkan dari Mushab Ibnu Saad ataupun dari berarti sudah ada berapa muslim di sini? Muslim. Muslim, Muslim, semuanya Abu Abdillah. Baik, tapi yang betul Muslim Al Juhani karena gurunya adalah yaitu apa Mus'ab bin Saad, ini pengetahuan yang sangat mendalam seperti ini. tahun lalu beliau mengatakan yakni sudah pergi orang yang pandai dalam masalah ini yaitu Abu Zur'ah. Sama-sama muslim tapi tahu muslim yang ini begini yang itu. itu. Tidak tersisa di Mesir ataupun di Irak, orang yang pandai dalam masalah ini. Muslim, saya tanya, bagaimana Muhammad bin. karena famous betul. Muslim memang ahli ilal. Cuma apa? Beliau memahami ujung dari ini. Tetap ilmunya ada cuma tidak sebanyak Abu Zur'ah. Imam Bukhari bahkan apa enam bersatu sebagaimana dijelaskan oleh Imam Tirmidzi. Imam Tirmizi jumpa mereka semua tapi Imam Tirmidzi mengatakan tidak ada yang sampe sehebat Bukhari dalam pengetahuan tentang rijal. Tapi kenapa Bukhari tidak disebut? Lah ini masalah. yang disebarkan oleh Muhammad bin eh siapa itu? Yang menyebabkan dua tokoh besar ini menghajar Imam Bukhari. Sebagaimana disebutkan dalam mukadimah punya Ibnu Abi Hatim. disebutkan biografi sikit saja. Dikatakan beliau adalah tokoh dan telah diambil riwayat oleh tapi sejak Muhammad bin Yahya Al Zuhri menghajar Bukhari maka dua-duanya pun meninggalkan Imam Bukhari.. kemudian biografi ini juga dinukil oleh Imam Adz-Dzahabi di dalam siar. Mengatakan memang dua-duanya meninggalkan Al-Bukhari, tapi Bukhari fitrah dibela oleh Imam eh. karena apa? Ini fitnah dari yang dengki itu. Sehingga dua tokoh besar ini buruk sangka kepada Imam Bukhari. Sehingga apa? Memang tidak disebut. Imam Bukhari tidak banyak disebut dalam masalah oleh mereka. Allah. wallahualam.
Powered by Borodutch Invest